0

Rigen Kini Lebih Peduli Kesehatan Usai Operasi Batu Ginjal

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komedian Rigen Rakelna kini menunjukkan perubahan signifikan dalam perhatiannya terhadap kesehatan, sebuah kesadaran yang tumbuh pasca menjalani operasi batu ginjal. Pengalaman medis yang dialaminya menjadi titik balik penting, memaksanya untuk lebih introspektif dan proaktif dalam menjaga kondisi tubuhnya. "Iya pastilah, harus care sama diri sendirilah karena kan kemarin juga habis operasi batu ginjal," ungkap Rigen saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 1 Juni 2026. Pernyataan ini menegaskan sebuah realisasi mendalam bahwa kesehatan adalah aset berharga yang tidak bisa ditawar atau diabaikan.

Lebih lanjut, Rigen mengungkapkan bahwa teguran dari pihak medis menjadi pemicu utama perubahannya. Dokter yang menanganinya memberikan nasihat tegas agar ia mulai memberikan prioritas pada kesehatan dan tidak lagi mengesampingkan aktivitas fisik yang selama ini terabaikan. "Itu juga salah satu teguran dari dokter adalah ya harus jaga kesehatan, jaga pola hidup karena nggak pernah olahraga sama sekali gitu sebelumnya kan," jelas Rigen. Hal ini mengindikasikan bahwa gaya hidup yang kurang sehat sebelumnya telah memberikan dampak yang cukup serius, sehingga memerlukan intervensi medis untuk menyadarkannya.

Masa lalu Rigen memang sempat diwarnai dengan angka berat badan yang cukup mengkhawatirkan. Ia mengenang periode antara tahun 2020 hingga 2023 di mana berat badannya pernah menyentuh angka 116 kilogram. "Pernah dulu di atas 100. Tahun 2020, 2021 sampai 2023 kayaknya dulu 116 pernah nembus. Tapi dietnya udah lama, dari 2024 udah start run, ya di 90-an lah," tuturnya. Angka tersebut menjadi bukti nyata bagaimana pola hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi fisik secara drastis. Namun, berkat tekadnya untuk memulai gaya hidup yang lebih baik sejak awal tahun 2024, Rigen kini berhasil menurunkan berat badannya hingga berada di kisaran 90-an kilogram.

Meskipun kesadaran kesehatannya meningkat pesat, Rigen mengaku tidak menerapkan pantangan makanan yang ketat. Hal ini didukung oleh hasil pemeriksaan kesehatannya yang sejauh ini menunjukkan kondisi yang baik. "Nggak ada sih. Dari dokter soalnya cek darah juga so far aman-aman aja. Kolesterol aman, gula aman. Jadi ya paling ada asam urat, cuma asam urat juga nggak terlalu mengganggu. Jadi nggak yang harus ngerem, nggak makan sama sekali gitu. Jadi masih nggak ada pantangan," jelasnya. Dengan hasil pemeriksaan yang memuaskan, Rigen dapat tetap menikmati berbagai jenis makanan tanpa kekhawatiran berlebih, namun tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan.

Perubahan gaya hidup yang signifikan ini, menurut Rigen, sepenuhnya terjadi setelah ia mengalami masa sakit. Pengalaman tersebut menjadi katalisator yang mendorongnya untuk mulai aktif berolahraga secara rutin. "Iya pascasakit sih. Setelah sakit tuh baru mulai, eh buat coba olahraga-olahraga gitu," katanya. Kesadaran akan kerapuhan tubuh dan pentingnya pencegahan penyakit menjadi motivasi utama di balik usahanya untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat. Ia menyadari bahwa kesehatan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, melainkan perlu dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.

Menariknya, keputusan Rigen untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat ini tidak didorong oleh paksaan dari pihak lain, termasuk sang istri atau orang-orang terdekatnya. Ia menegaskan bahwa perubahan ini murni berasal dari keinginan dan kesadaran pribadinya. "Nggak sih, istri juga nggak yang nge-push juga harus olahraga gitu. Jadi nggak ada tekanan dari mana-mana, ya emang keinginan sendiri aja," ujarnya. Hal ini menunjukkan kematangan Rigen dalam mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, yang didasari oleh pemahaman mendalam akan pentingnya menjaga kesehatan demi masa depan yang lebih baik.

Saat ini, Rigen memilih jenis olahraga yang benar-benar ia nikmati agar dapat menjalaninya secara konsisten. Bersepeda menjadi salah satu aktivitas favoritnya, yang seringkali ia lakukan bersamaan dengan sesi latihan di pusat kebugaran. Kegiatan bersepeda santai di sekitar lingkungan rumahnya memberikan kesenangan tersendiri baginya. Melalui kebiasaan ini, Rigen juga memiliki misi untuk menginspirasi masyarakat agar lebih aktif bergerak dan tidak hanya berdiam diri di rumah. "Sepeda biasa, sepedaan keliling-keliling aja, keliling komplek. Makanya kan gue campaign-nya istilahnya minimal geraklah, jangan diam-diam doang di rumah. Di rumah lu ada pergerakan, minimal bergerak ya main sepeda, ngapain gitu, main padel kek," tuturnya. Kampanye "minimal gerak" yang diusungnya ini bertujuan untuk memberikan dorongan awal bagi siapa saja yang mungkin merasa kesulitan untuk memulai kebiasaan berolahraga.

Selain bersepeda, Rigen juga mulai menjajaki dunia gym, meskipun masih dalam tahap penyesuaian dan adaptasi. Ia berharap dapat mempertahankan konsistensi dalam rutinitas olahraganya, sehingga aktivitas fisik ini benar-benar terintegrasi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidupnya. "Nge-gym sekarang udah, udah coba. Tapi maksudnya lagi baru mencobanya gitu. Jadi mudah-mudahan konsisten, mudah-mudahan suka. Ya harusnya sih suka ya, harusnya sih bisalah gitu," harapnya. Komitmen Rigen untuk terus mencoba dan beradaptasi menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi tantangan dan keinginannya untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat dan bugar.

Pengalaman operasi batu ginjal telah memberikan pelajaran berharga bagi Rigen. Ia menyadari bahwa tubuh manusia memiliki keterbatasan dan perlu diperlakukan dengan penuh perhatian. Sebelum sakit, Rigen mungkin tidak menyadari betapa pentingnya gaya hidup sehat dan bagaimana kebiasaan sehari-hari dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Operasi tersebut menjadi momen pencerahan yang membangkitkan kesadaran diri untuk melakukan perubahan positif. Ia tidak lagi menganggap enteng gejala-gejala kecil yang mungkin timbul, melainkan mulai memperhatikan sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuhnya.

Perubahan gaya hidup Rigen ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga mencakup pola makan yang lebih seimbang dan istirahat yang cukup. Meskipun ia tidak memiliki pantangan makanan yang ketat, ia pasti lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Fokusnya adalah pada nutrisi yang baik dan menghindari makanan yang dapat memicu masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kondisi ginjalnya. Ia belajar untuk mendengarkan tubuhnya dan memberikan apa yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatannya.

Lebih dari sekadar menjaga kesehatan pribadinya, Rigen kini juga ingin menjadi inspirasi bagi orang lain. Melalui kampanye "minimal gerak" dan cerita pengalamannya, ia berharap dapat memotivasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri. Ia ingin menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari langkah kecil, dan bahwa menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga.

Dengan kesadaran yang baru ditemukan ini, Rigen Rakelna menjadi contoh nyata bahwa pengalaman hidup, bahkan yang menyakitkan sekalipun, dapat menjadi kekuatan pendorong untuk perubahan yang lebih baik. Operasi batu ginjal yang ia jalani, meski mungkin sempat membuatnya khawatir, pada akhirnya membawanya pada pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya merawat diri. Kini, Rigen tidak hanya bisa tertawa di atas panggung, tetapi juga bisa tersenyum bangga melihat dirinya sendiri menjadi pribadi yang lebih sehat dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya. Perjalanan menuju gaya hidup yang lebih sehat ini masih terus berlanjut, dan Rigen siap menghadapinya dengan semangat dan tekad yang kuat. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk memulai perubahan, dan bahwa kesehatan adalah prioritas yang harus selalu dijaga.