0

Reaksi Anak-anak Sule Ketika Teddy Ributkan Soal Ahli Waris

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komedian Entis Sutisna, yang lebih dikenal dengan nama Sule, akhirnya angkat bicara menanggapi kembali polemik yang dilontarkan oleh Teddy Pardiyana terkait masalah ahli waris. Perkara ini kembali mencuat setelah Teddy mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama (PA) Bandung. Sule tidak tinggal diam, ia mengungkapkan bagaimana reaksi anak-anaknya, khususnya Putri Delina, ketika mengetahui kabar tersebut.

"Marah. Putri marah, kesal. (Kita jadi) Apa sih maunya? Tenang aja, ini kan nggak akan hilang," ungkap Sule menirukan reaksi Putri Delina, sebagaimana dikutip dari program Pagi Pagi Ambyar yang ditayangkan di kanal YouTube Trans TV Official pada Kamis (22/1/2026). Ekspresi kesal dan kebingungan anak-anaknya menjadi bukti betapa isu ini terus menerus mengusik ketenangan keluarga. Sule mencoba menenangkan anak-anaknya dengan mengingatkan bahwa harta warisan yang menjadi hak mereka tidak akan hilang begitu saja. Ia menekankan bahwa mereka harus tetap tenang dan fokus pada kesibukan masing-masing.

Reaksi Anak-anak Sule Ketika Teddy Ributkan soal Ahli Waris

Sule menegaskan bahwa anak-anaknya, Rizky Febian, Putri Delina, dan Rizwan, memiliki kesibukan masing-masing sebagai seorang figur publik. Ketiganya dikenal aktif di dunia hiburan dan memiliki jadwal yang padat. Putri Delina, misalnya, seringkali harus menolak undangan atau pertemuan karena kesibukan syuting dan aktivitas lainnya. "Putri selalu kasih tahu, kalau ada panggilan nggak bisa karena sibuk. Permohonan itu alasan saja, mungkin kalau sudah ada legalitas warisan itu sudah bisa dibagikan kali pikirnya. Jadi nggak usah takut menurut saya mah," jelas Sule, mencoba mengartikan motif di balik permohonan Teddy. Ia berpendapat bahwa Teddy mungkin memiliki pemikiran bahwa dengan adanya legalitas warisan yang jelas, pembagian aset akan lebih mudah dilakukan.

Lebih lanjut, Sule memberikan pesan tegas kepada Teddy Pardiyana terkait tanggung jawab finansial. Ia mengingatkan bahwa fokus utama Teddy seharusnya adalah membiayai anak semata wayangnya dari mendiang Lina Jubaedah, yaitu Bintang. Sule menekankan bahwa ia dan anak-anaknya tidak memiliki kewajiban untuk menanggung biaya hidup Bintang, karena masih ada ayah kandungnya. "Sekarang mending fokus kerja biayain anak sampai gede, kan saya bukan asuransi untuk membiayai. Anak-anak saya juga nggak ada kewajiban untuk membiayai, kan masih ada bapaknya. Kecuali Bintang itu anak yatim piatu, jangankan anak-anak, saya pun pasti urus. Jadi jangan mengejar dunialah, susah," ujar Sule dengan nada tegas. Ia menyarankan Teddy untuk tidak terburu-buru mengejar harta duniawi dan lebih memprioritaskan tanggung jawabnya sebagai orang tua.

Polemik ahli waris ini memang telah bergulir cukup lama, dan kerap kali diwarnai oleh pernyataan-pernyataan kontroversial dari pihak Teddy Pardiyana. Awalnya, Teddy sempat menuntut hak waris atas sejumlah aset yang disebut-sebut peninggalan mendiang Lina Jubaedah. Ia mengklaim bahwa ada beberapa aset yang seharusnya menjadi hak Bintang, namun belum dibagikan. Hal ini kemudian berbuntut pada upaya hukum yang dilakukan oleh anak-anak Sule, yaitu Rizky Febian, Putri Delina, dan Rizwan, yang mengajukan permohonan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Bandung terkait sengketa waris.

Reaksi Anak-anak Sule Ketika Teddy Ributkan soal Ahli Waris

Dalam gugatan tersebut, anak-anak Sule meminta agar aset-aset yang diklaim sebagai hak mereka, yang juga diduga dititipkan kepada Teddy, dapat segera dikembalikan. Gugatan ini diajukan sebagai upaya untuk mendapatkan kejelasan hukum mengenai kepemilikan aset dan untuk melindungi hak-hak mereka sebagai ahli waris yang sah. Namun, upaya hukum yang ditempuh oleh anak-anak Sule ini justru dibalas dengan permohonan lain dari Teddy ke PA Bandung. Permohonan Teddy ke PA Bandung ini, menurut pengakuan Sule, menimbulkan kebingungan dan kekesalan di kalangan anak-anaknya.

Reaksi anak-anak Sule ini sangat wajar. Selama ini, mereka telah menunjukkan sikap yang kooperatif dan dewasa dalam menghadapi berbagai isu yang menyangkut almarhumah ibunya dan Teddy. Rizky Febian, sebagai anak sulung, seringkali menjadi juru bicara keluarga dan berusaha menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Ia pernah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah warisan secara kekeluargaan, namun upaya tersebut tampaknya tidak mendapat respons yang memadai dari pihak Teddy.

Putri Delina, yang dikenal sebagai sosok yang emosional namun juga penyayang, merasakan dampak langsung dari perseteruan ini. Keterlibatannya sebagai anak yang juga memiliki kedekatan dengan mendiang ibunya, membuat isu warisan ini menjadi sangat personal baginya. Kemarahan dan kekesalannya menunjukkan bahwa ia merasa terganggu dan mungkin merasa tidak dihargai atas segala upaya yang telah dilakukan oleh keluarganya untuk bersikap bijaksana.

Reaksi Anak-anak Sule Ketika Teddy Ributkan soal Ahli Waris

Rizwan, anak ketiga Sule, juga turut merasakan dampak dari konflik yang terus menerus ini. Meskipun tidak sefrontal Rizky atau Putri dalam menyampaikan pendapatnya di media, namun ia pasti memiliki pandangan dan perasaan yang sama mengenai situasi ini. Ketiga anak Sule ini, meskipun memiliki karir masing-masing, selalu menunjukkan kekompakan dalam menghadapi masalah keluarga. Mereka saling mendukung dan menjaga satu sama lain.

Sule, sebagai seorang ayah, tentu saja akan selalu membela dan melindungi anak-anaknya. Pernyataannya yang tegas dan jelas menunjukkan bahwa ia tidak akan membiarkan anak-anaknya terus menerus menjadi korban dari perseteruan yang tidak kunjung usai ini. Ia ingin memberikan pemahaman kepada Teddy bahwa tanggung jawab utama adalah pada anak kandungnya, Bintang, dan bukan pada anak-anaknya dari pernikahan sebelumnya.

Pesan Sule kepada Teddy agar fokus pada pekerjaannya dan membiayai anaknya merupakan nasihat yang sangat mendasar. Kehidupan tidak hanya tentang harta, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kewajiban moral. Menjadi orang tua adalah amanah yang besar, dan menafkahi anak adalah kewajiban utama seorang ayah. Jika Teddy benar-benar peduli pada Bintang, ia seharusnya mengesampingkan segala urusan pribadi dan fokus pada masa depan putrinya.

Reaksi Anak-anak Sule Ketika Teddy Ributkan soal Ahli Waris

Lebih jauh, Sule juga mengingatkan Teddy agar tidak terlalu terobsesi dengan duniawi. Kehidupan di dunia ini bersifat sementara, dan mengejar kekayaan semata tanpa memperhatikan nilai-nilai moral dan spiritual dapat membawa penyesalan di kemudian hari. Pesan ini disampaikan bukan untuk merendahkan Teddy, melainkan sebagai pengingat yang bijak agar ia dapat menata kembali prioritas hidupnya.

Kasus ini juga menyoroti kompleksitas hubungan keluarga pasca perceraian dan pernikahan kembali. Meskipun mendiang Lina Jubaedah telah tiada, warisannya masih menjadi topik perbincangan yang sensitif. Keberadaan anak-anak dari pernikahan Sule dan Lina, serta Teddy sebagai suami Lina yang kemudian menjadi ayah sambung Bintang, membuat situasi ini semakin rumit.

Penting untuk diingat bahwa hak waris adalah hak yang dijamin oleh hukum. Namun, penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara yang adil dan transparan. Tindakan Teddy yang mengajukan permohonan ke PA Bandung, di tengah proses hukum yang sudah berjalan, bisa jadi diartikan sebagai upaya untuk mempersulit atau mengalihkan isu.

Reaksi Anak-anak Sule Ketika Teddy Ributkan soal Ahli Waris

Sikap anak-anak Sule yang menunjukkan kemarahan dan kekesalan adalah respons emosional yang manusiawi. Mereka berhak merasa terganggu dengan perseteruan yang terus menerus ini, terutama ketika melibatkan nama almarhumah ibu mereka. Namun, dengan adanya bimbingan dari ayah mereka, Sule, mereka diharapkan dapat tetap menjaga ketenangan dan fokus pada kehidupan mereka.

Pada akhirnya, penyelesaian masalah warisan ini membutuhkan kedewasaan dan niat baik dari semua pihak. Pihak Sule dan anak-anaknya telah menunjukkan sikap yang cukup kooperatif. Kini, tinggal bagaimana Teddy Pardiyana dapat merespons dengan lebih bijak dan bertanggung jawab, demi kebaikan semua pihak, terutama demi masa depan Bintang. Perkara ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi yang baik, kejujuran, dan tanggung jawab dalam sebuah keluarga, bahkan ketika hubungan antar orang tua telah berakhir.