BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Nanda Persada, mantan manajer Sarwendah, mengungkapkan rasa herannya terhadap perubahan sikap mantan kliennya tersebut belakangan ini. Nanda, yang pernah ditunjuk langsung oleh Ruben Onsu untuk membentuk Sarwendah menjadi seorang public figure ketika keduanya masih berpacaran, merasa Sarwendah yang sekarang berbeda dengan sosok yang ia kenal. Pernyataannya ini muncul di tengah memanasnya perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang ramai diperbincangkan di media sosial. Nanda mengingatkan bahwa menjadi sorotan publik membawa konsekuensi dan tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.
"Aku heran sama sikap Wenda akhir-akhir ini. Wenda yang aku kenal nggak seperti sekarang. Kita sama-sama tahu sudah banyak kontroversi di medsosnya. Aku cuma mau ingetin, ada konsekuensi ketika kita jadi public figure. Ada tanggung jawab di situ," tegas Nanda saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Senin (8/6/2026). Pernyataan ini disampaikan Nanda dengan nada prihatin melihat dinamika rumah tangga Ruben dan Sarwendah yang kini menjadi konsumsi publik.
Kisah kedekatan Nanda dengan Sarwendah bermula dari perkenalannya dengan Ruben Onsu. Nanda menceritakan bahwa ia lebih dulu mengenal Ruben sebagai mantan kliennya. "Aku nggak kenal Sarwendah, aku kenal Ruben lama, mantan artis aku juga. ‘Pak titip pacar gue dong buat dimenejerin’," kenang Nanda menirukan ucapan Ruben kala itu. Momen ini terjadi setelah Sarwendah tidak lagi aktif bersama grup vokal Cherrybelle. Nanda kemudian mengambil alih peran manajer Sarwendah, membimbingnya tidak hanya di awal karier solo, tetapi juga mendampinginya melewati berbagai fase kehidupan, termasuk pernikahan dan memiliki anak. Hubungan profesional ini berlangsung cukup lama, mencakup masa-masa penting dalam perjalanan karier dan pribadi Sarwendah.
Nanda menjelaskan bahwa kala itu, Sarwendah memiliki modal kuat untuk menjadi seorang public figure. "Kelebihannya (Sarwendah saat itu) adalah exposure medianya bagus karena baru keluar dari Cherrybelle. Kedua dia lagi pacaran sama Ruben. Jadi memang nggak bisa dipungkiri. (Nama Ruben) sangat (berpengaruh besar)," ungkap Nanda. Kombinasi popularitas pasca-Cherrybelle dan hubungan asmara dengan Ruben Onsu yang kala itu sudah dikenal luas di dunia hiburan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun citra Sarwendah di mata publik. Nanda dan Ruben berkolaborasi untuk menciptakan citra yang positif dan menarik bagi Sarwendah sebagai penyanyi solo.
Fokus utama mereka saat itu adalah membentuk citra Sarwendah yang akan ditampilkan kepada publik. Nanda Persada dan Ruben Onsu sepakat untuk membangun citra Sarwendah sebagai seorang pribadi yang rendah hati, sederhana, menyenangkan, dan memiliki kepribadian yang baik. Pendekatan ini bertujuan agar Sarwendah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas sebagai seorang penyanyi solo yang memiliki daya tarik tersendiri, terlepas dari statusnya sebagai mantan anggota grup vokal yang populer. Taktik ini terbukti efektif, karena Sarwendah berhasil membangun basis penggemar yang solid dan terus eksis di industri hiburan tanah air.
Namun, seiring berjalannya waktu, kontrak kerja antara Nanda dan Sarwendah pun berakhir sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Nanda mengakui bahwa selesainya kontrak tersebut murni karena faktor waktu dan kesepakatan profesional, bukan karena adanya masalah atau ketidaksepakatan di antara mereka. Ia berharap agar seluruh permasalahan yang kini tengah dihadapi oleh Sarwendah dan Ruben Onsu dapat menjadi pelajaran berharga bagi keduanya. Terutama bagi Sarwendah, sebagai seorang figur publik, Nanda menekankan pentingnya menjaga sikap dan menyadari tanggung jawab yang melekat pada profesinya.
Nanda berpesan agar keduanya dapat belajar dari pengalaman ini dan tidak membiarkan ego mengendalikan diri. "Harus jadi pelajaran berharga, ego itu sudah harus dikesampingkan. Nggak ada menang dan kalah," tutup Nanda. Pesan ini tersirat sebagai harapan agar Sarwendah dan Ruben dapat menemukan solusi terbaik untuk permasalahan mereka, dengan mengedepankan kepentingan bersama, terutama dalam menjaga nama baik keluarga dan citra di mata publik.
Perjalanan Sarwendah sebagai public figure memang tidak lepas dari sorotan. Sejak awal kemunculannya, ia telah menjadi buah bibir, baik karena bakatnya maupun karena kisah pribadinya. Keputusannya untuk menapaki jalur karier solo setelah keluar dari Cherrybelle, yang kemudian diperkuat dengan hubungan asmaranya dengan Ruben Onsu, secara otomatis menempatkannya di bawah pengawasan publik. Nanda Persada, dengan pengalamannya yang luas di industri hiburan, tentu memahami betul dinamika tersebut. Ia menjadi saksi bagaimana Ruben Onsu berinvestasi waktu dan tenaga untuk membentuk Sarwendah menjadi sosok yang dicintai banyak orang.
Dalam wawancara tersebut, Nanda secara eksplisit menyatakan keheranannya terhadap perubahan sikap Sarwendah. Meskipun tidak merinci secara spesifik kontroversi yang dimaksud, ia mengindikasikan adanya tindakan atau ucapan Sarwendah di media sosial yang dianggapnya kurang bijak dan berpotensi menimbulkan masalah. Hal ini menjadi perhatian Nanda karena ia merasa Sarwendah yang sekarang tidak mencerminkan nilai-nilai dan citra yang pernah mereka bangun bersama. Sebagai seorang profesional yang pernah dekat dengan Sarwendah, Nanda merasa berkewajiban untuk mengingatkan tentang tanggung jawab moral dan etika yang harus dijaga oleh seorang figur publik.
Lebih jauh, Nanda menekankan bahwa menjadi public figure bukanlah sekadar mendapatkan popularitas dan keuntungan materi. Ada tanggung jawab yang lebih besar yang diemban, yaitu menjadi contoh bagi masyarakat, menjaga citra positif, dan berpikir panjang sebelum bertindak atau berbicara, terutama di ruang publik seperti media sosial. Ia menyadari bahwa setiap perkataan dan tindakan seorang figur publik dapat dengan cepat menyebar dan memberikan dampak yang signifikan, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, kehati-hatian dan kebijaksanaan menjadi kunci utama dalam mengelola eksistensi di dunia maya.
Nanda juga menyinggung peran Ruben Onsu dalam perjalanan karier Sarwendah. Ia mengungkapkan bahwa Ruben adalah sosok yang sangat berperan dalam mempromosikan dan melindungi Sarwendah. Dukungan Ruben yang besar, baik secara pribadi maupun profesional, menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Sarwendah di awal kariernya. Nanda melihat adanya perubahan dalam cara Sarwendah mengelola hubungannya dengan publik, yang kini terkesan kurang terkendali dan berpotensi merusak citra yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Perasaan prihatin Nanda semakin mendalam ketika melihat perselisihan antara Ruben dan Sarwendah menjadi konsumsi publik. Ia berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara internal dan bijaksana, tanpa harus melibatkan drama yang berkepanjangan di media sosial. Nanda percaya bahwa dengan mengesampingkan ego dan fokus pada solusi, Ruben dan Sarwendah dapat melewati masa sulit ini dengan baik. Ia juga berharap agar Sarwendah dapat merenungkan kembali pesannya dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpanya. Ke depan, diharapkan Sarwendah dapat kembali menjadi figur publik yang inspiratif dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat luas.

