BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ajang paling akbar sepak bola dunia, Final Piala Dunia 2026, telah menyelesaikan paruh pertama pertandingannya yang mempertemukan dua raksasa sepak bola, Spanyol dan Argentina. Laga yang digelar di New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB ini, berakhir tanpa gol di babak pertama, dengan skor imbang 0-0. Pertandingan yang sangat dinanti ini, sayangnya, diwarnai oleh minimnya peluang berbahaya yang tercipta dari kedua tim, menciptakan suasana tegang namun kurang menggigit di lini serang.
Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad asuhan Luis de la Fuente ini tampil dominan dalam penguasaan bola, memaksa Argentina lebih banyak menelan ludah di area pertahanan mereka sendiri. Permainan keras diperagakan oleh La Albiceleste, dengan beberapa kali tekel yang cukup keras dilancarkan untuk menghentikan laju para pemain Spanyol. Taktik ini memang berhasil meredam beberapa serangan, namun juga berisiko memancing kartu dan bahkan cedera.
Peluang pertama yang cukup signifikan tercipta di menit kelima. Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang tampil memukau sepanjang turnamen, berhasil menemukan celah di lini pertahanan Argentina setelah melakukan umpan satu-dua brilian dengan Dani Olmo. Tendangan Yamal dari dalam kotak penalti berhasil ditepis dengan sigap oleh kiper Argentina, Emiliano Martinez, yang menjadi benteng terakhir timnya. Momen ini sempat membangkitkan harapan akan gol cepat, namun pertahanan Argentina yang solid di bawah komando Martinez mampu menahan gempuran tersebut.
Setelah momen awal yang menjanjikan bagi Spanyol, tempo permainan cenderung melambat. Kedua tim tampak berhati-hati dalam membangun serangan, enggan mengambil risiko yang berlebihan di awal pertandingan final. Minimnya peluang berbahaya yang tercipta membuat para penonton yang memadati New Jersey Stadium harus menahan napas lebih lama untuk menyaksikan gol pertama. Pertandingan lebih banyak diwarnai perebutan bola di lini tengah dan manuver-manuver taktis, tanpa ada dominasi yang jelas dari salah satu pihak dalam menciptakan ancaman nyata.
Argentina sendiri, meskipun lebih banyak bertahan, bukannya tanpa perlawanan. Sesekali mereka mencoba melepaskan serangan balik cepat, namun efektivitasnya masih jauh dari maksimal. Koordinasi lini serang mereka, yang dipimpin oleh duo Julian Alvarez dan Lionel Messi, belum menemukan ritme yang pas untuk membongkar pertahanan Spanyol yang terorganisir dengan baik. Peran para gelandang seperti Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister sangat krusial dalam menjaga keseimbangan tim, namun suplai bola ke lini depan masih belum optimal.
Peluang berbahaya kembali hadir di menit ke-38. Spanyol berhasil membangun serangan terstruktur dari sisi kiri. Bola akhirnya sampai di kaki Mikel Oyarzabal yang berdiri di depan kotak penalti. Tanpa berlama-lama, Oyarzabal melepaskan tendangan first time kaki kiri yang terukur. Namun, bola masih mengarah tepat ke pelukan Emiliano Martinez, yang kembali menunjukkan refleksnya yang luar biasa. Tendangan Oyarzabal ini merupakan salah satu dari sedikit tembakan terarah yang memaksa kiper Argentina bekerja keras di babak pertama.
Menjelang akhir babak pertama, tensi pertandingan semakin meningkat. Kartu kuning pertama dalam laga ini dikeluarkan untuk bek tangguh Argentina, Lisandro Martinez, pada menit ke-40. Ia diganjar kartu oleh wasit karena melakukan pelanggaran terhadap Oyarzabal di daerah lawan, sebuah keputusan yang menunjukkan betapa ketatnya duel di lapangan. Pelanggaran ini menjadi peringatan bagi kedua tim untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tekel.
Namun, insiden yang lebih merugikan Argentina terjadi di menit ke-43. Lisandro Martinez harus ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera paha kanan. Cedera yang dialami bek andalan ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Lionel Scaloni, mengingat perannya yang vital dalam menggalang pertahanan. Nicolas Otamendi masuk menggantikannya, namun absennya Lisandro Martinez tentu akan menjadi kehilangan besar bagi Argentina jika ia tidak bisa pulih segera. Kepergiannya dari lapangan menambah daftar pemain yang harus berjuang melawan cedera di pertandingan krusial ini.
Menjelang akhir babak pertama, Marc Cucurella sempat mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Meski bola berhasil melewati barisan pertahanan Argentina, namun sepakannya masih menyamping tipis dari gawang Emiliano Martinez. Tendangan ini menunjukkan bahwa Spanyol masih berusaha mencari cara untuk memecah kebuntuan sebelum jeda.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan. Kedua tim menampilkan permainan yang hati-hati namun penuh intensitas. Spanyol lebih mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, namun ketangguhan Emiliano Martinez dan pertahanan Argentina membuat mereka belum mampu mencetak gol. Argentina, di sisi lain, lebih banyak bertahan dan mencoba membangun serangan balik, namun juga belum efektif. Cedera Lisandro Martinez menjadi catatan penting di paruh pertama ini, dan kedua tim harus memutar otak untuk strategi di babak kedua demi meraih gelar juara dunia. Pertandingan ini menyisakan 45 menit penuh drama dan potensi kejutan di babak kedua.
Susunan pemain kedua tim di babak pertama adalah sebagai berikut:
Spanyol: Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.
Argentina: Emiliano Martinez; Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinezn (Nicolas Otamendi 43′), Cristian Romero, Gonzalo Montiel; Nico Gonzalez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul; Julian Alvarez, Lionel Messi.

