BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah gelombang perhatian publik yang kembali tertuju pada nama Sarwendah, teriring pula sorotan terhadap isu lama mengenai kepergiannya dari grup vokal Cherrybelle. Mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma, akhirnya angkat bicara mengenai dinamika yang terjadi di masa lalu tersebut. Anisa menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Sarwendah senantiasa harmonis, tanpa pernah diliputi masalah berarti, baik di masa mereka bersama di Cherrybelle maupun hingga kini. Ia mengilustrasikan bahwa dalam sebuah grup, gesekan atau perdebatan antar anggota adalah hal yang lumrah terjadi, namun hal tersebut tidak lantas merusak hubungan persahabatan yang terjalin. "Aku dari dulu sama Wendah benar-benar nggak ada problem apa-apa. Dari kita di Cherrybelle, ya kalau namanya konflik atau cekcok antar member itu kan sudah biasa ya. Aku pun juga pernah ada sama teman-teman, tapi kita semua akhirnya berteman," ujar Anisa Rahma saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Jumat, 12 Juni 2026.
Lebih lanjut, Anisa mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Sarwendah tetap terjalin lancar, bahkan baru-baru ini mereka sempat saling bertukar kabar dan memberikan dukungan. "Kemarin juga Wendah nge-chat, ‘Anisa gimana?’ terus aku juga, ‘Wendah, kamu juga gimana?’ Dia juga nanya aku kebakaran, aku juga nanya kondisi dia saat ini. Tapi kita saling nyemangatin aja," tuturnya dengan nada hangat, seraya menambahkan, "’Semangat ya sayang,’ gitu." Pernyataan ini membuktikan bahwa ikatan persahabatan mereka tetap kuat meskipun waktu dan jarak telah memisahkan.
Terkait dengan keputusan Sarwendah untuk meninggalkan Cherrybelle, Anisa mengaku tidak memiliki kapasitas untuk memberikan penjelasan mendalam. Namun, ia menekankan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di ranah manajemen grup. Menurut Anisa, manajemen memiliki pertimbangan tersendiri yang mendasari keputusan tersebut, dan manajemenlah yang memiliki otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan terkait anggota grup. "Tapi di sini aku melihatnya mungkin pada saat di Cherrybelle, bagi manajemen itu punya pertimbanganlah kenapa akhirnya sampai memutuskan untuk mengeluarkan Wendah. Tapi itu manajemen sih yang lebih punya hak," papar Anisa.
Anisa juga memberikan gambaran mengenai proses keluarnya Sarwendah dari Cherrybelle yang berlangsung dengan cepat. Ia mengenang bahwa keputusan tersebut disampaikan secara mendadak kepada para personel, tanpa melalui proses musyawarah atau meminta persetujuan mereka. "Cepat banget waktu itu. Iya, cepat banget," katanya. Anisa menjelaskan bahwa para anggota grup hanya menerima pemberitahuan mengenai keputusan tersebut, bukan diajak berdiskusi atau meminta persetujuan. "Kalau waktu itu nggak sih. Lebih bukan minta persetujuan, tapi lebih ke menyatakan," ungkap Anisa. Ia menirukan perkataan manajemen saat itu, "’Gini loh, kita sekarang punya keputusan seperti ini, kalian siap ya, nanti akan ada yang kita keluarin.’"
Menyikapi keputusan manajemen tersebut, Anisa dan anggota Cherrybelle lainnya hanya bisa menerima. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengubah atau menolak keputusan yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen. "Dan kita nggak bisa buat apa-apa. Kita kayak, ‘Oh gitu, berarti kurang personel dong.’ Lebih kayak gitu, pasrah aja. Karena semuanya manajemen yang atur sih," pungkas Anisa, menggarisbawahi bahwa seluruh aspek operasional dan keputusan strategis dalam grup berada di bawah kendali penuh manajemen. Pengakuan Anisa ini memberikan perspektif baru mengenai dinamika internal Cherrybelle dan bagaimana keputusan penting terkait anggota grup diambil di masa lalu.
Berita ini muncul di tengah berbagai isu yang tengah menghampiri Sarwendah, termasuk persoalan rumah tangga yang menjadi sorotan publik. Namun, Anisa Rahma memilih untuk fokus pada aspek persahabatan dan mengenang masa-masa indah mereka di Cherrybelle, sembari memberikan klarifikasi mengenai hubungannya dengan Sarwendah dan proses keluarnya Sarwendah dari grup yang pernah membesarkan nama mereka. Pernyataan Anisa ini sekaligus menepis spekulasi mengenai adanya konflik pribadi antara dirinya dan Sarwendah yang mungkin menjadi penyebab kepergian Sarwendah dari Cherrybelle. Sebaliknya, Anisa justru menekankan bahwa hubungan mereka tetap baik dan penuh dukungan, bahkan di tengah badai masalah yang dihadapi Sarwendah saat ini.
Keluarnya Sarwendah dari Cherrybelle memang menjadi salah satu momen penting dalam sejarah grup yang dikenal dengan lagu-lagu ceria dan energik tersebut. Sebagai salah satu anggota awal, kepergian Sarwendah tentu meninggalkan jejak tersendiri. Anisa Rahma, sebagai salah satu saksi mata, memberikan gambaran mengenai bagaimana keputusan tersebut dieksekusi. Pengakuan Anisa bahwa para personel tidak dimintai persetujuan, melainkan hanya diberitahu, menunjukkan betapa sentral peran manajemen dalam menentukan arah dan komposisi grup. Hal ini umum terjadi pada grup idola yang dikelola secara profesional, di mana keputusan bisnis dan strategis seringkali berada di tangan manajemen.
Lebih jauh lagi, Anisa menggambarkan suasana saat itu sebagai momen yang membuat para personel merasa pasrah. Frasa "berarti kurang personel dong" yang diucapkannya menggambarkan kekhawatiran dan ketidakpastian yang mungkin dirasakan oleh anggota yang tersisa. Ini menunjukkan bahwa meskipun keputusan tersebut berasal dari manajemen, dampaknya dirasakan langsung oleh para personel yang harus beradaptasi dengan perubahan komposisi grup. Pengalaman ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Anisa dan anggota Cherrybelle lainnya mengenai dinamika industri hiburan yang terkadang penuh ketidakpastian.
Penting untuk dicatat bahwa berita ini berasal dari tahun 2026, yang berarti kejadian mengenai keluarnya Sarwendah dari Cherrybelle terjadi beberapa tahun sebelum wawancara Anisa Rahma. Namun, isu ini kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat berkat situasi terkini yang melibatkan Sarwendah. Hal ini menunjukkan betapa sebuah isu lama dapat kembali relevan dan menarik perhatian publik ketika ada konteks baru yang mengaitkannya. Anisa Rahma, dengan keterbukaannya, memberikan perspektif yang berharga bagi para penggemar Cherrybelle dan publik yang ingin memahami lebih dalam tentang perjalanan grup tersebut.
Dalam konteks yang lebih luas, pengakuan Anisa Rahma juga dapat menjadi refleksi bagi industri musik secara umum, khususnya terkait dengan pengelolaan grup idola. Bagaimana keputusan mengenai anggota grup diambil, seberapa besar suara anggota dalam pengambilan keputusan tersebut, dan bagaimana dampaknya terhadap dinamika internal grup, adalah beberapa aspek yang patut diperhatikan. Kasus Cherrybelle, sebagaimana diceritakan oleh Anisa Rahma, memberikan gambaran bahwa peran manajemen sangat dominan dalam menentukan nasib sebuah grup dan anggotanya.
Selain itu, sikap Anisa Rahma yang tetap menjaga hubungan baik dengan Sarwendah, bahkan di tengah sorotan publik dan isu-isu yang berkembang, patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan kedewasaan dan nilai persahabatan yang ia pegang teguh. Dukungan yang saling diberikan antara Anisa dan Sarwendah, seperti yang diungkapkan Anisa, menjadi bukti bahwa meskipun mereka tidak lagi bersama dalam satu grup, ikatan emosional di antara mereka tetap terjaga. Hal ini memberikan sentuhan positif dalam sebuah cerita yang mungkin terkadang diwarnai oleh kontroversi.
Secara keseluruhan, berita ini tidak hanya melaporkan klarifikasi dari Anisa Rahma mengenai keluarnya Sarwendah dari Cherrybelle, tetapi juga menyajikan gambaran tentang dinamika internal grup, peran manajemen, dan pentingnya menjaga hubungan persahabatan di tengah gejolak industri hiburan. Anisa Rahma, dengan kesaksiannya, turut memperkaya narasi seputar Cherrybelle dan para mantan personelnya, memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada publik.
Perlu diingat kembali bahwa tahun wawancara ini adalah 2026, dan kejadian keluarnya Sarwendah dari Cherrybelle terjadi jauh sebelumnya. Namun, seperti yang dijelaskan Anisa, topik ini kembali relevan dan menjadi perbincangan publik berkat situasi terkini yang melingkupi Sarwendah. Dengan demikian, Anisa Rahma hadir sebagai sumber informasi yang dapat mengklarifikasi dan memberikan konteks historis mengenai salah satu momen penting dalam perjalanan karir Sarwendah dan Cherrybelle. Keberanian Anisa untuk buka suara dan berbagi pengalamannya patut diapresiasi, karena hal tersebut membantu publik memahami secara lebih utuh berbagai aspek yang membentuk perjalanan para artis di dunia hiburan.

