BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang terus menjadi topik perbincangan hangat di masyarakat. Seiring dengan pelaksanaannya, program ambisius ini tidak luput dari sorotan tajam, memicu perdebatan sengit antara para pendukung dan pengkritik. Fenomena ini pun menarik perhatian sejumlah tokoh publik, salah satunya adalah aktor yang kini aktif merambah dunia politik, Tommy Kurniawan. Dalam keterangannya, Tommy Kurniawan secara tegas menyatakan dukungannya terhadap program MBG dan mengajak masyarakat untuk melihatnya dari kacamata yang lebih objektif.
Menurut Tommy Kurniawan, yang akrab disapa Tomkur ini, program MBG sejatinya merupakan sebuah inisiatif mulia dengan potensi dampak ekonomi yang sangat luas. Lebih dari itu, program ini dipandang sebagai strategi konkret untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama melalui pencerdasan anak bangsa. Pengalamannya langsung di lapangan, khususnya di Kabupaten Bogor, membuatnya menyaksikan sendiri bagaimana program ini memberikan manfaat nyata. Ia mengemukakan bahwa banyak keluarga dari kalangan petani, pedagang keliling, kuli bangunan, hingga pekerja serabutan yang sangat terbantu dan beban ekonominya sedikit terringankan dengan adanya jaminan makanan bergizi yang cukup bagi anak-anak mereka. Pemenuhan gizi yang tepat sasaran seperti ini, menurut Tomkur, adalah fondasi krusial bagi tumbuh kembang anak Indonesia agar menjadi generasi yang sehat, kuat, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Sebagai Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, Tommy Kurniawan tidak menampik adanya berbagai kritik dan kendala yang muncul di tahap awal pelaksanaan program MBG. Namun, ia menilai hal tersebut sebagai proses yang sangat wajar, mengingat program ini baru berjalan sekitar satu tahun di Indonesia. Ia mencoba memberikan perspektif yang lebih luas dengan membandingkan kondisi awal pelaksanaan MBG di Indonesia dengan program serupa di negara-negara maju yang juga pernah mengalami berbagai tantangan. Sebagai contoh, Tommy Kurniawan mengutip pengalaman Jepang yang sempat menghadapi darurat pangan dan kasus keracunan massal sebelum akhirnya berhasil menjadi salah satu negara dengan tata kelola gizi terbaik di dunia.
Lebih lanjut, Tomkur juga merujuk pada Finlandia dan India, di mana program serupa sempat mengalami penolakan karena membengkaknya anggaran, bahkan diterpa isu korupsi dan keracunan. Meskipun demikian, kedua negara tersebut perlahan-lahan berhasil menekan angka stunting secara signifikan. Tidak ketinggalan, ia juga menyoroti kondisi kualitas makanan sekolah di Inggris pada awal tahun 2000-an yang dinilai memprihatinkan karena didominasi oleh makanan olahan murah. Namun, Inggris kemudian melakukan reformasi total dengan menerapkan standar makanan sekolah yang sangat ketat, yang dikenal sebagai School Food Standards.
Dari berbagai contoh negara percontohan tersebut, Tommy Kurniawan menyimpulkan bahwa hampir semua negara mengalami masalah masing-masing di fase awal implementasi program. Oleh karena itu, ia optimis bahwa Indonesia juga akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan secara berkelanjutan hingga tujuan program MBG tercapai.
Tommy Kurniawan menegaskan bahwa dirinya bukanlah sosok yang anti-kritik. Ia sangat memahami bahwa di negara demokrasi seperti Indonesia, kritik adalah hak yang sah dan dilindungi oleh undang-undang. Namun, ia menyayangkan jika kritik yang dilontarkan hanya bertujuan untuk menjatuhkan, memperkeruh suasana, atau bahkan menghina. Baginya, kritik yang membangun adalah kritik yang disertai dengan solusi dan saran konstruktif. Ia berpendapat bahwa kegaduhan yang timbul akibat kritik negatif dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak oportunis untuk mengadu domba masyarakat dan menghambat kemajuan bangsa.
Sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tommy Kurniawan berharap agar kritik yang muncul terhadap program MBG bersifat positif. Ia meyakini bahwa kritik yang membangun dapat menjadi "vitamin" bagi pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola program, demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Terakhir, Tommy Kurniawan mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk memiliki visi yang lebih maju ke depan dan terus berkontribusi secara positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Ia menekankan bahwa perpecahan dan pertikaian hanya akan membawa dampak buruk dan merusak citra negara di mata dunia. Kegaduhan yang diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab justru berpotensi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak memiliki niat baik untuk menghalangi Indonesia mencapai cita-citanya. Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi negara yang lebih baik dan maju di masa depan.
Ia menggarisbawahi bahwa potensi besar Indonesia untuk menjadi negara maju tidak akan terwujud jika masyarakatnya terpecah belah dan saling menjatuhkan. Justru dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, berbagai tantangan dapat diatasi. Program MBG, meskipun masih dalam tahap awal dan menghadapi berbagai dinamika, merupakan salah satu langkah strategis yang jika dijalankan dengan baik dan transparan, akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi generasi penerus bangsa. Kritik yang membangun, seperti yang ia sampaikan, adalah kunci untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Ia berharap agar dialog publik mengenai MBG dapat lebih difokuskan pada bagaimana program ini dapat dioptimalkan, bukan sekadar mencari kesalahan.
Perdebatan mengenai MBG ini merupakan cerminan dinamika demokrasi di Indonesia. Penting bagi semua pihak untuk melihat program ini secara holistik, mempertimbangkan tujuan mulia di baliknya, serta memberikan masukan yang konstruktif agar implementasinya semakin baik. Tommy Kurniawan, dengan pengalamannya di lapangan dan posisinya sebagai wakil rakyat, memberikan pandangan yang menyeimbangkan antara apresiasi terhadap niat baik program dan pengakuan atas tantangan yang ada. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi setiap program pembangunan. Dengan demikian, diharapkan program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anak Indonesia.

