0

Denada Ungkap Alasan Tak Hadiri Pernikahan Ressa Rossano: Prioritaskan Kebahagiaan Sang Anak

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen bahagia pernikahan anak pertama Denada, Ressa Rossano, tak bisa dihadiri langsung oleh sang ibu. Meskipun hubungan mereka semakin erat dan Denada berada di Jakarta pada saat acara tersebut berlangsung, ia memilih untuk tidak hadir demi memprioritaskan keinginan dan kenyamanan Ressa. Keputusan ini didasari oleh rasa kasih sayang seorang ibu yang ingin melihat putranya bahagia di hari istimewanya. Denada menjelaskan bahwa keinginannya untuk hadir secara fisik dan langsung di hari penting tersebut sangat besar, namun ia lebih mengutamakan apa yang diinginkan oleh Ressa.

"Sebenarnya aku bisa hadir, aku juga posisi ada di Jakarta kemarin itu pada saat pernikahan. Dan pastinyalah sebagai seorang ibu kalau ditanyain pengen nggak ada di situ secara fisik dan langsung, pasti ingin sekali," ungkap Denada saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada Jumat malam (24/4/2026). Pernyataan ini menunjukkan dilema yang dihadapi Denada sebagai seorang ibu, di mana keinginan pribadi harus sedikit dikorbankan demi kebahagiaan sang anak. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah mewujudkan impian Ressa di hari pernikahannya.

Denada melanjutkan, "Tapi buat aku yang paling penting prioritas aku sebagai seorang ibu, walaupun aku punya keinginan. Tapi aku pengin hari itu sesuai dengan yang dia inginkan, sesuai yang dia mau, sesuai dengan yang dia harapkan." Hal ini menunjukkan kedewasaan Denada dalam memandang peran orang tua, di mana kebahagiaan anak adalah segalanya. Ia percaya bahwa dengan mengikuti kemauan Ressa, ia dapat memberikan dukungan emosional yang paling berarti bagi putranya di momen krusial ini. Keputusan ini bukan berarti Denada tidak peduli, justru sebaliknya, ini adalah bentuk kepedulian yang mendalam.

Lebih lanjut, Denada memaparkan bahwa ia ingin bisa mewujudkan semua keinginan Ressa, bahkan jika itu berarti mengikuti arahan dari putranya. "Jadi aku ingin bisa meluluskan itu buat dia. Jadi apapun yang dia mau, apapun yang dia inginkan, walaupun mungkin mengikuti arahan dari Resa, aku mengikuti apa yang kira-kira sekiranya paling menyamankan buat dia, paling menyamankan dan membahagiakan buat dia," jelasnya. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman Denada akan pentingnya otonomi bagi Ressa dalam mengambil keputusan terkait hari pernikahannya. Ini adalah momen Ressa, dan Denada ingin memastikan bahwa semua berjalan sesuai dengan harapannya, tanpa ada paksaan atau ketidaknyamanan yang timbul dari kehadiran orang tua.

Meskipun tidak dapat hadir secara fisik, Denada tetap memberikan perhatian dan doa terbaik untuk Ressa. Ia mengungkapkan bahwa kado paling spesial yang bisa ia berikan adalah doa. "Kado buat Resa yang paling spesial adalah doa. Biarlah Resa yang tahu (kado lainnya)," katanya dengan senyum. Doa adalah bentuk dukungan spiritual yang tak ternilai harganya, dan Denada memastikan bahwa Ressa selalu berada dalam lindungan dan berkah Tuhan. Ia juga telah menjalin komunikasi dengan besan untuk mengatur silaturahmi di kemudian hari, menunjukkan niat baiknya untuk segera bertemu dengan menantu dan keluarga besar Ressa.

Denada juga sempat memuji kecantikan menantunya. "Aku sudah ngomong sama besan juga, aku kepengin ke sana, pengen ketemu langsung sama mantu, cantik masyallah. Aku bilang ‘Kamu cantik banget’," tuturnya. Pujian ini adalah bentuk penerimaan dan apresiasi Denada terhadap pasangan Ressa, yang semakin memperkuat ikatan keluarga baru. Harapannya adalah segera dapat bertemu langsung dengan keluarga baru sang anak dan mempererat hubungan.

Terakhir, Denada menyampaikan keinginannya untuk segera berkunjung ke Banyuwangi, tempat di mana ia ingin berziarah ke makam nenek Ressa, serta berkenalan lebih dekat dengan keluarga besar. "Terus aku bilang nanti insyallah segera bisa ke Banyuwangi, pengen ziarah juga ke Mama (Nenek), terus kepengin kenalan juga," pungkasnya. Rencana ini menunjukkan bahwa meskipun tidak hadir di hari pernikahan, Denada tetap memiliki keinginan kuat untuk terlibat dalam kehidupan Ressa dan keluarganya, serta menghormati leluhur. Keputusan Denada untuk tidak hadir di pernikahan Ressa Rossano adalah bukti nyata dari cinta seorang ibu yang mendalam, yang selalu mengutamakan kebahagiaan dan kenyamanan anaknya di atas segalanya. Ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana orang tua dapat mendukung anak-anak mereka dalam setiap tahapan kehidupan, bahkan ketika itu berarti membuat pilihan yang sulit.