0

Larissa Chou Kasih Pesan Menohok, Gak Peduli Penilaian Orang soal Cerai

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Influencer ternama, Larissa Chou, kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah menjalani proses perceraian dengan suaminya, Ikram Rosadi. Keputusan ini menandai kali kedua bagi Larissa dalam menghadapi pahitnya perpisahan dalam sebuah pernikahan. Sebelumnya, pernikahan pertamanya dengan Alvin Faiz, putra dari almarhum Ustaz Arifin Ilham, juga berakhir di meja hijau pada tanggal 16 Juni 2021. Kini, empat tahun berselang, Larissa yang telah dikaruniai dua orang anak, kembali harus menghadapi sidang perceraian dalam pernikahannya dengan Ikram Rosadi yang baru berjalan tiga tahun.

Perempuan yang telah menjelma menjadi selebgram, influencer, dan penulis sukses ini, tidak pernah menutup mata dan telinga terhadap berbagai macam opini dan komentar yang beredar di masyarakat mengenai nasib rumah tangganya. Menyadari bahwa setiap langkahnya selalu diawasi dan dinilai oleh publik, Larissa memilih untuk tidak membiarkan hal tersebut merenggut kedamaiannya. Alih-alih, ia justru melontarkan pesan yang sangat tegas dan menohok kepada siapapun yang mencoba menyebarkan narasi negatif atau merusak reputasinya. "Aku tidak peduli dengan orang-orang yang mencoba menyebarkan kebohongan atau merusak reputasiku. Aku tidak membiarkan pendapat negatif mendefinisikan diriku. Aku lebih memilih kedamaian daripada harus membuktikan diri," demikian tulis Larissa Chou yang dapat dilihat dari unggahannya di akun Threads pribadinya pada hari Senin, 29 Juni 2026.

Larissa dengan penuh kesadaran menegaskan bahwa dirinya siap untuk menerima segala macam konsekuensi yang timbul dari keputusannya, termasuk pandangan negatif atau penilaian dari orang lain. Namun, ia dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan pernah membiarkan dirinya sendiri "diracuni" oleh perkataan dan pikiran orang lain. Ia memahami betul bahwa menjadi sosok yang dikenal publik berarti siap menerima berbagai macam respons, baik itu pujian maupun kritik. "Soal perceraianku, orang akan selalu berkomentar–baik itu pujian maupun kritik–dan aku menerimanya sebagai konsekuensi menjadi sosok yang dikenal publik," jelasnya. Ia menambahkan bahwa ia tidak memiliki waktu untuk terlibat dalam drama yang hanya akan membuang-buang energinya yang berharga.

Fokus utama Larissa saat ini adalah pada perannya sebagai seorang ibu yang baik bagi kedua buah hatinya. Ia ingin menjalani hidupnya dengan penuh kedamaian, tetap merasa bahagia, terus berkembang secara pribadi, menjaga penampilannya agar tetap cantik, dan membangun kehidupan yang benar-benar ia cintai. Baginya, hidup ini terlalu berharga untuk dihabiskan dengan hal-hal yang tidak produktif atau merusak kebahagiaan. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada semua orang untuk selalu memilih kebaikan dan menyebarkan hal-hal yang positif.

Di akhir ungkapannya yang penuh ketegasan dan kedamaian, Larissa Chou, yang juga dikenal sebagai penulis buku inspiratif "Rissa: Sebuah Pilihan Hidup", menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tiada henti kepadanya. Ia mendoakan agar setiap orang yang telah membersamainya dalam perjalanan hidupnya senantiasa menjalani hidup yang indah, penuh kedamaian, dan kebahagiaan. Ungkapannya ditutup dengan kalimat penuh kasih, "Sayang kalian selalu!"

Dalam situasi yang penuh dengan tekanan publik dan komentar negatif, ketegasan dan sikap positif Larissa Chou patut diacungi jempol. Ia menunjukkan bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak baru yang harus dihadapi dengan kekuatan dan fokus pada kebahagiaan diri sendiri serta anak-anak. Keputusannya untuk tidak terpengaruh oleh opini orang lain adalah sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional, terutama bagi figur publik yang selalu berada di bawah sorotan.

Proses perceraian yang dijalani Larissa Chou memang tidak lepas dari berbagai macam spekulasi dan komentar yang beragam dari masyarakat. Sebagai seorang figur publik yang dikenal luas, setiap aspek kehidupannya seringkali menjadi bahan perbincangan. Terlebih lagi, ini adalah perceraian kedua baginya, yang tentu saja akan memicu lebih banyak perhatian dan pertanyaan. Namun, Larissa telah menunjukkan kematangannya dalam menghadapi situasi ini. Ia tidak berusaha untuk membela diri atau mencari pembenaran atas keputusannya, melainkan memilih untuk fokus pada apa yang terpenting baginya saat ini: kedamaian batin, kebahagiaan anak-anak, dan pembangunan masa depan yang lebih baik.

Pesan yang disampaikan Larissa Chou melalui akun Threads-nya bukan hanya sekadar ungkapan perasaan pribadi, tetapi juga sebuah pernyataan sikap yang kuat. Ia ingin menegaskan bahwa dirinya memiliki kendali penuh atas hidupnya dan tidak akan membiarkan orang lain mendikte atau memengaruhi keputusannya. Sikap ini penting untuk dicontoh, terutama di era digital di mana informasi dan opini menyebar begitu cepat, terkadang tanpa dasar yang kuat. Kerap kali, narasi negatif atau gosip yang beredar dapat sangat memengaruhi kesehatan mental seseorang, apalagi jika mereka adalah figur publik yang rentan terhadap kritik.

Larissa Chou, dengan pengalaman hidupnya yang penuh lika-liku, telah belajar untuk memilah mana yang penting dan mana yang tidak. Ia menyadari bahwa tidak mungkin menyenangkan semua orang, dan mencoba untuk melakukannya hanya akan menguras energi dan kebahagiaan. Oleh karena itu, fokusnya untuk menjadi ibu yang baik, menjalani hidup yang damai, dan terus berkembang adalah prioritas utama. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan hidup.

Dalam konteks perceraian, pandangan masyarakat memang seringkali beragam. Ada yang bersimpati, ada yang menghakimi, dan ada pula yang apatis. Namun, Larissa telah memilih untuk tidak terjebak dalam arus penilaian tersebut. Ia memilih untuk fokus pada penyembuhan diri, kebahagiaan, dan masa depan. Sikap ini sangat krusial untuk proses pemulihan pasca-perceraian, di mana seseorang perlu mengumpulkan kembali kekuatan dan membangun kembali hidupnya.

Lebih jauh lagi, pesan Larissa Chou juga dapat diartikan sebagai seruan untuk lebih mengedepankan empati dan dukungan positif dalam masyarakat. Alih-alih menghakimi atau menyebarkan kebohongan, ia mengajak semua orang untuk memilih kebaikan dan menyebarkan hal-hal positif. Ini adalah pesan yang sangat relevan di tengah maraknya berita negatif dan drama yang kerap menghiasi media sosial.

Penulis buku "Rissa: Sebuah Pilihan Hidup" ini telah menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang kuat dan mandiri. Keputusannya untuk bercerai, meskipun sulit, adalah demi kebaikannya sendiri dan masa depan yang lebih baik. Ia tidak ragu untuk mengambil langkah yang diperlukan demi kebahagiaannya, dan itu adalah sesuatu yang patut dihargai.

Dukungan yang ia terima dari para penggemar dan orang-orang terdekat tentu menjadi kekuatan tersendiri baginya. Ucapan terima kasih dan doa yang ia sampaikan di akhir pesannya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang menghargai hubungan dan selalu berusaha menebar kebaikan.

Dalam dunia yang penuh dengan tekanan dan penilaian, sikap Larissa Chou ini menjadi pengingat bahwa prioritas utama adalah kedamaian batin dan kebahagiaan diri sendiri. Ia telah memilih untuk tidak membiarkan opini orang lain mendefinisikan dirinya, dan itu adalah pilihan yang sangat berani dan bijaksana. Dengan fokus pada perannya sebagai ibu, pertumbuhan pribadi, dan membangun kehidupan yang dicintai, Larissa Chou menunjukkan bahwa perceraian bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang penuh harapan dan potensi.

Pengalaman hidup Larissa Chou, termasuk dua kali proses perceraian, memberinya pelajaran berharga tentang kehidupan, hubungan, dan kekuatan diri. Ia telah belajar untuk tidak terlalu memikirkan omongan orang lain yang belum tentu benar dan lebih memilih untuk fokus pada kebahagiaan serta kedamaian batinnya. Pernyataannya ini menunjukkan bahwa ia telah mencapai titik di mana ia lebih menghargai ketenangan jiwa daripada validasi dari luar.

Larissa Chou juga menekankan pentingnya menjalani hidup yang bahagia dan terus berkembang. Ini adalah pesan yang kuat bagi siapa saja yang mungkin sedang menghadapi kesulitan dalam hidup. Ia ingin menunjukkan bahwa meskipun ada badai, selalu ada jalan untuk menemukan kebahagiaan dan terus bergerak maju. Fokus pada pengembangan diri, menjaga penampilan, dan membangun kehidupan yang dicintai adalah langkah-langkah positif yang dapat diambil untuk pemulihan dan pertumbuhan.

Pesan terakhirnya yang berisikan doa dan terima kasih kepada para pendukungnya menunjukkan sisi humanis dan rasa syukur yang mendalam. Ia tidak melupakan orang-orang yang telah ada untuknya, dan ini adalah sikap yang sangat mulia. Dengan mendoakan kebaikan bagi mereka yang telah mendukungnya, Larissa Chou menegaskan bahwa ia adalah pribadi yang selalu berusaha menebar energi positif.

Kesimpulannya, berita mengenai Larissa Chou yang memberikan pesan menohok dan tidak peduli penilaian orang soal cerai ini bukan sekadar gosip belaka, melainkan sebuah cerminan dari kekuatan mental dan kematangan emosional yang telah ia raih. Ia telah belajar untuk memprioritaskan kebahagiaan dan kedamaian dirinya sendiri, serta fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidupnya. Sikapnya ini patut diapresiasi dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin sedang berjuang dengan tantangan serupa.