BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ferry Maryadi, aktor yang dikenal luas melalui peran-perannya yang menghibur dalam berbagai sitkom dan acara televisi, memiliki sebuah kebiasaan yang mungkin terkesan unik namun sangat mulia. Saat bepergian, terutama ketika mengendarai motor yang menjadi salah satu moda transportasinya yang paling sering digunakan, ada beberapa barang yang selalu dipastikan berada dalam genggamannya. Salah satu item paling krusial dalam daftar bawaannya adalah obat-obatan. Namun, yang lebih mengejutkan adalah salah satu obat yang selalu tersedia di dalam tas Ferry adalah obat jantung. Hal ini menjadi pertanyaan banyak orang, mengingat Ferry sendiri mengaku tidak memiliki riwayat penyakit jantung. "Obat. Sesuai umur, obat. Ini ada beberapa obat yang wajib dibawa untuk umuran saya. Obat jantung. Ya, saya nggak punya penyakit jantung," ungkap Ferry Maryadi dengan senyum khasnya saat ditemui di Studio Trans 7, kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 1 Juni 2026. Pernyataan ini membuka pintu untuk pemahaman yang lebih dalam mengenai motivasi di balik kebiasaan yang ia miliki.
Motivasi di balik kebiasaan Ferry untuk membawa obat jantung, meskipun tidak mengidap penyakit tersebut, adalah murni didorong oleh niat baik dan kesadaran sosial. Ferry mengakui bahwa ia sengaja membawa obat-obatan tersebut sebagai bentuk antisipasi, sebuah langkah proaktif untuk dapat memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu ada orang di sekitarnya yang membutuhkan bantuan darurat. "Cuma saya berjaga-jaga takut ada kerabat atau orang lewat yang sakit jantung. Terus obat sakit kepala sama obat vertigo," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa Ferry memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan selalu siap sedia untuk membantu sesama dalam situasi genting. Niatnya bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang lain yang mungkin berada dalam kondisi yang lebih rentan dan membutuhkan pertolongan cepat.
Selain obat jantung, Ferry juga selalu memastikan adanya obat vertigo di dalam kotak kecil yang selalu menemaninya. Keputusan ini tentu memiliki alasan yang lebih personal, mengingat Ferry memang memiliki riwayat penyakit vertigo. "Iya karena saya punya vertigo, gitu. Jadi ini harus selalu nempel," ujarnya dengan penekanan. Vertigo, sebuah kondisi yang dapat menyebabkan pusing berputar hebat, mual, dan hilangnya keseimbangan, memang memerlukan penanganan segera agar tidak membahayakan penderitanya, terutama saat beraktivitas. Oleh karena itu, keberadaan obat vertigo di dekatnya adalah sebuah keharusan demi menjaga kesehatannya sendiri dan memastikan ia dapat tetap beraktivitas dengan aman.
Lebih jauh, Ferry menegaskan bahwa kebiasaannya membawa obat-obatan, termasuk obat jantung, tidak terlepas dari keinginannya untuk dapat memberikan kontribusi positif dan membantu orang lain dalam situasi darurat. Ia memandang obat jantung yang dibawanya sebagai salah satu bentuk pertolongan pertama yang sangat krusial sebelum pasien mendapatkan penanganan medis yang lebih profesional. "Ya supaya berguna sajalah hidupnya nanti. Insyaallah saya sih nggak ada penyakit jantung, cuma takutnya ada teman saya. Tapi ternyata memang teman-teman saya juga belum terlalu banyak yang tahu obat ini bisa menyelamatkan, eh, pertolongan pertama pada sakit jantung," tuturnya dengan penuh harapan. Ferry menyadari bahwa tidak semua orang memiliki pengetahuan atau kesiapan yang sama dalam menghadapi keadaan darurat medis. Dengan membawa obat-obatan tersebut, ia berharap dapat menjadi jembatan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan. Ia juga menyadari bahwa pengetahuan tentang manfaat obat-obatan tersebut mungkin belum merata, sehingga ia berharap tindakannya ini dapat menjadi inspirasi dan edukasi bagi orang lain.
Ketika ditanya mengenai bentuk fisik dari kotak obat yang selalu dibawanya, Ferry menjelaskan bahwa semuanya disimpan dalam sebuah kotak kecil yang ringkas dan praktis untuk dibawa ke mana saja. Desain kotak yang minimalis ini memungkinkan Ferry untuk membawanya tanpa merasa terbebani, baik saat sedang mengendarai motor, berada di lokasi syuting, atau sekadar berkumpul dengan teman-teman. "Kotak kecil aja," katanya singkat, menggambarkan kemudahan dalam mobilitasnya. Kesederhanaan dalam kemasan ini justru menunjukkan efisiensi dan kepraktisan yang ia utamakan dalam menjalani rutinitas sehari-hari yang padat.
Meskipun Ferry Maryadi rutin membawa kotak obat yang berisi berbagai macam jenis obat, ia justru selalu berdoa agar isi kotak tersebut tidak perlu digunakan. Harapan ini mencerminkan keinginan terbesarnya agar semua orang di sekitarnya senantiasa dalam keadaan sehat walafiat. "Nah itu dia, saya selalu berdoa kok mudah-mudahan kotak obat ini nggak direfill. Artinya kalau di-refill kan udah ada yang dipakai, gitu lho," ujarnya sambil tertawa ringan, menyiratkan bahwa penggunaan obat berarti ada yang sakit atau mengalami kondisi yang memerlukan penanganan. Bagi Ferry, kotak obat yang selalu terisi penuh adalah indikator kesehatan orang-orang di sekitarnya, dan ia sangat menghargai kondisi tersebut.
Ferry kemudian merinci isi dari kotak obat yang selalu menemaninya dalam berbagai aktivitasnya. Di dalamnya, terdapat beberapa jenis obat yang dikategorikan berdasarkan fungsinya untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan yang berbeda. "Ada beberapa sih. Obat buat sakit jantung itu ada empat biji. Terus obat vertigo ada empat biji juga, sisanya ada obat sakit kepala," pungkasnya. Kombinasi obat-obatan ini mencakup penanganan darurat untuk serangan jantung, peredaan gejala vertigo yang sering ia alami, serta obat umum untuk sakit kepala yang bisa menyerang siapa saja. Keberadaan obat-obatan ini dalam jumlah yang cukup menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Lebih dalam lagi mengenai obat jantung yang selalu dibawanya, Ferry memberikan keterangan tambahan. Ia menjelaskan bahwa obat yang ia bawa bukan sekadar obat generik biasa, melainkan obat yang memiliki fungsi spesifik sebagai penolong pertama bagi penderita serangan jantung. Jenis obat ini biasanya berupa tablet nitrogliserin yang dikonsumsi di bawah lidah untuk membantu melebarkan pembuluh darah koroner, sehingga mengurangi beban kerja jantung dan meredakan nyeri dada. Ferry sangat memahami pentingnya kecepatan dalam memberikan pertolongan pertama pada serangan jantung, di mana setiap detik sangat berharga. Dengan memiliki obat ini di sisinya, ia merasa lebih tenang karena dapat memberikan bantuan awal yang signifikan sebelum tim medis tiba. Hal ini juga menunjukkan bahwa Ferry telah melakukan riset atau mendapatkan informasi yang memadai mengenai jenis obat yang paling efektif dan aman untuk digunakan dalam situasi darurat semacam itu.
Ferry juga menambahkan bahwa pemilihan obat-obatan dalam kotaknya didasarkan pada rekomendasi dari tenaga medis atau pengetahuan yang ia peroleh dari sumber yang terpercaya. Ia tidak sembarangan membawa obat-obatan tanpa mengetahui fungsi dan dosisnya. Khusus untuk obat vertigo, ia memastikan bahwa obat yang dibawanya adalah obat yang paling sesuai dengan kondisinya dan telah diresepkan oleh dokter. Hal ini penting untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan atau interaksi obat yang berbahaya. Keseriusan Ferry dalam menjaga kesehatan diri dan kesiapannya membantu orang lain tercermin dari perhatiannya terhadap detail dalam pemilihan obat.
Tindakan Ferry Maryadi ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian sosial yang luar biasa. Di tengah kesibukan dunia hiburan yang seringkali menuntut fokus pada diri sendiri, Ferry justru menunjukkan kepeduliannya terhadap orang lain. Kebiasaannya ini bukan hanya sekadar membawa perlengkapan pribadi, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang ia pegang teguh. Ia menjadi contoh nyata bahwa sedikit persiapan dan niat baik dapat membuat perbedaan besar dalam kehidupan seseorang.
Selain itu, Ferry juga menyadari bahwa ia memiliki pengaruh sebagai figur publik. Melalui tindakannya ini, ia secara tidak langsung menginspirasi para penggemarnya dan masyarakat luas untuk memiliki kesadaran yang sama akan pentingnya kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat medis. Ia berharap agar kebiasaannya ini dapat menular dan menjadi tren positif di masyarakat, di mana setiap orang memiliki kesadaran untuk selalu siap sedia membantu sesama, terutama dalam situasi yang mengancam jiwa. Edukasi mengenai P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan pentingnya membawa obat-obatan pribadi yang relevan, termasuk untuk kondisi darurat, dapat disebarkan lebih luas melalui contoh nyata seperti yang dilakukan Ferry Maryadi.
Ferry menambahkan bahwa ia juga selalu memastikan obat-obatan yang dibawanya selalu dalam kondisi baik dan belum melewati masa kedaluwarsa. Ia rutin memeriksa tanggal kedaluwarsa obat-obatan tersebut dan menggantinya jika sudah tidak layak pakai. Hal ini menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawabnya dalam memastikan bahwa pertolongan yang diberikannya benar-benar aman dan efektif. Sikap teliti ini adalah kunci agar obat-obatan tersebut dapat memberikan manfaat maksimal ketika dibutuhkan.
Secara keseluruhan, kebiasaan Ferry Maryadi membawa obat jantung, obat vertigo, dan obat sakit kepala, meskipun tidak memiliki riwayat penyakit jantung, adalah sebuah tindakan mulia yang didasari oleh kepedulian, kesiapan, dan keinginan untuk membantu sesama. Ia tidak hanya menjaga kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama bagi orang lain. Niat baiknya ini patut menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk senantiasa siap sedia dalam memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Ferry Maryadi membuktikan bahwa menjadi seorang publik figur tidak hanya tentang popularitas, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

