Panitia Organizing Committee (OC) Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) V Rifaiyah Jawa Tengah secara resmi mulai tancap gas dalam melakukan persiapan teknis, salah satunya dengan melakukan survei mendalam terhadap Gedung Pemuda Temanggung yang diproyeksikan sebagai lokasi utama pelaksanaan agenda besar tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca penetapan jadwal resmi kegiatan yang akan dihelat pada Ahad, 26 April 2026 mendatang. Tim OC yang dikomandoi langsung oleh Ketua OC, Amin Rindhoi, melakukan peninjauan fisik bangunan pada Jumat (3/4/2026) untuk memastikan bahwa fasilitas yang tersedia mampu menampung seluruh rangkaian acara dengan maksimal.

Pemilihan Gedung Pemuda yang berlokasi strategis di Jalan Suwardi-Suwandi, Kelurahan Kowangan, Kecamatan Temanggung, bukan tanpa alasan. Gedung ini dianggap sebagai kandidat paling ideal karena aksesibilitasnya yang mudah dijangkau dari berbagai arah, serta memiliki reputasi sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat yang representatif di Kabupaten Temanggung. Amin Rindhoi mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi ini telah melalui pertimbangan matang dengan menimbang berbagai aspek, mulai dari kenyamanan peserta, alur logistik, hingga kapasitas tampung yang memadai bagi ribuan jamaah Rifaiyah yang diprediksi akan memadati lokasi.
Berdasarkan hasil pemetaan lapangan dan koordinasi dengan pihak pengelola gedung, tim OC mencatat bahwa Gedung Pemuda Temanggung memiliki kapasitas yang sangat mumpuni untuk menampung hingga 1.200 peserta. Kapasitas ini dinilai cukup untuk mengakomodasi seluruh peserta Muskerwil, tamu undangan dari jajaran pejabat pemerintah tingkat provinsi maupun kabupaten, serta perwakilan dari berbagai pengurus daerah Rifaiyah se-Jawa Tengah. Selain aula utama yang luas untuk sidang pleno, gedung ini juga didukung oleh fasilitas pendukung yang lengkap, seperti area parkir kendaraan yang mencapai luas sekitar 5.000 meter persegi, yang tentunya sangat krusial dalam mengantisipasi mobilitas kendaraan peserta yang tinggi.

Lebih jauh, fasilitas pendukung lainnya di lokasi tersebut juga mencakup sarana ibadah berupa musala yang representatif, ruang lobi untuk alur registrasi, sistem sanitasi atau toilet yang memadai, hingga ketersediaan ruang transit VIP yang akan digunakan untuk menjamu para tamu kehormatan. Kelengkapan sarana dan prasarana ini menjadi poin penting bagi panitia agar seluruh rangkaian acara, mulai dari seremoni pelantikan, upacara pembukaan, hingga sidang-sidang pleno pembahasan program kerja dapat berjalan dengan khidmat dan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.
Dari sisi efisiensi manajemen anggaran, Amin Rindhoi menegaskan bahwa penggunaan Gedung Pemuda memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan opsi lokasi lainnya. Panitia OC memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga akuntabilitas dana operasional agar kegiatan tetap dapat terselenggara dengan standar kualitas tinggi namun tetap efisien dalam pembiayaan. Keputusan ini menunjukkan komitmen panitia dalam mengelola sumber daya secara bijak agar manfaat Muskerwil dapat dirasakan secara optimal oleh organisasi dan seluruh jamaah.

Proses peninjauan lokasi tersebut turut didampingi oleh sejumlah pengurus inti, di antaranya Imron Mujahidin, Budi Utomo, dan Ustaz Shobikun. Semangat kolaborasi di antara anggota tim sangat terasa, bahkan kendala cuaca yang tidak bersahabat tidak menyurutkan langkah mereka. Rombongan panitia diketahui rela menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 25 kilometer dari basis utama jamaah Rifaiyah di Kecamatan Wonoboyo menuju pusat kota Temanggung di tengah guyuran hujan. Perjalanan ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan simbol dedikasi panitia untuk memastikan kesuksesan Muskerwil V.
Amin Rindhoi menambahkan bahwa kegiatan Muskerwil V ini merupakan momen penting bagi Rifaiyah untuk menunjukkan eksistensi dan kontribusinya kepada publik. Dengan menempatkan acara di pusat kota kabupaten, panitia berharap keberadaan dan syiar organisasi Rifaiyah akan semakin dikenal luas oleh masyarakat umum di Jawa Tengah. Langkah ini sejalan dengan visi organisasi untuk memperluas jangkauan dakwah dan mempererat tali silaturahmi antarwilayah. Muskerwil V bukan sekadar ajang formalitas organisasi, melainkan ruang konsolidasi strategis untuk merumuskan langkah-langkah ke depan yang lebih inovatif, solutif, dan berdampak bagi umat.

Seluruh persiapan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris panitia OC. Dengan dimulainya survei lokasi lebih awal, panitia memiliki waktu yang cukup untuk melakukan mitigasi risiko dan pembenahan minor jika ditemukan hal-hal yang perlu disesuaikan. Koordinasi intensif dengan pihak pengelola gedung dan pemerintah daerah setempat akan terus ditingkatkan demi menjamin kenyamanan seluruh delegasi yang hadir. Antusiasme yang ditunjukkan oleh tim OC menjadi sinyal positif bahwa Muskerwil V Rifaiyah akan menjadi perhelatan yang sukses, terorganisir, dan berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Ke depan, panitia berencana untuk segera menyusun rencana teknis detail, mulai dari tata ruang, manajemen arus lalu lintas di sekitar gedung, hingga persiapan teknis lainnya yang mendukung kelancaran acara. Seluruh anggota Rifaiyah diharapkan dapat memberikan dukungan moril serta doa agar setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan hari-H pada 26 April 2026 mendatang diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT. Muskerwil V ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan organisasi Rifaiyah di Jawa Tengah yang semakin kokoh, solid, dan progresif dalam menjalankan visi misi dakwahnya. Penulis, Abdul Mannan, dan Editor, Yusril Mahendra, terus memantau perkembangan persiapan ini untuk menyajikan informasi terkini kepada para jamaah dan publik.

