Bagi mereka yang memiliki ketakutan ekstrem terhadap kedalaman dan luasnya samudra, atau yang lebih dikenal dengan thalassophobia, peringatan ini mutlak harus diperhatikan. Ada sebuah game yang sebentar lagi akan rilis dan menjanjikan pengalaman horor yang secara spesifik menargetkan ketakutan tersebut. Jika kamu termasuk golongan yang gemetar membayangkan diri terombang-ambing di tengah lautan luas tanpa batas, dengan kegelapan di bawah yang menyimpan misteri mengerikan, maka game berjudul Open Waters ini sebaiknya dijauhi. Namun, jika rasa penasaranmu lebih besar dari ketakutanmu, bersiaplah untuk merasakan kengerian yang sesungguhnya saat game ini tiba di pasaran.
Open Waters adalah judul game yang dimaksud, sebuah karya ambisius dari FluffyGameDev, seorang pengembang tunggal (solo developer) yang sebelumnya dikenal melalui karyanya, Attrax. Dengan hanya mengandalkan satu orang di balik layar, FluffyGameDev bertekad untuk menyajikan pengalaman horor bertahan hidup yang mendalam dan memacu adrenalin, berlatar di tengah lautan yang tak berujung. Dari cuplikan trailer yang telah dirilis, Open Waters tampak memiliki cara yang sangat efektif dalam membangun ketegangan dan kengerian psikologis bagi para pemain yang berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan paling mematikan dan terisolasi di Bumi.
Video singkat berdurasi hampir dua menit tersebut menggambarkan adegan-adegan yang cukup untuk membuat bulu kuduk berdiri. Pemain dikisahkan terdampar di tengah lautan lepas, terombang-ambing di atas sebuah perahu kecil yang rapuh. Visualnya sangat efektif dalam menyampaikan rasa isolasi dan kehampaan. Di tengah luasnya samudra biru gelap, perahu kecil itu tampak tidak lebih dari sebutir debu. Item-item yang terlihat di atas perahu pun sangat terbatas, hanya sebuah kompas untuk navigasi, sepucuk senjata api yang mungkin berisi peluru terbatas, dan sebuah palu yang fungsinya masih menjadi misteri—apakah untuk memperbaiki perahu, memukul makhluk laut, atau justru sebagai alat bantu lain yang tak terduga. Tidak ada tanda-tanda item pendukung lain atau mekanisme pengumpulan sumber daya yang jelas, menambah kesan putus asa dan keterbatasan.
FluffyGameDev menjelaskan bahwa Open Waters adalah game horor bertahan hidup dengan sudut pandang orang pertama, di mana pemain akan dihadapkan pada tugas utama untuk menemukan jalan pulang sebelum laut menyeret mereka ke kedalamannya yang tak terjangkau. Hal ini sebagaimana yang terpantau detikINET dari halaman Steam game tersebut pada Jumat (22/5/2026). Deskripsi ini sendiri sudah cukup untuk memicu imajinasi terburuk bagi penderita thalassophobia. Bayangkan saja, berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan terperangkap di tengah hamparan air asin yang tak berujung, dengan ancaman di setiap arah dan di bawah permukaan.
Tentunya, perjalanan pulang itu tidak akan mudah. Pengembang telah menyiapkan berbagai tantangan yang akan menguji ketahanan mental dan fisik pemain. Navigasi hanyalah salah satu rintangan; pemain tidak hanya harus mengandalkan kompas seadanya untuk mengarahkan perahu kecil mereka, tetapi juga harus bertahan dari guncangan ombak-ombak besar dan kecil yang tak henti-hentinya datang, mengancam untuk menelan perahu beserta isinya. Namun, ancaman terbesar bukanlah ombak atau cuaca buruk semata, melainkan makhluk-makhluk laut mengerikan yang bersembunyi di kedalaman.
Salah satu adegan paling mencengkeram dalam trailer menunjukkan pemain dalam kondisi terlempar dari perahu dan tercebur ke laut dalam. Momen ini adalah puncaknya kengerian bagi mereka yang memiliki fobia laut. Di sini, pemain tampaknya dapat melihat segala sisi laut yang dalam nan gelap ini—sebuah jurang tak berdasar yang diselimuti kegelapan abadi. Dalam kegelapan yang pekat itu, bentuk-bentuk bayangan misterius dan siluet mengerikan mungkin saja muncul, bergerak perlahan mendekat atau tiba-tiba menyerang dari arah yang tak terduga. Sensasi terjebak di dalam air, tanpa perlindungan, dengan visibilitas yang terbatas dan ancaman yang mengintai di setiap sudut, adalah inti dari horor yang ingin disampaikan Open Waters.
Oleh karena itu, peringatan di awal berita ini sangat relevan. Game ini sepertinya memang tidak cocok untuk kalian yang memiliki ketakutan ekstrem terhadap laut dalam dan luas. Terutama karena salah satu adegannya secara eksplisit akan membawa pemain ke skenario paling menakutkan bagi penderita thalassophobia. Rasakan sensasi kepanikan saat gravitasi menarikmu semakin dalam, sementara tekanan air semakin mencekik dan bayangan-bayangan bergerak di sekitarmu.
Sebagai seorang solo developer, FluffyGameDev memiliki kebebasan kreatif penuh untuk merealisasikan visi horornya tanpa campur tangan yang berarti. Ini seringkali menghasilkan game dengan sentuhan personal yang kuat dan fokus yang tajam pada genre yang diusung. Dengan Open Waters, tampak jelas bahwa fokusnya adalah pada horor psikologis dan ketegangan yang dihasilkan dari lingkungan yang mematikan dan rasa isolasi yang mendalam. Pengalaman sebelumnya dengan Attrax mungkin telah memberikan pelajaran berharga dalam menciptakan atmosfer yang mencekam dan gameplay yang memikat.
Meskipun trailer sudah sangat menjanjikan dan mampu memicu rasa takut sekaligus penasaran, sayangnya FluffyGameDev belum mengumumkan kapan peluncuran resmi dari karya terbarunya ini. Hal ini tentu saja membuat para gamer yang tertarik harus bersabar. Untuk saat ini, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menambahkan Open Waters ke dalam daftar game yang diinginkan (wishlist) di Steam. Dengan menambahkan ke wishlist, gamer akan mendapatkan notifikasi begitu game ini memiliki tanggal rilis resmi atau ada pembaruan penting lainnya.
Antusiasme terhadap game horor survival di laut dalam memang selalu ada. Manusia selalu terpesona sekaligus takut dengan apa yang tersembunyi di bawah permukaan air. Open Waters tampaknya akan memanfaatkan sepenuhnya ketertarikan primal ini, menggabungkannya dengan elemen survival yang brutal dan horor yang mencekam. Game ini bukan sekadar tentang makhluk-makhluk menakutkan, tetapi juga tentang perjuangan melawan lingkungan yang tidak bersahabat, keterbatasan sumber daya, dan yang terpenting, melawan ketakutan dalam diri sendiri.
Apabila kalian termasuk golongan pemberani yang tidak gentar menghadapi lautan luas dan kegelapannya, atau justru ingin mencoba menaklukkan thalassophobia melalui pengalaman virtual, kalian perlu mempersiapkan jeroan PC yang mampu menjalankan game ini dengan lancar. Meskipun spesifikasi PC yang direkomendasikan belum dirilis secara resmi, bisa dipastikan bahwa untuk dapat menikmati grafis yang imersif dan detail lingkungan yang mengerikan, PC kalian harus memiliki komponen yang mumpuni. Jangan sampai pengalaman horor kalian terganggu oleh lag atau frame drop yang merusak atmosfer.
Secara keseluruhan, Open Waters menjanjikan pengalaman horor bertahan hidup yang intens dan tak terlupakan. Ini adalah game yang dirancang untuk menguji batas ketahanan mental pemain, memaksa mereka menghadapi ketakutan terdalam akan laut dalam, isolasi, dan makhluk-makhluk tak dikenal. Jadi, sekali lagi, jika kamu memiliki thalassophobia, pertimbangkanlah dengan sangat matang sebelum memutuskan untuk memainkan game ini. Karena Open Waters bukan sekadar game horor biasa, melainkan sebuah terjun bebas ke dalam jurang ketakutanmu sendiri.
(hps/fyk)

