0

Ter Stegen Belum Datang, Ajax Masih Andalkan Maarten Paes Dulu?

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Spekulasi mengenai kepindahan kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, ke Ajax Amsterdam masih menjadi topik hangat yang menyita perhatian para pecinta sepak bola. Meskipun negosiasi antara kedua klub dikabarkan telah mencapai kata sepakat sejak awal Juli, dengan Ajax bersedia menanggung gaji penuh sang pemain untuk musim 2026/27, transfer peminjaman ini belum kunjung terwujud. Kendala utama yang menghalangi kelancaran proses transfer ini adalah detail perpajakan yang rumit, seperti yang dilaporkan oleh Mundo Deportivo. Pihak Barcelona menegaskan bahwa masalah ini bukan berasal dari mereka, sementara Ajax Amsterdam menunjukkan kegelisahan karena kebutuhan mendesak akan kehadiran Ter Stegen di skuad mereka. Belum ada kepastian kapan kendala perpajakan ini akan terselesaikan, namun Ajax dikabarkan siap menerima kenyataan pahit apabila transfer kiper asal Jerman ini akhirnya batal.

Sementara itu, Ajax Amsterdam dijadwalkan untuk menjalani babak kualifikasi kedua Conference League. Pertandingan krusial ini akan mempertemukan mereka dengan klub Serbia, Vojvodina, pada Jumat (24/7) dini hari WIB. Dalam situasi ketidakpastian seputar kedatangan Ter Stegen, posisi penjaga gawang utama Ajax diprediksi masih akan ditempati oleh Maarten Paes. Kiper berdarah Indonesia ini telah membuktikan dirinya sebagai andalan tim di musim lalu, sejak didatangkan pada bursa transfer musim dingin 2026. Performa impresif Paes terlihat dari 11 penampilannya di Eredivisie, di mana ia berhasil menunjukkan refleks yang tajam dan kemampuan menghentikan tendangan lawan.

Lebih lanjut, Maarten Paes juga memainkan peran vital dalam perjalanan Ajax di playoff Conference League. Ia tampil gemilang dalam pertandingan semifinal melawan FC Groningen, membantu timnya meraih kemenangan. Puncak performanya terjadi di laga final melawan Utrecht, di mana ia menjadi pahlawan dengan penyelamatan krusial dalam drama adu penalti, memastikan Ajax lolos ke babak selanjutnya. Pengalaman dan kontribusi Paes di musim lalu menjadi alasan kuat mengapa Ajax masih memiliki kepercayaan penuh padanya, bahkan di tengah rumor kedatangan kiper sekaliber Ter Stegen. Kehadiran Paes memberikan stabilitas di bawah mistar gawang, memungkinkan tim untuk fokus pada aspek permainan lainnya sembari menunggu kejelasan transfer Ter Stegen.

Pihak Ajax Amsterdam tampaknya sedang berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, mereka menginginkan kehadiran Marc-Andre ter Stegen untuk memperkuat skuad mereka, terutama dalam menghadapi kompetisi Eropa yang semakin ketat. Ter Stegen, dengan pengalaman bertanding di level tertinggi bersama Barcelona dan tim nasional Jerman, tentu akan menjadi tambahan yang signifikan bagi tim asuhan Maurice Steijn. Namun, di sisi lain, mereka tidak bisa mengesampingkan risiko apabila transfer tersebut batal. Kehilangan waktu berharga dalam persiapan musim baru akibat penundaan transfer juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi manajemen klub. Oleh karena itu, keputusan untuk tetap mengandalkan Maarten Paes sebagai kiper utama hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai status Ter Stegen adalah langkah yang logis dan strategis.

Maarten Paes, yang lahir di Nijmegen, Belanda, pada 23 Mei 1998, telah menapaki karier profesionalnya dengan cukup gemilang. Ia memulai karier juniornya di klub lokal sebelum akhirnya bergabung dengan akademi FC Utrecht. Di Utrecht, ia berhasil menembus tim utama dan menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai seorang penjaga gawang. Pada Januari 2026, Ajax Amsterdam memutuskan untuk merekrutnya dengan harapan mendapatkan kiper muda yang dapat berkembang dan menjadi aset jangka panjang bagi klub. Keputusan tersebut terbukti tepat, setidaknya jika melihat performanya di musim lalu. Paes berhasil beradaptasi dengan cepat di Amsterdam dan membuktikan bahwa ia memiliki kualitas untuk bersaing di level Eredivisie.

Statistik Maarten Paes di musim 2026/27 memang patut diacungi jempol. Dalam 11 pertandingan liga, ia berhasil mencatatkan beberapa clean sheet, sebuah indikator penting bagi seorang kiper. Kemampuannya dalam membaca permainan, memblokir tembakan jarak jauh, dan mengantisipasi bola-bola silang menjadi andalannya. Selain itu, kontribusinya dalam fase playoff Conference League semakin memperkuat posisinya sebagai kiper utama. Momen krusial dalam adu penalti melawan Utrecht menunjukkan ketenangan dan mentalitas seorang pemenang yang dimiliki oleh Paes. Keberhasilannya ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi para penggemar Ajax, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia yang bangga melihat kiprah putra bangsa di kancah sepak bola Eropa.

Perbandingan antara Marc-Andre ter Stegen dan Maarten Paes tentu tidak bisa dihindari. Ter Stegen, yang kini berusia 32 tahun, adalah kiper kelas dunia dengan segudang pengalaman dan prestasi. Ia telah menjadi tulang punggung Barcelona selama bertahun-tahun dan dikenal dengan kemampuannya dalam mengamankan gawang serta kontribusinya dalam membangun serangan dari belakang. Namun, statusnya sebagai pemain Barcelona yang masih terikat kontrak, ditambah dengan tingginya gaji yang ia terima, menjadi faktor yang membuat transfer peminjaman ini sedikit rumit. Di sisi lain, Maarten Paes, yang masih berusia 26 tahun, mewakili masa depan Ajax. Ia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu kiper terbaik di Belanda. Kehadirannya juga menawarkan stabilitas finansial yang lebih baik bagi klub dibandingkan dengan merekrut pemain sekaliber Ter Stegen.

Kendala perpajakan yang dialami oleh Ajax Amsterdam dalam upaya mendatangkan Ter Stegen bukanlah hal yang baru dalam dunia transfer sepak bola. Peraturan pajak yang berbeda-beda di setiap negara seringkali menjadi batu sandungan yang tak terduga. Dalam kasus ini, detail-detail spesifik terkait perpajakan gaji pemain asing di Belanda kemungkinan menjadi poin krusial yang sedang dinegosiasikan. Pihak Barcelona, sebagai klub asal, tentu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai peraturan pajak di Spanyol, namun bagaimana hal tersebut berinteraksi dengan peraturan di Belanda menjadi kompleks. Ajax, sebagai klub yang ingin merekrut, memiliki kewajiban untuk memastikan semua aspek legal dan finansial terpenuhi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Proses negosiasi yang alot ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti permintaan klub asal pemain, agen pemain, dan bahkan keinginan sang pemain itu sendiri. Meskipun Mundo Deportivo melaporkan bahwa negosiasi telah mencapai kata sepakat, detail-detail kecil terkadang dapat memicu penundaan atau bahkan pembatalan transfer. Ajax Amsterdam yang "gerah" menunjukkan bahwa mereka sangat membutuhkan kehadiran seorang kiper baru untuk memperkuat tim mereka. Keputusan untuk bersabar dan terus berupaya menyelesaikan masalah perpajakan menunjukkan komitmen Ajax terhadap rencana transfer ini. Namun, mereka juga harus memiliki rencana cadangan yang matang, dan Maarten Paes jelas merupakan bagian penting dari rencana tersebut.

Melihat jadwal pertandingan yang semakin dekat, keputusan Ajax untuk tetap mengandalkan Maarten Paes adalah langkah yang bijak. Fokus utama mereka saat ini adalah menghadapi babak kualifikasi Conference League. Kehadiran kiper yang sudah teruji dan memiliki chemistry dengan tim akan memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi para pemain. Paes, dengan pengalamannya di musim lalu, diharapkan dapat kembali menampilkan performa terbaiknya dan membantu Ajax meraih hasil positif di awal musim. Kasus ini menyoroti betapa dinamisnya dunia transfer sepak bola, di mana segala sesuatu bisa berubah dalam sekejap mata. Meskipun harapan akan kedatangan Ter Stegen masih ada, Ajax Amsterdam tampaknya telah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, dan itu adalah dengan mempercayai Maarten Paes untuk menjaga gawang mereka.