BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ferrari, produsen mobil sport legendaris yang identik dengan mesin bertenaga V8 dan V12 yang menggelegar, kini merambah era elektrifikasi dengan merilis mobil listrik (EV) pertamanya yang diberi nama Luce. Peluncuran ini menandai babak baru bagi Maranello, sebuah langkah berani yang tak hanya mengubah lanskap produk Ferrari, tetapi juga menantang persepsi umum tentang seperti apa sebuah Ferrari seharusnya terlihat dan terdengar di era modern. Dijual dengan harga fantastis mulai dari sekitar Rp 12 miliar, Luce bukan sekadar mobil listrik biasa, melainkan sebuah manifestasi visi masa depan Ferrari yang memadukan kemewahan, inovasi teknologi, dan tentu saja, performa yang tak tertandingi.
Desain Ferrari Luce adalah sebuah revolusi yang digarap oleh studio desain ternama, LoveFrom, yang dipimpin oleh Jony Ive dan Marc Newson. Nama-nama ini bukanlah asing bagi dunia teknologi dan desain, karena mereka adalah otak di balik estetika ikonik produk-produk Apple seperti iPhone dan Apple Watch. Kolaborasi dengan LoveFrom menghasilkan sebuah mahakarya desain yang sangat berbeda dari DNA desain Ferrari yang telah dikenal selama ini. Luce menampilkan konsep "glass house" yang bersih dan minimalis, dengan garis-garis aerodinamis yang mengalir lembut namun tegas. Salah satu ciri khas yang paling mencolok adalah sayap aerodinamis yang seolah melayang di bagian depan dan belakang mobil, menciptakan kesan futuristik dan fungsional. Pintu baris kedua yang menggunakan gaya "suicide doors" ala Rolls-Royce menambah sentuhan eksklusivitas dan kemewahan yang jarang terlihat pada mobil sport. Desain ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga dirancang secara cermat untuk mengoptimalkan aliran udara dan meningkatkan efisiensi aerodinamis, sebuah aspek krusial untuk performa mobil listrik.
Kaki-kaki Luce juga mendapatkan perhatian khusus, menampilkan velg berukuran raksasa yang belum pernah terpasang pada mobil jalan raya Ferrari sebelumnya. Velg berdiameter 23 inci di bagian depan dan 24 inci di bagian belakang memberikan postur yang kokoh dan agresif, sekaligus menunjang stabilitas dan handling mobil. Perubahan signifikan lainnya adalah kapasitas penumpangnya. Luce menjadi Ferrari pertama dalam sejarah yang mampu menampung lima orang sekaligus. Ini menunjukkan pergeseran strategi Ferrari yang tidak hanya berfokus pada performa murni untuk dua orang, tetapi juga menawarkan fungsionalitas yang lebih luas tanpa mengorbankan identitas sporty-nya.

Di balik kemasan yang revolusioner ini, tersembunyi jantung mekanis yang tak kalah mengagumkan. Ferrari dengan cerdas menolak penggunaan motor listrik pasaran. Sebaliknya, Luce dibekali dengan empat motor listrik radial flux yang dikembangkan secara mandiri di Maranello. Teknologi ini diadopsi langsung dari hypercar konsep Ferrari F80 dan mobil balap Formula 1 mereka, menunjukkan komitmen Ferrari untuk menghadirkan performa terbaik bahkan dalam platform listrik. Keempat motor ini ditempatkan secara strategis, satu di setiap roda, memungkinkan kontrol traksi dan distribusi tenaga yang presisi. Komitmen Ferrari terhadap kemandirian juga tercermin dalam pernyataan bahwa semua komponen dibuat secara mandiri (in-house). Hal ini bukan hanya demi mengontrol kualitas, tetapi juga untuk memastikan bahwa Ferrari dapat melakukan perbaikan dan pemeliharaan mobil ini hingga masa depan, demi melindungi nilai jual kembali Luce yang pastinya akan sangat tinggi.
Tenaga yang dihasilkan oleh powertrain listrik Luce sungguh mencengangkan. Motor listrik di bagian depan mampu menyemburkan tenaga sebesar 282 HP (210 kW), sementara motor listrik di bagian belakang memberikan dorongan yang jauh lebih besar dengan 831 HP (620 kW). Ketika keempat motor bekerja sama dalam mode "Boost Mode," Luce mampu memuntahkan tenaga kombinasi sebesar 1.035 hp. Angka ini, meskipun mengesankan, tidak serta merta menghilangkan kekhawatiran tentang bobot mobil listrik yang cenderung lebih berat akibat baterai besar. Luce memiliki bobot mencapai 2.260 kg, namun hal ini ternyata tidak menjadi penghalang bagi Ferrari Luce untuk memamerkan kecepatan yang luar biasa.
Performa akselerasi Luce tetap membuat geleng-geleng kepala. Berbekal empat motor listrik yang terintegrasi sempurna, Ferrari Luce mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 2,5 detik saja. Ini adalah angka yang setara dengan hypercar tercepat di dunia, membuktikan bahwa elektrifikasi tidak berarti kompromi pada performa kecepatan puncak. Bahkan dengan bobot yang hampir mencapai 2,5 ton, Ferrari menolak anggapan bahwa mobil ini akan terasa limbung. Mereka menyematkan teknologi suspensi aktif generasi ketiga yang merupakan turunan dari teknologi yang digunakan pada Ferrari F80. Selain itu, sistem independent 4-wheel steering memungkinkan keempat roda untuk berbelok secara independen, memberikan kelincahan yang luar biasa dalam berbagai kondisi berkendara. Ditambah dengan sistem Torque Vectoring yang dapat membagi tenaga ke setiap roda secara independen dalam hitungan milidetik, Ferrari mengklaim kelincahan mobil ini setara dengan mobil sport yang bobotnya 400 kg lebih ringan.
Proses pengembangan Luce sendiri memakan waktu yang tidak sebentar. Dikutip dari BBC, Chief Executive Ferrari, Benedetto Vigna, mengungkapkan bahwa Luce, yang berarti "cahaya" dalam bahasa Italia, membutuhkan waktu setengah dekade atau lima tahun untuk dikembangkan. Waktu yang panjang ini menunjukkan betapa seriusnya Ferrari dalam merancang dan mewujudkan visi mobil listrik mereka, memastikan setiap aspek, mulai dari desain hingga performa, benar-benar matang.

Salah satu tantangan terbesar dalam mengembangkan mobil listrik adalah menciptakan pengalaman suara yang memuaskan, yang seringkali hilang tanpa deru mesin pembakaran internal. Banyak pabrikan mobil listrik memilih jalan pintas dengan memanipulasi suara mesin melalui speaker di dalam kabin agar terdengar gahar. Namun, Ferrari menolak pendekatan "gimmick" semacam ini. Luce menggunakan alat pengukur getaran (akselerometer) presisi yang dipasang di poros roda belakang. Alat ini secara akurat menangkap getaran asli dari komponen yang berputar, lalu menyaring dan mengeraskannya melalui sistem khusus. Proses ini diklaim mirip dengan cara kerja gitar listrik, menghasilkan suara raungan mobil listrik yang autentik dan belum pernah terdengar sebelumnya. Keunggulan lainnya adalah suara ini dapat diatur volumenya oleh pengemudi, memberikan kontrol penuh atas pengalaman akustik berkendara.
Pertanyaan yang paling dinantikan tentu saja adalah berapa kocek yang harus dikeluarkan untuk menebus sebuah Ferrari Luce. Ferrari akan memulai pembukaan keran pemesanan di Eropa pada akhir tahun ini dengan harga mulai dari €520.000, atau setara dengan sekitar Rp 12 miliar. Angka ini mencerminkan posisi Luce sebagai produk eksklusif dan berteknologi tinggi dari salah satu merek otomotif paling prestisius di dunia. Bagi pasar Amerika Serikat dan wilayah global lainnya, unit Luce baru akan tersedia pada kuartal kedua tahun 2027, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para kolektor dan penggemar Ferrari di seluruh dunia untuk merasakan pengalaman berkendara listrik dengan sentuhan Maranello. Peluncuran Luce ini bukan hanya tentang merilis mobil listrik, tetapi juga tentang menegaskan kembali komitmen Ferrari terhadap inovasi, performa, dan kemewahan, sembari merangkul masa depan yang tak terhindarkan dari elektrifikasi.

