0

Bamsoet Dorong City Rally Menjadi Agenda Wisata Otomotif Nasional dengan Dampak Luas bagi Ekonomi dan Budaya

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Anggota DPR RI yang juga memegang posisi strategis sebagai Ketua MPR RI ke-15, Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Ketua Volkwagen Beatle Club (VBC), Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Teladan Metropolitan City Rally (TMCR) 2026. Bamsoet melihat acara ini bukan sekadar ajang otomotif biasa, melainkan sebuah platform edukatif yang berhasil memadukan berbagai elemen penting: olahraga yang menantang, pariwisata yang memukau, pelestarian sejarah yang mendalam, serta penguatan rasa cinta masyarakat terhadap Kota Jakarta. Semua ini disajikan dalam rangka menyambut momen spesial Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta, menunjukkan sinergi yang kuat antara kecintaan pada otomotif dan apresiasi terhadap warisan kota.

Konsep city rally, yang secara khusus dirancang untuk mengajak para peserta menjelajahi berbagai kawasan bersejarah dan destinasi budaya yang kaya di Jakarta, menurut Bamsoet, merupakan sebuah terobosan. Ia melihatnya sebagai model kegiatan otomotif yang sangat relevan dengan arah pembangunan perkotaan modern saat ini. Pembangunan perkotaan modern yang semakin mengedepankan aspek edukasi, keselamatan berkendara yang menjadi prioritas utama, serta pemberdayaan ekonomi kreatif yang dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang baru, semuanya tercakup dalam konsep city rally ini. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bamsoet saat beliau secara resmi melepas para peserta Teladan Metropolitan City Rally 2026 dari halaman Balaikota Jakarta, pada hari yang sama berlangsungnya acara. Dalam acara pelepasan tersebut, turut hadir tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang dikenal luas di kalangan masyarakat, serta Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua IMI DKI Jakarta, Anando Eko. Kehadiran mereka semakin mengukuhkan pentingnya acara ini dan menunjukkan dukungan dari berbagai pihak terhadap pengembangan pariwisata otomotif di Indonesia.

"TMCR 2026 ini secara nyata telah membuktikan bahwa olahraga otomotif tidak hanya tentang kecepatan dan adu performa mesin, melainkan dapat dikemas secara cerdas sebagai sarana edukasi publik yang sangat efektif. Acara ini mampu memperkenalkan kekayaan sejarah Jakarta kepada masyarakat luas, sekaligus menghidupkan kembali sektor pariwisata yang terkadang luput dari perhatian, serta yang terpenting, mempererat tali kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat. Inilah yang saya sebut sebagai model baru kegiatan otomotif yang memiliki manfaat ganda, tidak hanya dari sisi sosial dan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan secara bersamaan," ujar Bamsoet dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilisnya pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Pernyataan ini menegaskan visi Bamsoet dalam melihat potensi olahraga otomotif sebagai instrumen pembangunan yang holistik.

Bamsoet kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai evolusi konsep city rally. Ia memaparkan bahwa kegiatan ini telah berkembang pesat menjadi salah satu bentuk sport tourism yang sangat diminati di berbagai belahan dunia. Berbeda dengan jenis balapan otomotif konvensional yang seringkali hanya mengutamakan aspek kecepatan semata, city rally memiliki pendekatan yang berbeda dan lebih komprehensif. Fokus utamanya adalah pada ketepatan navigasi yang membutuhkan kemampuan membaca peta dan arahan dengan cermat, disiplin berlalu lintas yang ketat untuk menjaga keselamatan, kemampuan peserta dalam membaca dan menginterpretasikan petunjuk perjalanan yang diberikan, kerja sama tim yang solid antar peserta, serta yang tidak kalah penting, pemahaman mendalam mengenai sejarah dan nilai-nilai budaya dari lokasi-lokasi bersejarah yang dilalui selama rute perjalanan. Pendekatan yang multifaset ini menjadikan city rally sebagai kegiatan yang inklusif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, menciptakan pengalaman yang kaya dan mendidik.

Konsep yang ditawarkan oleh city rally ini menjadikan kegiatan otomotif tersebut semakin terbuka dan ramah bagi partisipasi dari berbagai kalangan. Tidak hanya terbatas pada komunitas otomotif yang sudah ada, namun juga sangat menarik bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama, pelajar yang dapat belajar sejarah dan budaya secara langsung, hingga masyarakat umum yang penasaran ingin merasakan sensasi menjelajahi kota dengan cara yang berbeda. Fleksibilitas dan daya tarik yang luas ini menjadi salah satu kunci kesuksesan city rally sebagai sebuah format kegiatan yang relevan di era modern.

"Jakarta, sebagai ibu kota negara, memiliki catatan sejarah yang sangat panjang dan kaya, dihiasi dengan berbagai ikon budaya yang kuat dan memiliki signifikansi mendalam. Selain itu, infrastruktur yang memadai di kota ini juga sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti city rally. Oleh karena itu, TMCR ini menjadi sebuah momentum yang sangat tepat untuk secara efektif memperkenalkan Jakarta tidak hanya sebagai kota metropolitan yang modern dan dinamis, tetapi juga sebagai kota yang tetap teguh menghargai sejarahnya yang berharga dan identitas budayanya yang khas. Kegiatan seperti ini, yang mampu menggabungkan unsur olahraga, edukasi, dan promosi pariwisata, sudah sepatutnya dijadikan sebagai agenda tahunan yang konsisten dalam upaya kita untuk terus meningkatkan sektor sport tourism di seluruh penjuru Tanah Air," tutur Bamsoet dengan penuh keyakinan. Pernyataannya ini menggarisbawahi pentingnya konsistensi dan dukungan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi pariwisata otomotif di Indonesia.

Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan bahwa penyelenggaraan kegiatan otomotif yang dikemas secara edukatif dan berorientasi pada pariwisata memiliki dampak ekonomi yang sangat luas dan positif. Ribuan peserta yang terlibat, beserta keluarga dan komunitas mereka, akan secara aktif berinteraksi dengan berbagai destinasi wisata yang menjadi bagian dari rute, menikmati kekayaan kuliner lokal di berbagai pusat kuliner, menginap di hotel-hotel yang tersedia, melakukan aktivitas belanja di pusat perbelanjaan, hingga mendukung para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berada di sepanjang lintasan yang telah ditentukan. Efek domino ekonomi ini sangat signifikan.

Bamsoet mengutip berbagai pengalaman dari daerah lain yang telah sukses menyelenggarakan acara serupa. Setiap penyelenggaraan event otomotif, terutama yang dikemas dengan baik, terbukti mampu secara signifikan meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional. Peningkatan jumlah wisatawan ini pada gilirannya akan memperkuat perputaran ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan memberikan peluang bisnis bagi masyarakat setempat. Di sisi lain, industri otomotif nasional sendiri masih memegang peranan penting sebagai salah satu penyumbang utama bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari investasi yang terus mengalir, penyerapan tenaga kerja yang signifikan, serta kontribusi yang besar terhadap sektor manufaktur secara keseluruhan.

"Setiap event otomotif yang diselenggarakan, tanpa terkecuali, selalu berhasil menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang sangat positif bagi perekonomian. Sektor-sektor seperti perhotelan, restoran, transportasi, para pelaku UMKM, hingga berbagai sektor jasa lainnya akan merasakan manfaat yang besar dari meningkatnya mobilitas para peserta dan wisatawan yang hadir. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan inovatif seperti TMCR ini patut untuk terus didorong dan didukung agar dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya," pungkas Bamsoet, menutup pernyataannya dengan harapan besar terhadap masa depan pariwisata otomotif di Indonesia. Pernyataan ini menjadi penutup yang kuat, menekankan visi Bamsoet tentang potensi besar yang dimiliki oleh kegiatan otomotif yang terintegrasi dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kerakyatan.