0

Osasuna Vs Atletico: Los Colchoneros Menang 2-1 di El Sadar, Kokoh di Empat Besar Liga Spanyol

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah Osasuna di Stadion El Sadar pada Rabu (13/5/2026) dini hari WIB, semakin memantapkan posisi Atletico Madrid di zona empat besar klasemen La Liga. Gol-gol dari Ademola Lookman melalui titik penalti dan pemain pengganti Alexander Sorloth memastikan tiga poin berharga bagi Los Colchoneros, meskipun mereka harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain setelah Marcos Llorente diganjar kartu merah. Kiko Barja berhasil memperkecil ketertinggalan Osasuna di menit-menit akhir pertandingan, namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim tuan rumah dari kekalahan.

Kemenangan ini membawa Atletico Madrid mengukuhkan posisinya di peringkat keempat klasemen sementara La Liga dengan raihan 66 poin dari 36 pertandingan yang telah dilakoni. Keunggulan tiga poin atas Villarreal, yang masih memiliki satu pertandingan tunda melawan Sevilla, memberikan sedikit ruang bernapas bagi anak asuh Diego Simeone. Namun, persaingan di papan atas klasemen La Liga selalu sengit, dan Atletico harus tetap waspada di dua pertandingan sisa musim ini untuk memastikan tiket ke kompetisi Eropa bergengsi.

Di sisi lain, kekalahan ini membuat Osasuna gagal menembus jajaran sepuluh besar klasemen. Los Rojillos harus puas tertahan di posisi kesebelas dengan mengoleksi 42 poin. Jarak tiga poin dari Getafe yang menduduki peringkat ketujuh, posisi terakhir yang memberikan tiket ke kompetisi Eropa, membuat harapan Osasuna untuk berlaga di kancah Eropa musim depan semakin menipis. Mereka perlu meraup poin maksimal di dua laga sisa dan berharap hasil lain berpihak pada mereka.

Pertandingan antara Osasuna dan Atletico Madrid berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal. Keunggulan pertama Atletico datang di menit ke-15, berkat hadiah penalti yang diberikan wasit setelah bek kiri Osasuna, Javi Galan, melakukan pelanggaran handball di area terlarang. Ademola Lookman tampil sebagai algojo dan dengan tenang melepaskan tembakan kaki kanan mendatar yang mengecoh kiper Aitor Fernandez, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Atletico Madrid. Gol ini menjadi suntikan moral berharga bagi tim tamu.

Keunggulan Atletico baru berhasil digandakan memasuki menit ke-70. Pemain pengganti Alexander Sorloth menunjukkan ketajamannya dengan menyambut umpan silang dari Marcos Llorente. Tandukannya dari jarak dekat berhasil merobek jala gawang Osasuna, menggandakan keunggulan Atletico menjadi 2-0. Gol ini seolah memastikan kemenangan bagi Los Colchoneros.

Namun, keunggulan jumlah pemain yang dimiliki Atletico tidak bertahan lama. Kurang dari sepuluh menit setelah gol kedua, Marcos Llorente harus meninggalkan lapangan lebih awal. Pelanggaran keras yang dilakukannya terhadap Aimar Oroz membuat wasit terpaksa mengeluarkan kartu kuning kedua baginya, yang berarti kartu merah. Atletico pun harus melanjutkan sisa pertandingan dengan sepuluh pemain, sebuah situasi yang selalu memberikan keuntungan bagi tim lawan.

Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, Atletico Madrid berhasil menahan gempuran Osasuna yang berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Namun, di masa injury time, Osasuna akhirnya berhasil mencetak gol balasan. Kiko Barja menjadi pahlawan bagi tim tuan rumah dengan golnya yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol ini tercipta melalui skema serangan dari sisi kanan lapangan, di mana bola diteruskan dengan umpan tarik. Sodoran di tengah kotak penalti Atletico diterima dengan baik oleh Kiko Barja, yang tanpa ragu melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang Juan Musso. Meski demikian, gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Osasuna dari kekalahan.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tampaknya telah menerapkan strategi yang jitu, meskipun harus diakui bahwa timnya sempat berada dalam tekanan. Penggunaan pemain pengganti yang efektif, seperti Alexander Sorloth yang berhasil mencetak gol, menjadi salah satu kunci kemenangan. Namun, kartu merah yang diterima Marcos Llorente menjadi catatan penting yang perlu dievaluasi oleh tim pelatih agar tidak terulang di pertandingan krusial mendatang.

Bagi Osasuna, kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak. Tim asuhan Jagoba Arrasate ini telah menunjukkan perjuangan yang gigih, terutama di akhir pertandingan. Namun, beberapa momen krusial, seperti gol penalti di awal pertandingan dan kartu merah yang diterima Llorente yang kemudian tidak mampu dimaksimalkan sepenuhnya, menjadi faktor penentu hasil akhir. Mereka perlu segera bangkit dan fokus pada dua pertandingan sisa untuk mengakhiri musim dengan catatan yang lebih baik.

Analisis lebih mendalam terhadap jalannya pertandingan menunjukkan bahwa Atletico Madrid mampu mengendalikan permainan di sebagian besar waktu, terutama di babak pertama. Penguasaan bola yang baik dan serangan yang terukur menjadi senjata utama mereka. Gol penalti dari Lookman membuka jalan bagi mereka untuk bermain lebih tenang. Di babak kedua, masuknya Sorloth memberikan dimensi baru dalam serangan Atletico.

Sementara itu, Osasuna terlihat kesulitan untuk menembus pertahanan Atletico yang solid di awal pertandingan. Mereka lebih banyak mengandalkan serangan dari sisi sayap, namun akurasi umpan dan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim ini. Gol balasan di injury time menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk mencetak gol, namun konsistensi dalam menyerang perlu ditingkatkan.

Dari segi statistik, meskipun berita tidak merinci, dapat diasumsikan bahwa Atletico Madrid mungkin memiliki keunggulan dalam hal tembakan ke gawang atau penguasaan bola. Namun, faktor kartu merah menjadi variabel yang signifikan dalam data pertandingan.

Susunan pemain kedua tim juga patut dicermati. Osasuna menurunkan Aitor Fernandez di bawah mistar gawang, didukung oleh lini pertahanan yang dihuni Rosier, Boyomo, Catena, dan Javi Galan. Lini tengah diisi oleh Lucas Torro, Moncayola, dan Ruben Garcia, sementara lini depan mengandalkan Moi Gomez, Raul Moro, dan Budimir. Pergantian pemain yang dilakukan oleh Osasuna, seperti masuknya Kiko Barja yang kemudian mencetak gol, menunjukkan adanya upaya pelatih untuk mengubah jalannya pertandingan.

Di kubu Atletico Madrid, Juan Musso dipercaya menjaga gawang, dengan barisan pertahanan yang terdiri dari Ruggeri, Hancko, Marc Pubill, dan Marcos Llorente. Lini tengah diisi oleh Obed Vargas, Koke, dan Rodrigo Mendoza, yang kemudian digantikan oleh Le Normand. Lini depan diisi oleh trio Griezmann, Thiago Almada (yang kemudian digantikan Sorloth), dan Ademola Lookman. Keputusan Simeone untuk memasukkan Sorloth terbukti sangat tepat.

Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa La Liga musim ini masih menyimpan banyak kejutan. Atletico Madrid harus terus berjuang keras untuk mengamankan posisi mereka di empat besar, sementara Osasuna perlu menemukan performa terbaik mereka untuk meraih hasil yang lebih baik di sisa musim. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Atletico Madrid dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.