BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – PT SGMW Motor Indonesia, yang dikenal dengan merek Wuling Motors, baru-baru ini menggebrak pasar otomotif Tanah Air dengan peluncuran Wuling Eksion, sebuah SUV elektrifikasi tujuh penumpang yang menawarkan dua pilihan powertrain canggih: medium Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV). Kehadiran Eksion disambut antusias oleh para pecinta kendaraan ramah lingkungan, terutama karena inovasi teknologi dan kapasitasnya yang mumpuni. Namun, di tengah euforia peluncuran, satu pertanyaan krusial muncul di benak calon konsumen: berapa harga komponen baterai Eksion? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan mengingat harga baterai seringkali menjadi salah satu faktor penentu utama dalam keputusan pembelian kendaraan elektrifikasi, baik itu EV murni maupun PHEV. Ketiadaan informasi resmi mengenai harga baterai Eksion menimbulkan spekulasi dan sedikit kebingungan di kalangan konsumen yang tengah mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Menanggapi rasa penasaran dan potensi kekhawatiran konsumen, Danang Wiratmoko, selaku Product Planning Wuling Motors, memberikan penjelasan mendalam mengenai strategi perusahaan terkait harga baterai Eksion. Menurut Danang, alasan utama Wuling belum merilis harga spesifik untuk baterai Eksion adalah karena seluruh konsumen yang telah meminang kendaraan ini dipastikan sepenuhnya dilindungi oleh program garansi pabrikan yang komprehensif. "Harga baterai untuk Eksion, sebenarnya karena ini produk yang baru saja launching, jadi kita mengasumsikan secara aman bahwa semua konsumen Eksion saat ini sudah terlindungi dengan garansi standar maupun lifetime secara extended. Jadi kita tidak merilis harga baterai tersebut, karena semua konsumen masih tercover dalam program garansi," ujar Danang saat ditemui di Purwokerto, Jawa Tengah, pada Rabu (3/5/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Wuling untuk memberikan rasa aman dan ketenangan maksimal kepada para penggunanya, terutama pada tahap awal kepemilikan produk elektrifikasi yang relatif baru di pasar Indonesia.
Lebih lanjut, Danang menekankan bahwa konsumen tidak perlu mencemaskan potensi biaya penggantian baterai jika terjadi kerusakan sistem. Wuling telah merancang mekanisme klaim yang memudahkan konsumen. "Begitu misalnya terjadi problem pada baterai, kemudian dia mengklaim ke dealer itu masih tercover sama garansi," imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa fokus Wuling saat ini adalah memastikan pengalaman kepemilikan yang mulus dan bebas kekhawatiran, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mengadopsi teknologi kendaraan elektrifikasi. Dengan demikian, harga baterai menjadi isu sekunder pada saat ini, karena prioritas utama adalah memastikan bahwa setiap masalah yang mungkin timbul akan ditangani sepenuhnya oleh garansi.
Untuk memberikan rasa tenang yang berlapis dan maksimal, Wuling menerapkan strategi garansi yang sangat menarik dan menguntungkan bagi konsumen Eksion, baik varian PHEV maupun BEV. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah "Lifetime Core EV Components Warranty" atau garansi seumur hidup untuk komponen inti kendaraan listrik. Program eksklusif ini diperuntukkan bagi pembeli tangan pertama, memberikan perlindungan jangka panjang yang melampaui ekspektasi pasar pada umumnya. Namun, muncul pertanyaan lanjutan mengenai nasib garansi ini jika mobil tersebut kemudian berpindah tangan dan dijual sebagai unit mobil bekas. Bagaimana skema garansi berlaku bagi pembeli kedua atau seterusnya?
Menjawab pertanyaan krusial tersebut, Danang Wiratmoko menjelaskan bahwa skema garansi Wuling telah dirancang untuk tetap memberikan perlindungan yang memadai bagi konsumen berikutnya, meskipun status garansi seumur hidup tersebut tidak dapat ditransfer secara penuh. "Sebenarnya garansi Wuling itu 8 tahun atau 120 ribu kilometer, itu garansi tiga komponen utama yang ada di EV dan PHEV mobil Wuling," kata Danang, merujuk pada garansi standar yang menjadi dasar perlindungan. "Sebagai pembeli pertama selain garansi standar 8 tahun itu, kami memberikan extend garansi lifetime. Si lifetime guarantee ini hanya bisa dinikmati pembeli pertama saja," lanjutnya, menegaskan eksklusivitas program garansi seumur hidup bagi pemilik awal.
Namun, tidak berarti pembeli mobil bekas Wuling Eksion akan kehilangan seluruh jaminan pabrikan. Meskipun status garansi seumur hidupnya tidak lagi berlaku bagi pembeli kedua, unit kendaraan tersebut dipastikan tetap memiliki sisa jaminan dari garansi standar yang diberikan oleh Wuling. "Jadi begitu dia (pembeli pertama) menjual mobilnya ke pembeli kedua, itu garansi lifetime-nya sudah tidak terpakai lagi. Pembeli kedua masih bisa menikmati garansi standar yang sepanjang 8 tahun," jelas Danang secara rinci. Ini adalah kabar baik bagi pasar mobil bekas kendaraan elektrifikasi Wuling, karena pembeli sekunder masih mendapatkan perlindungan yang cukup signifikan.
Lebih lanjut, Danang merinci bagaimana garansi standar tersebut akan terus berlaku bagi pemilik selanjutnya. "Jika konsumen menjual kendaraannya ke pembeli berikutnya, maka pembeli kendaraan berikutnya itu mendapatkan sisa garansi dari 8 tahun itu," tutupnya. Mekanisme ini memastikan bahwa nilai jual kembali kendaraan Wuling Eksion tetap terjaga dan konsumen kedua tetap mendapatkan perlindungan dari potensi kerusakan komponen utama dalam jangka waktu yang masih relevan. Ini adalah strategi yang cerdas dari Wuling untuk mendorong adopsi kendaraan elektrifikasi mereka, baik di pasar primer maupun sekunder, dengan menawarkan paket perlindungan yang komprehensif dan fleksibel.
Sebagai informasi tambahan yang penting untuk dipahami, tiga komponen utama yang umumnya dilindungi dalam garansi kendaraan elektrifikasi Wuling, termasuk pada model Eksion, meliputi baterai (power battery) yang merupakan jantung dari kendaraan listrik, motor penggerak (drive motor) yang bertanggung jawab atas pergerakan roda, dan unit kontrol motor (motor controller system) yang mengatur seluruh operasional motor listrik. Komponen-komponen ini adalah yang paling krusial dan seringkali paling mahal dalam sebuah kendaraan elektrifikasi, sehingga perlindungan garansi pada komponen-komponen inilah yang memberikan nilai tambah terbesar bagi konsumen. Dengan penjelasan yang komprehensif dari Wuling mengenai strategi garansi mereka, konsumen kini dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perlindungan yang mereka dapatkan, terlepas dari apakah mereka adalah pembeli pertama atau pembeli kendaraan bekas Wuling Eksion. Ketiadaan harga baterai yang dirilis secara publik saat ini bukanlah indikasi ketidakpastian, melainkan cerminan dari kepercayaan Wuling terhadap produk dan komitmen mereka terhadap kepuasan pelanggan melalui program garansi yang kuat dan berjangka panjang. Strategi ini diharapkan dapat meminimalisir kekhawatiran konsumen mengenai biaya perawatan jangka panjang kendaraan elektrifikasi, yang seringkali menjadi hambatan utama dalam adopsi teknologi ini.

