BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Persija Jakarta menorehkan catatan signifikan sebagai klub yang paling banyak menyumbangkan pemainnya ke dalam skuad sementara Tim Nasional Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026. Sebanyak enam pemain andalan Macan Kemayoran dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memperkuat skuad Garuda dalam turnamen prestisius yang akan digelar pada akhir Maret 2026. Panggilan ini menegaskan kualitas dan kedalaman skuad Persija yang terus menjadi perhatian utama dalam pembentukan tim nasional.
Daftar 41 pemain yang masuk dalam skuad sementara Timnas Indonesia ini diumumkan secara resmi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada hari Senin, 9 Maret 2026. FIFA Series 2026 sendiri dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 27 hingga 30 Maret 2026, dan Timnas Indonesia akan berhadapan dengan tiga tim tangguh: Timnas Bulgaria, Timnas Kepulauan Solomon, dan Timnas Saint Kitts dan Nevis. Seluruh pertandingan akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang diharapkan akan dipenuhi oleh dukungan penuh dari para suporter tanah air.
Keenam pemain Persija Jakarta yang mendapat kehormatan untuk berseragam Merah Putih adalah Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathurrahman, Witan Sulaeman, dan Mauro Zijlstra. Keberadaan Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Dony Tri Pamungkas dalam daftar ini bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat ketiganya telah menjadi pilar penting dan pemain andalan Persija sejak awal musim kompetisi. Peran mereka di lini pertahanan dan tengah Persija telah terbukti solid dan konsisten, memberikan kontribusi besar bagi performa tim.
Sementara itu, pemanggilan Fajar Fathurrahman, Mauro Zijlstra, dan Witan Sulaeman, meskipun terkadang harus bersaing untuk mendapatkan tempat di starting eleven Persija, tetap menunjukkan kepercayaan pelatih John Herdman terhadap potensi dan kemampuan mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa Herdman memiliki visi yang luas dalam memantau perkembangan seluruh pemain di Liga Indonesia, tidak hanya yang selalu tampil reguler, tetapi juga yang memiliki potensi terpendam untuk dikembangkan lebih lanjut di level internasional. Para pemain ini diharapkan dapat memberikan energi dan dinamika baru bagi skuad Timnas.
Menariknya, ada potensi penambahan satu pemain lagi dari Persija, yaitu Shayne Pattynama. Namun, nasibnya harus tertunda karena ia tengah menjalani sanksi larangan bermain yang membuatnya tidak dapat berpartisipasi dalam ajang FIFA Series kali ini. Sanksi ini menjadi pukulan tersendiri bagi Timnas, mengingat peran Pattynama yang juga cukup krusial di lini pertahanan. Keadaan ini membuka ruang bagi pemain lain untuk membuktikan diri dan mengisi posisi yang ditinggalkan.
Di posisi kedua sebagai klub penyumbang pemain terbanyak adalah Dewa United. Tim yang berbasis di Banten ini mengirimkan empat pemain ke dalam skuad sementara Timnas Indonesia. Keempat pemain tersebut adalah Ricky Kambuaya, Stefano Lilipaly, Egy Maulana Vikri, dan Ivan Jenner. Kombinasi pemain ini diisi oleh pemain-pemain yang sudah tidak asing lagi bagi Timnas Indonesia, bahkan beberapa di antaranya telah menjadi langganan skuad Garuda sejak era kepelatihan sebelum John Herdman. Pengalaman dan jam terbang mereka di level internasional diharapkan dapat memberikan stabilitas dan ketenangan bagi tim.
Selanjutnya, klub pemuncak klasemen Super League, Persib Bandung, turut menyumbangkan tiga pemainnya untuk FIFA Series 2026. Ketiga pemain tersebut adalah Eliano Reijnders, Beckham Putra, dan Marc Klok. Kehadiran mereka dalam skuad Timnas menunjukkan bahwa Persib Bandung juga memiliki kedalaman skuad yang mumpuni dan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi.
Namun, ada satu nama besar dari Persib Bandung yang tidak dipanggil, yaitu Thom Haye. Pemain yang berperan sebagai pengatur serangan Maung Bandung ini tidak masuk dalam daftar skuad sementara. Serupa dengan Shayne Pattynama, Thom Haye juga harus menelan pil pahit karena tidak dapat berlaga di FIFA Series kali ini akibat sanksi larangan bermain yang sedang dijalaninya. Absennya Haye tentu menjadi kehilangan tersendiri bagi lini tengah Timnas Indonesia, mengingat kontribusinya yang signifikan dalam mengatur tempo permainan dan mendistribusikan bola.
Pemilihan pemain untuk skuad sementara ini mencerminkan strategi pelatih John Herdman dalam meracik tim yang ideal untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di FIFA Series. Dengan memanggil pemain dari berbagai klub, Herdman berusaha untuk mendapatkan komposisi terbaik yang menggabungkan kekuatan individu, pengalaman internasional, dan potensi perkembangan pemain muda. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kekuatan, mengevaluasi performa pemain, dan mempersiapkan diri lebih matang untuk kompetisi-kompetisi di masa depan, termasuk kualifikasi Piala Dunia.
Pentingnya FIFA Series ini tidak hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengukur sejauh mana kemajuan sepak bola Indonesia dalam menghadapi tim-tim dari berbagai konfederasi. Dengan banyaknya pemain dari klub-klub besar seperti Persija dan Dewa United yang dipanggil, ini menunjukkan bahwa kompetisi domestik di Indonesia telah melahirkan talenta-talenta berkualitas yang siap berkompetisi di panggung internasional. Para pemain yang terpilih diharapkan dapat memberikan yang terbaik, menunjukkan semangat juang, dan mengharumkan nama bangsa.
Dukungan dari berbagai elemen, termasuk klub, federasi, dan tentu saja suporter, akan menjadi faktor krusial bagi kesuksesan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Dengan adanya keikutsertaan dalam turnamen ini, Timnas Indonesia memiliki kesempatan emas untuk terus meningkatkan peringkatnya di ranking FIFA, serta membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan-tantangan yang lebih besar di masa mendatang. Persija Jakarta, sebagai penyumbang pemain terbanyak, patut diapresiasi atas kontribusinya dalam penguatan skuad Timnas Garuda.

