Jakarta – Panggung Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 18 telah mencapai puncaknya dengan drama yang tak terduga, bahkan sebelum babak Regular Season usai sepenuhnya. Sebuah pengumuman mengejutkan telah memecah ketegangan, secara definitif menentukan tim-tim yang berhak melaju ke babak Playoff dan tim-tim yang harus mengubur mimpi mereka meraih gelar juara. Keputusan ini datang lebih awal dari yang diperkirakan, menandai sebuah titik balik penting dalam sejarah kompetisi esports paling bergengsi di Indonesia.
Dari hasil pertandingan yang berlangsung sengit di pekan kedelapan Regular Season, tiga tim telah secara resmi mengamankan posisi mereka di Playoff. Di sisi lain, bersamaan dengan kabar gembira tersebut, tiga tim lainnya harus menerima kenyataan pahit bahwa perjalanan mereka di MPL ID S18 telah berakhir, tereliminasi dari perebutan gelar juara. Dinamika ini menciptakan gelombang kejutan dan diskusi hangat di kalangan komunitas dan penggemar esports.
“Klasemen penutup minggu ke-8. 3 tim seketika masuk ke babak Playoff setelah BTR mengalahkan DEWA di penghujung match hari ini. 3 tim tersebut yaitu EVOS, BTR dan ONIC. Selain itu, DEWA, RRQ, Dan GEEK Fam harus tersingkir dari perebutan babak Playoff,” demikian pernyataan resmi yang diunggah oleh akun media sosial MPL Indonesia, sebagaimana dikutip oleh detikINET pada Senin, 12 Oktober 2026. Pengumuman ini sontak menjadi topik utama pembicaraan, terutama karena melibatkan nama-nama besar yang memiliki sejarah panjang di kancah MPL ID.
Tiga Tim yang Mengukir Sejarah Awal: EVOS, Bigetron Alpha, dan ONIC Esports
Kabar baik datang untuk EVOS Legends, Bigetron Alpha (BTR), dan ONIC Esports. Ketiga tim ini telah menunjukkan konsistensi dan performa luar biasa sepanjang Regular Season S18, yang memungkinkan mereka mengamankan tiket Playoff lebih awal.
EVOS Legends, yang dikenal dengan julukan "Macan Putih," kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu tim terkuat di liga. Dengan roster yang solid dan strategi yang matang, mereka berhasil mengatasi berbagai tantangan dan mempertahankan posisi di papan atas klasemen. Pengamanan slot Playoff lebih awal memberikan EVOS keuntungan strategis untuk mulai mempersiapkan diri dan merancang taktik khusus untuk fase gugur yang lebih intens.
Bigetron Alpha, atau BTR, juga berhasil mengamankan posisinya berkat kemenangan krusial mereka. Kemenangan atas Dewa United Esports di pertandingan penutup pekan kedelapan menjadi penentu yang membawa mereka ke babak selanjutnya. Ini menunjukkan kegigihan dan semangat juang BTR yang tidak pernah padam, membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan. Bagi BTR, ini adalah hasil dari kerja keras dan adaptasi yang berkelanjutan sepanjang musim.
Sementara itu, ONIC Esports, sang juara bertahan, sekali lagi membuktikan dominasinya. Dengan performa yang hampir sempurna dan roster bertabur bintang, ONIC telah lama diprediksi akan menjadi salah satu kandidat kuat Playoff. Pengamanan slot lebih awal menegaskan status mereka sebagai tim yang paling konsisten dan menjadi ancaman serius bagi setiap lawan di Playoff. Ini juga memberikan mereka kesempatan untuk menguji strategi baru dan menjaga kondisi prima sebelum pertarungan sesungguhnya dimulai.
Bagi ketiga tim ini, lolos Playoff lebih awal bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga kesempatan untuk mengatur ulang fokus. Mereka dapat menggunakan sisa pertandingan Regular Season untuk bereksperimen, mengistirahatkan pemain kunci, atau bahkan "menyembunyikan" strategi andalan mereka dari tim-tim lain yang masih berjuang mati-matian untuk mendapatkan slot.
Pukulan Telak: Tiga Tim yang Harus Tersingkir
Di sisi lain spektrum, tiga tim harus menelan pil pahit kekalahan dan tersingkir dari persaingan gelar juara MPL ID S18. Dewa United Esports, RRQ Hoshi, dan Geek Fam menjadi tim-tim yang harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat. Keputusan ini tentu saja meninggalkan kekecewaan mendalam, terutama bagi para penggemar yang setia mendukung mereka.
RRQ Hoshi: Raja yang Terluka
Salah satu berita paling mengejutkan dan menjadi sorotan utama adalah eliminasi RRQ Hoshi. Tim yang sering dijuluki "Raja dari Segala Raja" (King of Kings) ini, dengan sejarah panjang gelar juara dan basis penggemar yang masif, harus merasakan pahitnya tidak lolos ke Playoff. Ini adalah momen yang sangat langka dan mungkin menjadi salah satu musim terburuk dalam sejarah RRQ Hoshi di MPL ID.
Performa RRQ Hoshi pada pekan kedelapan memang tidak menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang diharapkan. Mereka harus mengakui ketangguhan Team Liquid ID dengan skor telak 0-2, dan kemudian tumbang di tangan ONIC Esports dengan skor 1-2 dalam pertandingan yang sengit. Kekalahan-kekalahan ini semakin mengukuhkan posisi mereka di dasar klasemen, membuat harapan untuk lolos Playoff pupus.
Sepanjang musim S18, RRQ Hoshi terlihat kesulitan menemukan konsistensi dan sinergi tim yang menjadi ciri khas mereka. Perubahan roster, adaptasi terhadap meta game yang terus berkembang, dan tekanan besar dari ekspektasi penggemar tampaknya menjadi beban yang terlalu berat. Mereka menduduki posisi juru kunci, urutan kesembilan, dengan rekor pahit hanya tiga kemenangan dan sebelas kekalahan. Bagi tim sebesar RRQ, yang memiliki sejarah panjang dengan gelar juara dan menjadi ikon esports Mobile Legends, tersingkirnya mereka dari Playoff adalah pukulan telak yang akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi manajemen dan seluruh tim. Penggemar RRQ Hoshi, yang dikenal dengan loyalitasnya, pasti merasakan kesedihan yang mendalam, namun juga berharap tim kesayangan mereka dapat bangkit lebih kuat di musim mendatang.
Dewa United Esports: Harapan yang Meredup
Dewa United Esports, tim yang relatif lebih baru di MPL ID dibandingkan RRQ, juga harus merasakan nasib serupa. Meskipun sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal musim, mereka gagal mempertahankan momentum dan harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh.
Pada pekan kedelapan, Dewa United Esports mengalami dua kekalahan krusial. Mereka kalah dari EVOS Legends dengan skor 1-2 dan kemudian dihajar oleh tim pemuncak klasemen, NAVI, dengan skor 0-2. Kekalahan-kekalahan ini memperburuk posisi mereka di klasemen dan secara matematis menutup peluang mereka untuk melaju ke babak Playoff. Dewa United Esports mengakhiri perjalanan mereka di urutan ketujuh dengan lima kemenangan dan sepuluh kekalahan. Bagi mereka, ini adalah musim pembelajaran yang penting, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di MPL ID dan perlunya konsistensi di setiap pertandingan. Meskipun gagal lolos, pengalaman di S18 akan menjadi bekal berharga untuk musim-musim berikutnya.
Geek Fam: Perjuangan yang Tak Cukup
Geek Fam adalah tim ketiga yang harus tersingkir. Meskipun mereka dikenal sebagai tim yang kadang memberikan kejutan, performa mereka sepanjang S18 belum cukup untuk mengantarkan mereka ke Playoff.
Menariknya, Geek Fam sebenarnya tampil lebih baik di pekan kedelapan dibandingkan Dewa United dan RRQ. Mereka berhasil meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas EVOS Legends pada hari Minggu, 11 Oktober 2026. Kemenangan ini menunjukkan potensi yang dimiliki Geek Fam, namun sayangnya, sudah "terlalu sedikit, terlalu terlambat." Meskipun berhasil mengalahkan salah satu tim kuat, akumulasi kekalahan di pertandingan-pertandingan sebelumnya telah membuat posisi mereka di klasemen tidak dapat diubah. Geek Fam menduduki urutan kedelapan dengan empat kemenangan dan sepuluh kekalahan, secara matematis mustahil untuk mengejar tim-tim di atas mereka. Perjalanan Geek Fam di S18 berakhir dengan kepala tegak, namun tetap dengan rasa pahit karena tidak dapat melangkah lebih jauh.
Struktur Playoff dan Tim yang Tersisa
Untuk diketahui, dari total sembilan tim yang berpartisipasi dalam MPL ID S18, hanya enam tim teratas yang berhak melaju ke babak Playoff. Ini berarti tiga tim yang menempati peringkat tujuh, delapan, dan sembilan (Dewa United Esports, Geek Fam, dan RRQ Hoshi) secara otomatis tereliminasi dan harus menghapus harapan mereka meraih gelar juara musim ini.
Dengan EVOS, BTR, dan ONIC telah mengamankan slot mereka, serta Dewa, RRQ, dan Geek Fam yang telah tereliminasi, ini berarti tiga tim lain dari liga yang tidak disebutkan dalam pengumuman sebagai "lolos" atau "tersingkir" (seperti NAVI dan Team Liquid ID yang disebutkan mengalahkan Dewa dan RRQ, serta satu tim lainnya yang melengkapi sembilan slot) secara otomatis mengisi tiga slot tersisa di babak Playoff. Meskipun status mereka belum "diumumkan" secara dramatis, posisi mereka di klasemen cukup aman untuk melanjutkan ke babak selanjutnya. Ini menandakan bahwa persaingan di papan atas memang sangat ketat, dengan beberapa tim berhasil memisahkan diri lebih awal.
Menuju Babak Playoff: Surabaya Menanti Puncak Drama
Dengan daftar tim yang lolos dan tidak lolos telah diputuskan, sorotan kini beralih sepenuhnya ke babak Playoff. Fase gugur ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 4 November 2026. Puncak dari seluruh kompetisi, Grand Final, akan dilangsungkan pada tanggal 8 November 2026.
Yang lebih menarik, babak Grand Final akan diselenggarakan secara offline di Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Pemilihan lokasi ini tentu akan membawa atmosfer yang berbeda, dengan ribuan penggemar yang siap memadati venue untuk menyaksikan tim favorit mereka bertarung memperebutkan gelar juara dan trofi bergengsi MPL ID S18. Energi dari penonton secara langsung diharapkan akan menambah semangat para pemain dan menciptakan momen-momen tak terlupakan.
Musim ini telah membuktikan bahwa MPL ID selalu penuh dengan kejutan dan drama. Dari dominasi tim-tim papan atas hingga perjuangan pahit tim-tim legendaris, setiap pertandingan membawa cerita tersendiri. Kini, dengan enam tim terbaik siap bertarung di Playoff, komunitas Mobile Legends di Indonesia dapat menantikan serangkaian pertandingan epik yang akan menentukan siapa yang layak menjadi juara MPL ID Season 18. Perjalanan RRQ Hoshi, Dewa United, dan Geek Fam mungkin telah berakhir, tetapi warisan dan pelajaran dari musim ini akan terus hidup, membentuk narasi untuk musim-musim mendatang.
(hps/fay)
