Jakarta, sebuah kota yang tak pernah tidur, kembali menjadi saksi bisu inovasi terbaru dalam industri gaming. Todak, merek gaya hidup esports yang telah dikenal luas, dengan bangga mengumumkan peluncuran produk kursi gaming terbarunya, Throne 2.0. Produk revolusioner ini dijadwalkan untuk memasuki pasar pada kuartal kedua tahun 2026, menjanjikan pengalaman gaming yang tak tertandingi bagi para penggemar di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
Pengumuman penting ini disampaikan oleh Co-Founder dan Presiden Direktur PT Todak Nusantara Group, Shinta W. Dhaniwardoyo, dalam acara Buka Puasa Bersama Todak yang diselenggarakan secara eksklusif di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 4 Maret 2026. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga platform strategis untuk mengungkap visi Todak ke depan, terutama dalam mendukung ekosistem esports yang semakin berkembang pesat.
"Sebetulnya dari awal Todak itu terkenal dengan gaming chair-nya," ujar Shinta, membuka sesi presentasinya dengan nada bangga. Ia melanjutkan, "Ini salah satu gaming chair kita yang namanya Throne. Jadi Throne ini, kenapa kita namakan Throne? Karena ini lumayan besar sizenya, dan ini I think one of the most comfortable gaming chair yang ada di market." Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen Todak terhadap kualitas dan kenyamanan, dua pilar utama yang selalu menjadi fokus dalam setiap produk yang mereka kembangkan. Nama "Throne" sendiri bukan sekadar penamaan acak, melainkan sebuah metafora yang menggambarkan kemewahan, kebesaran, dan kenyamanan layaknya singgasana raja, dirancang untuk membuat setiap gamer merasa istimewa saat menggunakannya.
Throne 2.0 hadir sebagai evolusi dari pendahulunya, membawa berbagai peningkatan signifikan yang telah lama dinantikan. Shinta mengungkapkan bahwa desain Throne 2.0 sepenuhnya merupakan karya orisinal dari Founder & Group CEO Todak, Khairul Azlan Zainal. Ini adalah poin krusial yang membedakan Todak dari banyak pesaing di pasar. Dalam industri yang seringkali diwarnai oleh tren dan peniruan, Todak berani berdiri tegak dengan identitas desainnya sendiri, menolak untuk mengikuti jejak merek lain. "Desainnya merupakan karya orisinal Founder & Group CEO Todak, Khairul Azlan Zainal," tegas Shinta, menekankan dedikasi merek terhadap inovasi dan keunikan. Filosofi desain ini memastikan bahwa setiap Throne 2.0 bukan hanya sekadar kursi gaming, melainkan sebuah pernyataan gaya dan komitmen terhadap kualitas yang tak tergoyahkan.
Pembaruan yang dibawa oleh Throne 2.0 mencakup berbagai aspek, mulai dari material premium hingga fitur ergonomis yang lebih canggih. Kursi ini dirancang untuk menopang tubuh dengan sempurna selama sesi gaming yang panjang, mengurangi kelelahan dan meningkatkan fokus. Material pelapis yang digunakan dipilih dengan cermat untuk daya tahan dan kenyamanan, menawarkan perpaduan antara kemewahan dan fungsionalitas. Bantalan busa dengan kepadatan tinggi yang adaptif, sistem penyangga pinggang dan leher yang dapat diatur, serta sandaran tangan 4D yang multifungsi adalah beberapa fitur unggulan yang akan memastikan setiap pengguna mendapatkan posisi duduk yang paling optimal. Rangka baja yang kokoh dan mekanisme gas lift kelas atas menjamin durabilitas dan keamanan, mampu menopang berbagai postur dan berat tubuh.
"Dan nanti pada bulan Mei. Kita akan meluncurkan versi baru dari Throne," ungkap Shinta, memberikan detail lebih lanjut mengenai jadwal peluncuran spesifik dalam Q2 2026. Peluncuran di bulan Mei ini menandai puncak dari proses pengembangan yang panjang dan teliti, melibatkan riset pasar, uji coba prototipe, hingga finalisasi desain dan produksi.
Salah satu daya tarik utama dari Throne 2.0 adalah variasi warna yang ditawarkan, dirancang untuk memenuhi selera estetika yang beragam dari para gamer. Shinta menyebutkan bahwa gamer dapat memilih dari berbagai opsi menarik, termasuk white, grey, white logo, black on black, black on white. Setiap varian warna ini menawarkan tampilan yang berbeda, memungkinkan pengguna untuk mempersonalisasi setup gaming mereka sesuai keinginan. Namun, yang paling menarik perhatian adalah edisi khusus Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL), sebuah kolaborasi yang menunjukkan kedekatan Todak dengan komunitas esports terbesar di Asia Tenggara. Edisi MPL ini tidak hanya akan menampilkan estetika yang terinspirasi dari liga tersebut, tetapi juga akan menjadi simbol dukungan Todak terhadap perkembangan esports.
Lebih dari sekadar varian warna, setiap kursi Throne 2.0 akan memiliki sentuhan unik yang mengukuhkan identitas merek. "Dan karena ini memang 2.0, nanti semua kursi kita akan ada tulisannya cultured by Todak," ujarnya. Frasa "cultured by Todak" ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah stempel kualitas dan filosofi yang dianut Todak. Ini menegaskan bahwa setiap kursi telah melewati standar kualitas yang ketat dan mencerminkan budaya inovasi serta dedikasi Todak terhadap keunggulan. Ini adalah janji bahwa setiap produk yang keluar dari Todak adalah hasil dari pemikiran mendalam dan pengerjaan yang cermat.
Kemitraan Todak dengan MPL adalah inti dari strategi jangka panjang mereka. Shinta menambahkan, kerja sama Todak dengan MPL sebagai esports lifestyle brand merupakan bentuk dukungan konkret terhadap komunitas esports di Indonesia yang terus tumbuh dan berkembang. Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang menjadi bagian integral dari ekosistem gaming. "Jadi nantinya para pro player Mobile Legends yang bertanding akan menggunakan Throne," jelas Shinta, menyoroti bagaimana kursi ini akan menjadi bagian penting dari arena kompetitif. Penggunaan Throne oleh para pemain profesional tidak hanya menjadi validasi kualitas produk, tetapi juga membantu mereka mempertahankan performa terbaik dengan kenyamanan maksimal selama pertandingan intens.
Komitmen Todak terhadap esports Indonesia juga diperkuat dengan dukungan sponsor mereka untuk beberapa turnamen besar. "Dan kita akan sponsori MPL Indonesia Season 17 dan 18, dan MDL Indonesia Season 13 dan 14," tambahnya. Dukungan ini menunjukkan investasi signifikan Todak dalam pertumbuhan ekosistem esports, tidak hanya di tingkat profesional tetapi juga di tingkat pengembangan (MDL), yang merupakan jembatan bagi bakat-bakat muda untuk melangkah ke panggung yang lebih besar.
Menurut Shinta, kemitraan strategis ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Todak 2.0 untuk tumbuh bersama ekosistem esports di Indonesia. Visi Todak melampaui sekadar penyedia hardware gaming. "Ia menegaskan, ingin menghadirkan produk dan merchandise yang tidak hanya relevan secara lifestyle, tapi juga mendukung performa kompetitif dengan standar kualitas global." Ini berarti Todak berupaya menciptakan ekosistem produk yang komprehensif, mulai dari kursi gaming, periferal, hingga merchandise yang mencerminkan gaya hidup gamer modern. Tujuannya adalah untuk memberdayakan para gamer, baik profesional maupun kasual, dengan alat yang mereka butuhkan untuk mencapai potensi penuh mereka, sambil tetap mempertahankan gaya dan identitas mereka.
Peluncuran Throne 2.0 pada awal Q2 2026 ini diharapkan akan menjadi tonggak penting bagi Todak dan industri gaming secara keseluruhan. Dengan fokus pada desain orisinal, kenyamanan superior, kualitas premium, dan dukungan tak henti-hentinya terhadap komunitas esports, Todak tidak hanya merilis sebuah produk, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi gaming lifestyle. Antusiasme yang tinggi dari komunitas gaming di Indonesia menunjukkan bahwa Throne 2.0 siap untuk merevolusi cara para gamer merasakan kenyamanan dan performa dalam setiap sesi permainan mereka, menjadikan setiap momen di depan layar terasa seperti duduk di atas singgasana sesungguhnya.
(hps/fay)

