BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Juventus harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh Sassuolo dalam pertandingan Liga Italia yang digelar di Allianz Stadium, Turin, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. Gol pembuka dari Kenan Yildiz untuk Juventus berhasil dibalas oleh Andrea Pinamonti dari Sassuolo, menjadikan skor akhir imbang. Pertandingan ini juga diwarnai drama teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang berujung pada hadiah penalti, namun Juventus gagal memanfaatkannya. Hasil seri ini membuat Juventus tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan mengumpulkan 54 poin dari 30 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, Sassuolo menempati posisi kesepuluh dengan raihan 39 poin dari jumlah laga yang sama.
Pertarungan antara Juventus dan Sassuolo sejak awal laga menunjukkan intensitas tinggi. Juventus yang bertindak sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang pada menit ketiga melalui sundulan Manuel Locatelli yang menyambut sepak pojok dari Jeremie Boga. Sayangnya, bola yang meluncur deras ke arah gawang masih dapat ditepis dengan sigap oleh kiper Sassuolo, Arijanet Muric. Upaya Locatelli menjadi sinyal awal dominasi Juventus di kandangnya.
Kebuntuan Juventus akhirnya terpecah pada menit ke-14. Melalui skema serangan balik cepat yang memukau, Juventus berhasil membuka keunggulan. Dimulai dari umpan jauh Mattia Perin yang diarahkan ke sisi kanan pertahanan Sassuolo, bola berhasil dikuasai oleh Francisco Conceicao. Pemain muda berbakat ini menunjukkan kelihaiannya dalam menggiring bola, memotong ke arah tengah sebelum melepaskan umpan matang kepada Kenan Yildiz yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Yildiz meneruskan bola tersebut ke dalam gawang Sassuolo, membawa Bianconeri unggul 1-0. Gol ini menjadi penanda awal kebangkitan performa Yildiz di lini depan Juventus.
Tak lama berselang, tepatnya lima menit setelah gol pembuka, Juventus nyaris menggandakan keunggulan. Kenan Yildiz kembali menjadi ancaman serius bagi pertahanan Sassuolo. Sebuah tembakan kerasnya berhasil dilepaskan, namun lagi-lagi, Arijanet Muric menunjukkan refleksnya yang luar biasa dengan menepis bola sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. Kecepatan dan ketajaman Yildiz membuat lini belakang Sassuolo bekerja ekstra keras.

Menjelang akhir babak pertama, Juventus kembali menciptakan peluang emas untuk menambah gol. Francisco Conceicao kembali menjadi kreator serangan berbahaya. Kali ini, umpan terobosannya berhasil diterima oleh Pierre Kalulu di dalam kotak penalti. Sayangnya, penyelesaian akhir Kalulu masih belum akurat, bola hanya melebar tipis dari tiang gawang. Ketidakmampuan untuk mengonversi peluang menjadi gol membuat Juventus harus puas menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0. Dalam menghadapi serangan sporadis Juventus, bek tengah Sassuolo yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, beberapa kali harus melakukan blok dan sapuan krusial untuk menjaga gawang timnya dari kebobolan lebih banyak. Perannya dalam mengorganisir pertahanan sangat vital dalam meredam gempuran Juventus.
Memasuki babak kedua, Sassuolo menunjukkan semangat juang yang berbeda. Mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan hanya tujuh menit setelah babak kedua dimulai. Gol penyama skor dicetak oleh Andrea Pinamonti. Gol ini lahir dari sebuah aksi kolektif yang apik. Bola berpindah tangan dengan cepat dari Pinamonti ke Cristian Volpato, yang kemudian diteruskan kepada Domenico Berardi. Berardi dengan cerdik melihat pergerakan Pinamonti di depan gawang Juventus dan memberinya umpan silang. Pinamonti yang berada dalam posisi ideal tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan dengan sontekan tenang berhasil menaklukkan kiper Juventus, membuat skor kembali imbang 1-1. Gol ini menjadi bukti ketangguhan Sassuolo dalam memberikan perlawanan.
Memasuki menit ke-73, Juventus kembali mencoba mengambil alih kendali permainan dan menciptakan peluang yang sangat berbahaya. Francisco Conceicao kembali menunjukkan kontribusinya dengan melepaskan umpan silang yang matang ke arah gawang. Jeremie Boga berhasil menyambut umpan tersebut dengan sundulan keras, namun penyelamatan gemilang kembali diperagakan oleh Arijanet Muric. Kiper Sassuolo ini berhasil menepis bola tepat di garis gawang, menggagalkan gol yang hampir tercipta untuk Juventus. Aksi Muric ini menjadi penyelamat krusial bagi timnya.
Puncak drama pertandingan terjadi pada menit ke-86. Sebuah insiden di dalam kotak penalti Sassuolo memicu keputusan kontroversial dari wasit. Dusan Vlahovic berhasil melepaskan sundulan keras yang mengarah ke gawang, namun bola tersebut dinilai mengenai tangan Jay Idzes. Setelah jeda sejenak untuk berkonsultasi dengan tim wasit VAR, keputusan diambil untuk memberikan hadiah penalti kepada Juventus. Manuel Locatelli maju sebagai eksekutor penalti. Namun, di bawah tekanan, Locatelli gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna. Tendangannya berhasil dibaca dan dimentahkan oleh Arijanet Muric, kiper Sassuolo yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Kegagalan Locatelli dalam memanfaatkan peluang emas ini membuat skor tetap 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan. Drama VAR dan kegagalan penalti ini menjadi sorotan utama di akhir pertandingan.
Susunan pemain kedua tim dalam pertandingan ini adalah sebagai berikut:

Juventus:
- Penjaga Gawang: Mattia Perin
- Pemain Bertahan: Danilo, Bremer, Federico Gatti
- Pemain Tengah: Manuel Locatelli, Nicolò Fagioli, Francisco Conceicao, Weston McKennie
- Pemain Depan: Kenan Yildiz, Dusan Vlahovic, Jeremie Boga
Sassuolo:
- Penjaga Gawang: Arijanet Muric
- Pemain Bertahan: Ruan Tressoldi, Jay Idzes, Gian Marco Ferrari
- Pemain Tengah: Daniel Boloca, Uroš Lazić, Cristian Volpato, Domenico Berardi
- Pemain Depan: Andrea Pinamonti, Gregoire Defrel, Armand Lauriente
Pertandingan ini menunjukkan bahwa Juventus, meskipun memiliki keunggulan sebagai tuan rumah dan sejarah panjang di Serie A, masih memiliki tantangan untuk konsisten meraih kemenangan. Sassuolo, dengan performa solidnya, terbukti menjadi lawan yang tangguh. Kegagalan Juventus dalam mengamankan tiga poin di kandang sendiri menjadi evaluasi penting bagi tim asuhan Massimiliano Allegri. Sementara itu, Sassuolo dapat merayakan hasil positif ini sebagai bukti perkembangan tim mereka di bawah arahan pelatih Alessio Dionisi. Skor imbang 1-1 mencerminkan jalannya pertandingan yang sengit dan penuh dengan momen-momen krusial, di mana kedua tim saling berbalas serangan dan menampilkan determinasi tinggi. Performa individu Arijanet Muric menjadi salah satu faktor penentu yang membuat Sassuolo berhasil membawa pulang satu poin dari kandang Juventus. (krs/rin)

