0

Temui Kemendikdasmen, PP Rifa’iyah Dorong Penguatan Pendidikan dan Sejarah KH Ahmad Rifa’i

Share

Pimpinan Pusat (PP) Rifa’iyah bersama Pimpinan Pusat Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) melakukan langkah strategis dengan menggelar audiensi resmi di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis (30/7). Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan menjadi momentum krusial bagi Rifa’iyah untuk menyodorkan cetak biru pengembangan pendidikan nasional yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal. Delegasi yang hadir dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Rifa’iyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, MA, didampingi Sekretaris Jenderal PP Rifa’iyah, H. Saeful Arif, SH., M.Kn., serta Ketua Umum AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd. AH., bersama jajaran pengurus pusat dan perwakilan wilayah Jabodetabek. Pihak Kemendikdasmen diwakili oleh Prof. Biyanto selaku Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga.

Dalam pertemuan tersebut, Rifa’iyah secara resmi menyerahkan "Naskah Akademik Usulan Kerja Sama Strategis Pengembangan Pendidikan Dasar dan Menengah". Dokumen komprehensif ini dirancang sebagai landasan operasional bagi kolaborasi antara ormas Rifa’iyah dengan pemerintah. Fokus utama naskah tersebut mencakup peningkatan mutu pendidikan secara holistik, penguatan kompetensi tenaga pendidik, percepatan digitalisasi sistem pembelajaran di sekolah-sekolah berbasis pesantren, hingga penguatan pendidikan karakter yang berakar pada nilai-nilai moderasi dan keindonesiaan. Bagi Rifa’iyah, pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompetitif dan digital.

Temui Kemendikdasmen, PP Rifa’iyah Dorong Penguatan Pendidikan dan Sejarah KH Ahmad Rifai

Salah satu poin substansial yang diangkat dalam audiensi ini adalah urgensi memasukkan figur dan pemikiran KH Ahmad Rifa’i ke dalam kurikulum sejarah nasional. Sekretaris Jenderal PP Rifa’iyah, H. Saeful Arif, menegaskan bahwa sosok KH Ahmad Rifa’i adalah pilar penting dalam sejarah perjuangan bangsa yang selama ini kiprahnya masih perlu mendapatkan porsi lebih besar dalam literasi pendidikan formal di Indonesia. KH Ahmad Rifa’i, yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, dikenal bukan hanya sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai intelektual revolusioner yang menggunakan pena dan kitab sebagai senjata untuk melawan kolonialisme. Pemikiran beliau yang tertuang dalam ratusan karya tulis, baik dalam bentuk nazam maupun prosa, mengandung nilai-nilai patriotisme, kemandirian, dan etika sosial yang sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi Z dan Alpha saat ini.

Lebih lanjut, Rifa’iyah memandang bahwa memasukkan materi KH Ahmad Rifa’i dalam pembelajaran sejarah nasional merupakan bentuk penghargaan sekaligus edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya peran ulama dalam kemerdekaan. KH Ahmad Rifa’i tidak hanya berjuang melalui dakwah, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan intelektual masyarakat. Nilai-nilai perjuangan yang beliau tanamkan, seperti keberanian menegakkan kebenaran (amar ma’ruf nahi munkar) dan semangat melawan ketidakadilan, merupakan esensi dari pendidikan karakter yang sangat dibutuhkan untuk membangun integritas generasi masa depan bangsa. Dengan masuknya pemikiran beliau ke dalam kurikulum, diharapkan siswa di Indonesia memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejarah perjuangan bangsa dari perspektif ulama-pejuang.

Di sisi lain, Ketua Umum AMRI, Abdul Kholiq, menyoroti kontribusi nyata Rifa’iyah dalam ekosistem pendidikan nasional. Dengan ribuan lembaga pendidikan, madrasah, dan pesantren yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, Rifa’iyah telah lama menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Abdul Kholiq menjelaskan bahwa AMRI, sebagai sayap pemuda, memiliki misi untuk memodernisasi manajemen pendidikan Rifa’iyah tanpa menghilangkan akar tradisionalnya. "Kami memiliki infrastruktur pendidikan yang luas, dan kami siap berakselerasi dengan Kemendikdasmen untuk memastikan bahwa setiap santri dan siswa di lembaga kami mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini," ujar Abdul Kholiq.

Temui Kemendikdasmen, PP Rifa’iyah Dorong Penguatan Pendidikan dan Sejarah KH Ahmad Rifai

Lebih jauh, Abdul Kholiq menegaskan bahwa bagi warga Rifa’iyah, KH Ahmad Rifa’i bukan sekadar pahlawan nasional, melainkan "Pahlawan Revolusioner". Julukan ini merujuk pada strategi beliau dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda melalui jalur pendidikan dan literasi. Di tengah tekanan kolonial, beliau berhasil mengorganisir masyarakat melalui jaringan pengajian yang kemudian bertransformasi menjadi pusat-pusat pendidikan. Semangat revolusioner inilah yang terus dijaga oleh AMRI sebagai energi untuk memajukan pendidikan nasional. Melalui sinergi dengan Kemendikdasmen, Rifa’iyah berharap dapat mengintegrasikan program-program nasional dengan keunggulan khas pesantren, sehingga tercipta model pendidikan yang unggul secara akademik namun tetap memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh keakraban, Prof. Biyanto dari pihak Kemendikdasmen menyambut baik usulan-usulan yang disampaikan oleh delegasi Rifa’iyah. Beliau mengapresiasi langkah konkret ormas ini dalam menyusun naskah akademik yang komprehensif. Pihak kementerian menekankan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan elemen masyarakat, terutama dalam hal penguatan pendidikan karakter dan sejarah. Hal ini selaras dengan agenda besar Kemendikdasmen untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang berbasis pada sejarah lokal yang kuat. Dialog ini juga menyinggung tentang pentingnya digitalisasi pendidikan agar sekolah-sekolah di bawah naungan Rifa’iyah tidak tertinggal dalam arus kemajuan teknologi, namun tetap mampu menjaga jati diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang moderat.

Menanggapi usulan mengenai kurikulum sejarah, pihak Kemendikdasmen menyatakan bahwa pemerintah akan meninjau lebih lanjut mengenai teknis pengintegrasian tokoh-tokoh pahlawan nasional ke dalam materi ajar. Proses ini tentunya memerlukan kajian mendalam dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk para pakar sejarah dan praktisi pendidikan. Namun, inisiatif dari Rifa’iyah ini dinilai sebagai langkah positif yang patut didukung. Pemerintah menyadari bahwa narasi sejarah yang inklusif—yang menyertakan kontribusi berbagai kelompok masyarakat termasuk ulama—sangat penting untuk membangun rasa kebangsaan yang lebih solid di kalangan pelajar.

Temui Kemendikdasmen, PP Rifa’iyah Dorong Penguatan Pendidikan dan Sejarah KH Ahmad Rifai

Ke depan, Rifa’iyah berkomitmen untuk terus mengawal gagasan-gagasan yang telah disampaikan dalam audiensi ini. Tidak berhenti pada pertemuan, PP Rifa’iyah berencana untuk membentuk tim teknis yang akan bekerja sama dengan pihak Kemendikdasmen dalam mematangkan poin-poin kerja sama tersebut. Fokusnya adalah pada implementasi nyata, baik berupa pelatihan guru, penyusunan modul pembelajaran, hingga penguatan tata kelola sekolah. Rifa’iyah meyakini bahwa dengan bersinergi, hambatan-hambatan dalam dunia pendidikan, seperti ketimpangan kualitas antara daerah perkotaan dan pelosok, dapat diatasi secara bertahap.

Selain itu, dalam aspek pengembangan kompetensi guru, Rifa’iyah berharap adanya keterlibatan Kemendikdasmen dalam memberikan pendampingan berkelanjutan bagi para pendidik di lingkungan Rifa’iyah. Mengingat pesatnya perubahan kurikulum dan metode pengajaran, peran pemerintah sebagai regulator sekaligus fasilitator sangatlah krusial. Guru-guru di lembaga Rifa’iyah diharapkan tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam teknologi informasi dan metode pengajaran yang inovatif. Hal ini sejalan dengan visi Rifa’iyah untuk mencetak generasi yang "Berilmu, Berkarakter, dan Berdaya Saing".

Pertemuan di kantor Kemendikdasmen ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antara organisasi masyarakat dengan birokrasi pemerintahan. Rifa’iyah, sebagai organisasi yang berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan prinsip-prinsip perjuangan KH Ahmad Rifa’i, menegaskan posisinya sebagai mitra pemerintah yang setia dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kontribusi Rifa’iyah dalam dunia pendidikan adalah wujud nyata dari pengabdian organisasi terhadap nusa dan bangsa. Dengan semangat gotong royong, Rifa’iyah optimistis bahwa berbagai tantangan pendidikan yang ada saat ini dapat diselesaikan bersama melalui kebijakan yang tepat dan implementasi yang terukur.

Temui Kemendikdasmen, PP Rifa’iyah Dorong Penguatan Pendidikan dan Sejarah KH Ahmad Rifai

Sebagai penutup, audiensi ini memberikan harapan baru bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Langkah Rifa’iyah yang proaktif dalam memberikan usulan-usulan strategis kepada Kemendikdasmen menunjukkan bahwa organisasi masyarakat saat ini semakin sadar akan pentingnya kolaborasi dan data dalam menentukan kebijakan. Sejarah KH Ahmad Rifa’i yang diperjuangkan untuk masuk dalam kurikulum nasional diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan kesadaran sejarah di kalangan siswa. Dengan bersinergi, Rifa’iyah dan Kemendikdasmen berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencetak insan-insan cerdas, tetapi juga manusia-manusia yang mencintai tanah airnya dengan sepenuh hati, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pendahulu bangsa. Semangat untuk memajukan pendidikan ini akan terus dirawat, menjadi suluh dalam setiap langkah perjuangan Rifa’iyah demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang dan beradab.