Kota Semarang menjadi saksi lahirnya babak baru perjuangan dakwah Rifa’iyah setelah KH. Khoirunnazi resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) Rifa’iyah Kota Semarang pada Ahad, 5 Juli 2026. Pelantikan yang berlangsung di tengah rangkaian Dzikro Haul Mbah KH. Mangun Harjo ke-145 di Kebuntaman, Rowosari, Tembalang ini, bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum pengukuhan komitmen kolektif untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan responsif terhadap tantangan zaman. Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rifa’iyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, MA., yang memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga marwah organisasi sembari terus berinovasi dalam pelayanan umat.
Pemilihan KH. Khoirunnazi sebagai nakhoda baru merupakan hasil dari proses demokrasi yang matang dalam Musyawarah Daerah (Musda). Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki akar kuat dalam tradisi keilmuan Rifa’iyah, namun sekaligus memiliki visi yang modern dalam mengelola organisasi. Terpilihnya beliau diharapkan mampu menyinergikan potensi besar warga Rifa’iyah di Kota Semarang agar tidak hanya menjadi pengikut ajaran Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i yang pasif, tetapi menjadi penggerak aktif dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat.
Slogan “Sat Set Gas” yang diteriakkan dengan lantang oleh seluruh jajaran pengurus saat pelantikan menjadi roh baru bagi kepengurusan ini. Istilah yang kental dengan nuansa Jawa ini dimaknai sebagai filosofi kerja yang cepat, tepat, dan berdampak. “Sat Set” merepresentasikan kecepatan dalam merespons permasalahan umat dan dinamika dakwah, sementara “Gas” melambangkan percepatan dalam mengeksekusi program kerja yang telah dirancang. Slogan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah kontrak sosial antara pengurus dengan jamaah bahwa kepemimpinan KH. Khoirunnazi tidak akan membiarkan organisasi jalan di tempat.

Dalam pidato pascapelantikan, ditekankan bahwa tantangan Rifa’iyah ke depan semakin kompleks. Kota Semarang sebagai pusat administrasi dan ekonomi Jawa Tengah menuntut organisasi Islam untuk hadir dengan wajah yang lebih inklusif dan solutif. Oleh karena itu, PD Rifa’iyah Kota Semarang di bawah komando KH. Khoirunnazi berkomitmen untuk memperkuat konsolidasi internal dari tingkat kecamatan hingga ranting. Konsolidasi ini menjadi prasyarat mutlak sebelum organisasi terjun lebih jauh ke ranah pemberdayaan ekonomi, pendidikan berbasis karakter, dan penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat urban yang heterogen.
Acara pelantikan yang bertepatan dengan Haul Mbah KH. Mangun Harjo ke-145 memberikan kedalaman emosional dan spiritual bagi para pengurus yang baru dilantik. Mbah KH. Mangun Harjo adalah sosok pejuang yang meletakkan dasar-dasar dakwah yang tangguh di wilayah Semarang. Menjadikan momen haul sebagai saksi pelantikan adalah pengingat bahwa estafet kepemimpinan ini memikul amanah besar dari para pendahulu. Pengurus yang baru dilantik diingatkan bahwa setiap langkah yang mereka ambil hari ini harus berpijak pada nilai-nilai keteladanan, kesabaran, dan keikhlasan yang telah diwariskan oleh para masyayikh Rifa’iyah.
Program kerja yang diusung oleh kepengurusan baru ini diproyeksikan akan berfokus pada empat pilar utama. Pertama, penguatan literasi keagamaan berbasis kitab-kitab karya Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i. Literasi ini akan dikemas dalam format yang lebih modern, termasuk pemanfaatan media digital agar ajaran-ajaran beliau dapat diakses oleh generasi muda atau kaum milenial Rifa’iyah. Kedua, penguatan sektor pendidikan formal dan non-formal yang dikelola oleh PD Rifa’iyah. Kualitas pendidikan menjadi tolok ukur kemajuan sebuah organisasi, sehingga standar manajemen sekolah dan pondok pesantren akan terus ditingkatkan agar mampu bersaing di level nasional.
Pilar ketiga adalah pemberdayaan ekonomi umat. KH. Khoirunnazi menyadari bahwa dakwah yang kuat memerlukan kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, PD Rifa’iyah Kota Semarang akan mendorong terbentuknya koperasi atau unit usaha yang mampu menopang operasional dakwah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga Rifa’iyah. Keempat, penguatan kaderisasi. Kaderisasi merupakan jantung organisasi. Tanpa kader yang militan dan berwawasan luas, organisasi akan kehilangan relevansinya di masa depan. PD Rifa’iyah Kota Semarang berkomitmen untuk menciptakan ruang-ruang diskusi dan pelatihan kepemimpinan yang lebih intensif bagi para kader muda.

Kehadiran Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, MA. selaku Ketua Umum PP Rifa’iyah memberikan arahan strategis bahwa organisasi Rifa’iyah harus mampu menjadi "penyejuk" di tengah polarisasi sosial. Beliau menegaskan bahwa semangat “Sat Set Gas” harus dibarengi dengan kehati-hatian dalam bersikap (tabayyun) dan kelapangan hati dalam berdakwah. Hal ini senada dengan prinsip dakwah Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i yang mengedepankan kebijaksanaan dan kedalaman ilmu. Pelantikan ini pun menjadi ajang konsolidasi nasional bagi para pengurus untuk menyamakan frekuensi dalam menghadapi tantangan dakwah di era disrupsi informasi.
Antusiasme warga Rifa’iyah yang hadir dalam prosesi pelantikan mencerminkan besarnya harapan mereka kepada KH. Khoirunnazi. Ratusan jamaah yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa dukungan akar rumput terhadap kepemimpinan baru ini sangat solid. Hal ini menjadi modal dasar yang sangat kuat. Ketika pengurus dan jamaah bersatu dalam satu visi, maka program-program yang ambisius sekalipun akan lebih mudah terealisasi. Semangat “Sat Set Gas” pun tidak hanya berhenti di ruangan pelantikan, tetapi harus menular hingga ke majelis-majelis taklim di pelosok Kota Semarang.
Dalam konteks yang lebih luas, PD Rifa’iyah Kota Semarang diharapkan menjadi barometer bagi PD Rifa’iyah di daerah lain di Jawa Tengah. Keberhasilan dalam mengimplementasikan manajemen organisasi yang transparan dan akuntabel akan menjadi contoh (pilot project) yang bisa direplikasi. KH. Khoirunnazi menegaskan bahwa pintu komunikasi akan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi untuk memajukan Rifa’iyah. Beliau mengajak seluruh elemen organisasi untuk membuang jauh-jauh ego sektoral dan fokus pada tujuan besar, yakni meninggikan kalimat Allah dan menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Sebagai penutup, pelantikan ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan namun juga penuh peluang. Dengan kepemimpinan KH. Khoirunnazi, PD Rifa’iyah Kota Semarang kini memiliki energi baru yang siap bergerak melampaui batas-batas yang ada. Semangat “Sat Set Gas” akan terus digelorakan sebagai napas perjuangan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan kesabaran kepada seluruh jajaran pengurus dalam mengemban amanah besar ini, demi kemaslahatan umat Islam dan kejayaan Rifa’iyah di masa depan. Selamat bekerja, selamat berkhidmat, dan teruslah berkarya untuk kejayaan dakwah Islamiyah di Kota Semarang dan Indonesia.

