BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Musibah kebakaran yang menimpa kediaman Anisa Rahma, mantan personel grup idola Cherrybelle, beberapa waktu lalu, tidak hanya menyisakan duka bagi Anisa dan keluarganya, tetapi juga memicu reaksi keras dari salah satu sahabat dekatnya, Cherly Juno. Kebakaran yang meludeskan sebagian besar rumah Anisa tersebut, meski telah berlalu, ternyata masih menyisakan luka mendalam, bukan hanya karena kerugian materiil, tetapi juga karena munculnya komentar-komentar miring dan tidak berempati dari sebagian netizen di media sosial. Cherly Juno, yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang peduli dan sigap dalam memberikan dukungan kepada rekan-rekannya, merasa sangat terpukul dan geram melihat respons sebagian warganet yang dianggapnya meremehkan musibah yang dialami Anisa, hanya karena status Anisa sebagai seorang figur publik.
"Aku sempat marah banget, kecewa. Ada yang bilang ‘ngapain dibantu, dia kan artis’," ujar Cherly dengan nada tegas, mengingat kembali momen saat ia pertama kali membaca komentar-komentar pedas tersebut. Ia menambahkan, "Kayaknya musibah itu tidak memandang strata sosial. Artis juga manusia, punya rasa sakit hati, punya duka." Pernyataan Cherly ini mencerminkan keprihatinannya terhadap hilangnya empati di kalangan sebagian masyarakat, terutama ketika menyikapi musibah yang menimpa seseorang yang dikenal publik. Ia berpendapat bahwa status sebagai artis tidak lantas membuat seseorang kebal terhadap rasa sakit atau tidak membutuhkan uluran tangan serta dukungan dari sesama. Justru sebaliknya, ia menekankan bahwa figur publik pun memiliki kerentanan yang sama dengan orang lain dalam menghadapi cobaan hidup.
Cherly Juno dengan lantang menegaskan bahwa warganet seharusnya menumbuhkan rasa empati yang lebih besar alih-alih melontarkan kalimat-kalimat negatif yang justru semakin memperberat beban seseorang yang sedang tertimpa musibah. Ia mengingatkan kembali nilai-nilai luhur yang tertanam dalam budaya ketimuran, yang mengajarkan pentingnya tenggang rasa dan kepedulian terhadap sesama. "Kita ini orang Timur yang dibesarkan dengan rasa tenggang rasa. Jangan karena melihat sosok artis, dianggap mereka nggak butuh support. Jangan sampai digital yang luas ini malah menghilangkan rasa kemanusiaan kita," tambahnya, menyuarakan kekecewaannya terhadap fenomena dehumanisasi yang semakin marak terjadi di era digital ini. Ia berpendapat bahwa kemajuan teknologi informasi seharusnya memperkuat ikatan kemanusiaan, bukan malah merenggangkannya.
Di tengah kepedihan pasca-kebakaran yang melanda rumahnya, Anisa Rahma justru menemukan sebuah ‘keajaiban’ yang tak terduga. Sebanyak 3.700 eksemplar Al-Qur’an miliknya dilaporkan selamat dari amukan api. Penemuan yang luar biasa ini kemudian menjadi momentum bagi Cherly dan para mantan personel Cherrybelle lainnya untuk merapatkan barisan dan memberikan dukungan lebih lanjut. Mereka berinisiatif untuk membantu mempromosikan kitab suci yang selamat tersebut dengan tujuan agar dapat dijual dan memberikan manfaat lebih luas. "Sebenarnya itu barang yang mau dibagi-bagikan. Tapi karena kondisinya begini, kami bantu lewat social media agar followers ikut berpartisipasi membeli," jelas Cherly, menjelaskan bagaimana mereka memanfaatkan platform media sosial untuk menggalang dukungan. Ia juga menyoroti ketegaran Anisa dalam menghadapi cobaan ini, yang hanya meminta didoakan agar diberikan kekuatan.
Mengenai penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumahnya, Cherly membagikan sedikit informasi yang ia peroleh langsung dari Anisa. Menurut penuturan Anisa, api diduga berasal dari sebuah lilin yang dinyalakan di dapur rumahnya. Lilin tersebut digunakan untuk mengusir lalat yang jumlahnya cukup banyak selama dua hari berturut-turut. Diduga, lilin tersebut terjatuh karena angin atau sebab lain yang tidak terduga, lalu memicu api yang dengan cepat merambat. "Ada lalat yang ramai banget selama dua hari. Dia pasang lilin dapur, mungkin kena angin atau apa, lalu jatuh dan terbakar. Kita nggak pernah menyangka lilin sekecil itu bisa jadi musibah besar. Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua," tutur Cherly, seraya berharap agar kejadian ini menjadi pengingat bagi banyak orang untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi bahaya, sekecil apapun itu.
Saat ini, Cherly dan anggota eks Cherrybelle lainnya tengah berupaya memberikan ruang privasi bagi Anisa untuk memproses dan menata kembali perasaannya pasca-musibah. Mereka memahami bahwa Anisa dan keluarganya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dan beradaptasi dengan kondisi baru. Kendati demikian, mereka berencana untuk segera mengunjungi lokasi kejadian dalam waktu dekat guna memberikan dukungan moril secara langsung dan menunjukkan solidaritas mereka sebagai sahabat. "Kami ingin dia meregulasi perasaannya dulu, menata kembali dukanya. Nanti kalau sudah agak tenang, kami pasti ke sana untuk menguatkan. Yang penting sekarang, Anisa dan keluarga tabah," pungkas Cherly, menutup percakapan dengan harapan agar Anisa dan keluarganya senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Upaya mereka tidak hanya sebatas memberikan bantuan materiil, tetapi juga dukungan emosional dan spiritual yang sangat berarti di masa-masa sulit seperti ini. Semangat persahabatan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Cherly dan para mantan personel Cherrybelle lainnya patut menjadi contoh bagi banyak orang.

