0

Habib Usman bin Yahya Siapkan 26 Sapi Jumbo untuk Kurban Idul Adha

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Memasuki bulan Dzulhijjah, suasana menjelang Hari Raya Idul Adha semakin terasa khidmat. Umat Muslim di seluruh dunia bersiap untuk melaksanakan salah satu ibadah paling mulia, yaitu berkurban. Di tengah persiapan umat, figur publik yang juga merupakan tokoh agama, Habib Usman bin Yahya, tak ketinggalan dalam menyambut momen penuh berkah ini. Suami dari aktris Kartika Putri ini telah menunjukkan kesiapannya dengan mempersiapkan puluhan hewan kurban, khususnya sapi berukuran jumbo, yang akan disembelih di berbagai lokasi sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Persiapan matang ini tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban, melainkan juga menjadi bagian dari tradisi keluarga Habib Usman dalam menyebarkan kebaikan dan keberkahan di momen Idul Adha. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Habib Usman bin Yahya bersama keluarga besarnya telah melakukan serangkaian persiapan yang cukup intensif untuk memastikan kelancaran ibadah kurban tahun ini. Sapi-sapi kurban tersebut dijadwalkan akan mulai berdatangan dalam waktu dekat, menandakan keseriusan dan ketelitian dalam setiap tahapan persiapan. Proses penyembelihan hewan kurban ini sendiri akan dilaksanakan pada hari-hari tasyrik, yang merupakan hari-hari setelah Idul Adha, sesuai dengan anjuran dalam syariat Islam.

Habib Usman bin Yahya menjelaskan lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan penyembelihan. "Alhamdulillahirabbilalamin, persiapan kurban insyaallah sapi-sapi besok pada datang. Kita memotong di hari Kamis, di hari tasyrik. Jadi kan biasa tanggal 10, 11, 12, 13. Kita di tanggal 11," ujarnya saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Selasa (26/5/2026). Penetapan tanggal 11 Dzulhijjah sebagai hari pemotongan menunjukkan bahwa beliau telah merencanakan jadwal yang teratur dan sesuai dengan ajaran Islam. Pemilihan hari tasyrik untuk penyembelihan kurban ini memiliki makna tersendiri dalam syariat, di mana hari-hari tersebut merupakan hari-hari yang disunnahkan untuk berzikir dan beribadah.

Jumlah hewan kurban yang disiapkan oleh Habib Usman bin Yahya juga patut mendapat apresiasi. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 26 ekor sapi yang telah dipersiapkan untuk disembelih. Angka ini menunjukkan komitmen beliau untuk berbagi rezeki dan pahala kurban kepada lebih banyak penerima. "Insyaallah sapinya kurang lebih ada 26 sampai hari ini. 26 ekor, insyaallah," ungkapnya dengan penuh keyakinan. Kesiapan puluhan sapi ini tidak hanya mencerminkan kemampuannya dalam menyediakan hewan kurban, tetapi juga niat tulusnya untuk mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Lebih istimewa lagi, sapi-sapi kurban yang disiapkan oleh Habib Usman bin Yahya bukanlah sapi biasa. Beliau menekankan bahwa sapi-sapi tersebut memiliki bobot yang sangat besar, bahkan rata-rata mencapai satu ton. Beberapa di antaranya bahkan memiliki bobot hingga 1,2 ton. "Dan semua rata-rata beratnya 1 ton semua, dan ada yang 1,2 ton," jelasnya. Sapi berukuran jumbo ini tentu saja akan menghasilkan daging yang lebih banyak, yang nantinya dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemilihan sapi dengan bobot besar ini juga dapat diartikan sebagai bentuk kesungguhan dan keutamaan dalam berkurban, sebagaimana dianjurkan dalam Islam untuk berkurban dengan hewan yang terbaik.

Mengenai lokasi penyembelihan, Habib Usman bin Yahya telah merencanakan distribusi yang strategis dan merata. Sebagian besar hewan kurban akan disembelih di kawasan Cisarua, Puncak, Bogor, yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi. Namun, jangkauan distribusi tidak berhenti di situ. Hewan kurban juga akan disalurkan ke beberapa daerah lain, bahkan hingga ke rumah Kartika Putri di Palembang, serta ada rencana penyembelihan di kawasan Kampung Melayu. "Ada yang rencana mau memotong di Kampung Melayu, ada yang di rumahnya Kartika yang di Palembang. Ada, ada berbagai tempat," sambungnya. Keragaman lokasi penyembelihan ini menunjukkan upaya Habib Usman untuk memastikan bahwa manfaat ibadah kurban dapat dirasakan oleh sebanyak mungkin umat, baik di perkotaan maupun di daerah lain yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Usman bin Yahya tidak lupa untuk berbagi makna dan hikmah mendalam di balik ibadah kurban dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa kurban merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang memiliki keutamaan luar biasa. Bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan ikhlas, Allah SWT menjanjikan keberkahan rezeki yang berlimpah. "Hikmah kurban itu adalah yang pertama kita harus memahami bahwasanya itu adalah sunnahnya Baginda Nabi Muhammad sallallahualaihiwasallam. Siapa orang yang berkurban, maka insyaallah Allah berikan rezeki yang banyak, Allah lipatgandakan rezekinya, dan dihitung tuh dari darahnya, dagingnya, bulu-bulunya semuanya kita dapatkan pahala dari Allah," tuturnya. Penjelasan ini menggarisbawahi bahwa ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih berbagai keutamaan spiritual serta duniawi.

Habib Usman juga mengingatkan kembali tentang kisah inspiratif Nabi Ibrahim Alaihissallam dan putranya, Nabi Ismail Alaihissallam, yang menjadi dasar dari ibadah kurban. Kisah ini mengajarkan tentang pentingnya ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT, bahkan ketika harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintai. "Berkurban yang pertama kali itu adalah Nabi Ismail. Jadi Nabi Ismail itu pernah waktu zaman Nabi Ibrahim ayahnya, Nabi Ibrahim ingin menyembelih siapa? Nabi Ismail dengan perintah Allah, tapi diganti dengan kambing yang bagus," jelasnya. Peristiwa ini menjadi bukti nyata tentang pengorbanan demi ketaatan kepada Tuhan dan menjadi teladan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk penyerahan diri, rasa syukur, dan kepatuhan.

Lebih lanjut, Habib Usman bin Yahya menekankan bahwa inti dari ibadah kurban adalah penyerahan diri dan keikhlasan. "Pasrah, rela karena Allah subhanahuwataala bahwasanya berharap kita memberikan kambing kita atau sapi kita besok berkurban adalah bentuk daripada rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa taala dikasih rezeki. Nanti dilipatgandakan sampai satu tahun yang akan datang Allah jamin," lanjut Habib Usman. Beliau juga menegaskan bahwa ibadah kurban yang dilakukan dengan ikhlas, semata-mata karena perintah Allah dan Rasul-Nya, serta mengikuti jejak para nabi, akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda dan keberkahan yang berkelanjutan. Keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap amal ibadah, termasuk kurban, karena hanya dengan keikhlasanlah ibadah tersebut akan diterima oleh Allah SWT.

Dengan persiapan yang matang, niat yang tulus, dan pemahaman yang mendalam tentang makna ibadah kurban, Habib Usman bin Yahya memberikan contoh teladan yang baik bagi umat Muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Keberadaannya dalam menyebarkan kebaikan melalui ibadah kurban ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk turut serta dalam amalan mulia ini, demi meraih keberkahan dan ridha Allah SWT. Sapi-sapi jumbo yang telah disiapkannya menjadi simbol kemurahan hati dan kesungguhan dalam beribadah, sekaligus menjadi wujud nyata dari semangat berbagi di momen Idul Adha. Harapannya, ibadah kurban ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual dan mempererat tali persaudaraan antar sesama.