Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, dalam pernyataannya di XLSmart Tower, Jakarta, pada hari Jumat, 13 Maret 2026, menegaskan bahwa integrasi jaringan merupakan salah satu pekerjaan terbesar dan paling kompleks yang harus dituntaskan pasca-merger. "Network itu terus kita gabung-gabung, satu Indonesia loh. Integrasi jaringan saat ini sudah sekitar 80 persen yang selesai," ujar Merza, menyoroti skala proyek yang mencakup seluruh penjuru Tanah Air. Angka 80% ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari kerja keras, investasi besar, dan koordinasi yang intensif antara tim teknis dari kedua entitas yang kini bersatu.
Proses penggabungan ini melibatkan konsolidasi total sekitar 65 ribu site jaringan. Merza menjelaskan bahwa jumlah ini terdiri dari sekitar 45 ribu site yang sebelumnya dimiliki oleh XL Axiata dan 20 ribu site dari Smartfren. Mengintegrasikan infrastruktur sebesar ini, yang mencakup beragam teknologi, spektrum frekuensi, dan topologi jaringan, adalah tugas yang sangat rumit dan membutuhkan pendekatan bertahap. Integrasi dilakukan secara progresif di seluruh wilayah Indonesia, memastikan bahwa setiap tahapan berjalan mulus tanpa mengganggu kualitas layanan bagi pelanggan. Target ambisius penyelesaian integrasi jaringan pada akhir 2026 menjadi penanda bahwa XLSmart berada di jalur yang tepat untuk menciptakan fondasi jaringan yang kokoh dan terpadu. Sementara itu, penyelesaian proses integrasi secara keseluruhan, yang mencakup aspek non-jaringan seperti sistem internal, sumber daya manusia, dan operasional lainnya, ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Dampak dari jaringan yang sudah terintegrasi ini sangat luas dan multifaset, memberikan keuntungan signifikan baik bagi operator maupun pelanggan. Bagi XLSmart, integrasi ini berarti cakupan jaringan yang lebih luas dan merata, peningkatan kualitas layanan yang konsisten, efisiensi biaya operasional yang substansial, serta kemampuan untuk berinovasi lebih cepat. Bagi pelanggan, ini berarti pengalaman telekomunikasi yang jauh lebih baik: sinyal yang lebih kuat, kecepatan internet yang lebih stabil dan cepat, serta keandalan layanan yang lebih tinggi, terlepas dari lokasi mereka. "2026 ini kita harapkan transisi mulai selesai. Pelan-pelan integrasi jaringan selesai akhir tahun. Mudah-mudahan integrasi yang lain juga selesai, sehingga 2027 kita sudah bisa fokus," imbuh Merza, menggambarkan visi jangka panjang perusahaan setelah fase integrasi krusial ini.
Merza juga menyoroti bahwa proses merger antara XL Axiata dan Smartfren kini telah berjalan sekitar 11 bulan dan akan segera memasuki ulang tahun pertama. "Alhamdulillah sudah 11 bulan. Bulan depan kita akan berulang tahun yang pertama. Kalau satu tahun itu bayi lagi lucu-lucunya," katanya dengan nada optimistis, menggambarkan fase awal merger sebagai periode pertumbuhan yang dinamis dan penuh potensi. Analogi "bayi lagi lucu-lucunya" ini mengisyaratkan bahwa meski masih dalam tahap awal, XLSmart telah menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang mengesankan, layaknya seorang bayi yang mulai mengeksplorasi dunia dengan penuh semangat.
Selain kemajuan integrasi jaringan yang hampir rampung, Merza mengungkapkan bahwa hampir seluruh target kinerja perusahaan pada akhir tahun 2025 berhasil dicapai, bahkan sebagian melampaui ekspektasi yang ditetapkan sebelumnya. Ini adalah indikator kuat dari sinergi positif yang dihasilkan dari penggabungan kedua operator. Salah satu pencapaian finansial yang paling menonjol adalah realisasi manfaat sinergi dari merger sekitar USD 250 juta, atau setara dengan Rp 3,5 hingga 4 triliun, pada tahun pertama. Angka ini bukan sekadar proyeksi, melainkan hasil nyata dari penghematan biaya, optimalisasi aset, dan peningkatan efisiensi yang telah diimplementasikan. "Ini benar-benar satu pencapaian. Bukan hanya kita yang mengakuinya, tetapi juga pemegang saham yang membandingkan dengan beberapa merger perusahaan telekomunikasi di dalam maupun luar negeri," ungkap Merza, menekankan bahwa keberhasilan ini telah diakui secara luas.
Manfaat sinergi sebesar USD 250 juta ini dapat diuraikan dari berbagai aspek. Pertama, efisiensi operasional. Dengan menggabungkan dua jaringan menjadi satu, XLSmart dapat mengurangi duplikasi infrastruktur, seperti menara telekomunikasi, peralatan transmisi, dan sistem pendukung. Hal ini menghasilkan penghematan signifikan dalam biaya sewa lokasi, konsumsi energi, dan pemeliharaan. Kedua, optimalisasi spektrum frekuensi. Penggabungan spektrum dari kedua operator memungkinkan XLSmart untuk menggunakan blok frekuensi yang lebih besar dan lebih efisien, meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan secara keseluruhan tanpa perlu membeli spektrum baru yang mahal. Ketiga, pengadaan bersama. Sebagai entitas yang lebih besar, XLSmart memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam negosiasi dengan vendor peralatan jaringan dan penyedia layanan lainnya, menghasilkan diskon dan kondisi yang lebih baik. Keempat, konsolidasi sistem dan SDM. Integrasi sistem back-office, layanan pelanggan, dan departemen lainnya mengurangi biaya administrasi dan meningkatkan efisiensi kerja tim. Kelima, peningkatan daya saing pasar. Dengan jaringan yang lebih kuat dan cakupan yang lebih luas, XLSmart dapat menarik lebih banyak pelanggan dan menawarkan produk yang lebih kompetitif, yang secara tidak langsung berkontribusi pada pendapatan dan sinergi.
Selain integrasi jaringan dan realisasi sinergi, perusahaan juga mencatat pertumbuhan bisnis yang positif. Merza mengatakan bahwa pendapatan serta Average Revenue Per User (ARPU) atau pendapatan rata-rata per pengguna, meningkat sekitar 23% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ARPU adalah indikator penting kesehatan finansial perusahaan telekomunikasi, menunjukkan bahwa pelanggan cenderung menghabiskan lebih banyak untuk layanan yang mereka gunakan. Meski demikian, Merza menilai ARPU industri telekomunikasi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. "ARPU industri menurut saya harusnya bisa lebih tinggi. Sebelumnya bahkan masih di bawah Rp39 ribu, tapi sekarang sudah mulai tumbuh," kata dia. Tantangan untuk meningkatkan ARPU di Indonesia masih besar, mengingat persaingan harga yang ketat dan penetrasi pasar yang tinggi. XLSmart berupaya mengatasi ini dengan menawarkan layanan bernilai tambah, paket data yang inovatif, serta mendorong adopsi teknologi yang lebih canggih seperti 5G, yang umumnya memiliki ARPU lebih tinggi.
Saat ini, XLSmart melayani sekitar 73 juta pelanggan di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu operator seluler terbesar di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta pelanggan telah menikmati layanan 5G, menunjukkan adopsi awal yang menjanjikan terhadap teknologi generasi kelima. Merza lebih lanjut menegaskan bahwa sebagai perusahaan teknologi, operator seluler harus terus melakukan investasi besar-besaran agar dapat mengikuti perkembangan teknologi jaringan yang berubah dengan sangat cepat setiap tahunnya. Investasi ini tidak hanya mencakup pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jaringan, tetapi juga pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas, serta riset dan pengembangan teknologi masa depan. "Teknologi tidak pernah berhenti berkembang. Karena itu perusahaan harus punya EBITDA yang sehat supaya bisa terus melakukan reinvestasi," pungkasnya. Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) yang kuat adalah tulang punggung bagi operator untuk mendanai investasi berkelanjutan yang krusial ini, memastikan bahwa mereka tetap relevan dan kompetitif di tengah lanskap teknologi yang terus berubah.
Integrasi jaringan XLSmart bukan hanya tentang menggabungkan infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menyatukan visi, strategi, dan budaya kerja dari dua perusahaan besar. Dengan 80% integrasi jaringan yang sudah selesai dan target rampung pada akhir 2026, XLSmart tengah membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan. Fondasi ini akan memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya melayani jutaan pelanggan dengan lebih baik tetapi juga menjadi pendorong utama transformasi digital di Indonesia, menghadirkan inovasi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dengan sinergi yang telah terbukti, pertumbuhan bisnis yang positif, dan komitmen terhadap investasi berkelanjutan, XLSmart siap untuk melangkah maju sebagai kekuatan telekomunikasi yang dominan dan inovatif di tahun-tahun mendatang.

