BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ayu Aulia dengan tegas membantah keras tudingan miring yang menyebutkan bahwa dirinya harus menjalani operasi pengangkatan rahim akibat kerap melakukan aborsi. Dalam sebuah kesempatan wawancara, Ayu Aulia menjelaskan secara rinci kondisi kesehatan yang sebenarnya dialaminya, seraya meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di publik. Ia menekankan bahwa unggahannya di media sosial mengenai bahaya aborsi lebih bersifat edukasi, bukan pengakuan atas tindakan tersebut.
"Kalau aku, untuk yang pertama statement karena sering aborsi, itu sepertinya sudah saya terangin di semua Insta Story saya. Bahwasanya itu edukasi untuk para perempuan, jangan sampai seperti saya," ujar Ayu Aulia di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Ia menambahkan, "Saya cuma bilang sekarang banyak anak-anak di luaran sana yang living together, masih muda. Jadi hati-hati. Kalau aborsi itu menyebabkan yang fatal seperti ini." Penegasan ini penting untuk mengklarifikasi narasi yang salah dan melindungi reputasinya dari fitnah yang tidak berdasar.
Ayu Aulia mengakui bahwa di masa mudanya, ia pernah menjalani kehidupan yang dianggapnya "bebas" atau "nakal". Namun, ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik menjual diri atau "ani-ani". "Dulunya saya mungkin nakal, tapi saya bukan ani-ani. Tidak pernah ada price tag di dalam diri saya. Saya tidak dijual, not for sale, kecuali ginjal, nggak tahu harganya berapa ya," ucapnya dengan nada bercanda namun penuh makna, untuk menggambarkan bahwa orientasi hidupnya tidak pernah berpusat pada materi atau transaksi seksual. Penjelasannya ini bertujuan untuk membedakan antara gaya hidup yang dianggapnya bebas dengan tindakan yang merendahkan martabat.
Lebih lanjut, Ayu Aulia menjelaskan bahwa unggahannya yang menyangkut kondisi kesehatannya adalah sebuah bentuk peringatan bagi perempuan muda agar lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan. Ia ingin memberikan kesadaran akan konsekuensi dari gaya hidup yang berisiko. "Saya cuma bilang sekarang banyak anak-anak di luaran sana yang living together, masih muda. Jadi hati-hati. Kalau aborsi itu menyebabkan yang fatal seperti ini," tuturnya, menekankan potensi bahaya yang mengintai.
Inti dari penjelasan Ayu Aulia adalah kondisi medis yang dideritanya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan serius berupa tumor dan adenomiosis yang telah menyebar ke organ reproduksinya. Adenomiosis, sebuah kondisi medis yang dijelaskan Ayu, adalah keadaan di mana jaringan dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menembus lapisan otot rahim (miometrium). Pertumbuhan abnormal ini menyebabkan penebalan dan pembesaran rahim, yang seringkali menimbulkan rasa sakit dan komplikasi lainnya. "Di situ semua ada namanya tumor, adenomiosis dan lain-lain menyebar," lanjutnya, memberikan gambaran mengenai kompleksitas penyakitnya.
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Ayu Aulia, Herdiyan Saksono, turut angkat bicara untuk meluruskan isu yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keputusan pengangkatan rahim yang harus dijalani oleh kliennya murni didasarkan pada kondisi medis yang mendesak, bukan sebagai akibat dari riwayat aborsi yang berulang. "Karena ada tumor yang sudah menyebar ke saluran rahim. Jadi bukan karena kebanyakan aborsi," kata Herdiyan Saksono, yang kemudian dibenarkan langsung oleh Ayu Aulia. Pernyataan ini menjadi bukti kuat yang mengkonfrontasi tudingan negatif yang selama ini beredar.
Pihak kuasa hukum juga menyampaikan harapannya agar publik tidak serta-merta menggiring opini publik tanpa didasari oleh fakta medis yang jelas. Herdiyan Saksono menjelaskan bahwa penyakit tumor, termasuk yang diderita Ayu Aulia, dapat dipicu oleh berbagai faktor. Ia menyebutkan bahwa faktor genetik dan pola makan juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. "Jadi proses reproduksi ini nggak tahu dari mana. Tahu-tahu muncul gangguan di organ reproduksinya sehingga tumornya mesti diangkat," jelas Herdiyan Saksono. Ia menambahkan, "Akibatnya menyebar, kalau nggak diterusin diobati makin lama cancer, bahaya," tegasnya, menekankan urgensi penanganan medis yang tepat. Penjelasan ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyebab penyakit dan menghindari stigma yang tidak perlu. Dengan demikian, Ayu Aulia berharap agar publik dapat melihat kasusnya dari sudut pandang medis yang objektif, bukan berdasarkan asumsi atau gosip yang tidak berdasar.

