BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komedian ternama, Sule, akhirnya buka suara mengenai kabar bahagia rencana pernikahan mantan istrinya, Nathalie Holscher. Dengan sikap lapang dada dan penuh pengertian, Sule menyambut baik keputusan Nathalie untuk kembali membangun rumah tangga, demi kebahagiaan buah hati mereka, Adzam Adriansyah Sutisna. Pernyataan ini disampaikan Sule saat ditemui awak media di Studio Trans7, kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/5/2026).
"Kalau untuk tahunya dia (Nathalie Holscher) mau menikah ya tahulah," ujar Sule, menunjukkan bahwa informasi tersebut bukanlah sesuatu yang baru baginya. Lebih lanjut, Sule mengungkapkan bahwa kabar rencana pernikahan ibunda Adzam ini justru telah diketahui oleh Adzam sendiri, dan reaksi sang putra sungguh mengharukan.
Sule menceritakan percakapannya dengan Adzam yang menunjukkan betapa senangnya balita tersebut mendengar rencana ibundanya. "Gua telepon Adzam, dibilang ‘Adzam udah mau punya papa baru nih’. ‘Iya aku punya papa dua’ dia bilang gitu. ‘Ah baguslah kapan nih?’. ‘Ya secepatnya’," tutur Sule, menirukan antusiasme Adzam dengan nada bangga. Ungkapan Adzam yang merasa senang akan memiliki "papa dua" ini menjadi bukti nyata bahwa perceraian orang tua tidak lantas membuat anak merasa terbebani, asalkan komunikasi dan kedewasaan orang tua dapat dijaga dengan baik.
Sikap terbuka dan dewasa yang ditunjukkan oleh pemilik nama asli Sutisna ini merupakan buah dari proses pendewasaan diri pasca perceraian. Sule menegaskan bahwa kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan dengan mantan pasangan setelah berpisah adalah dengan mengesampingkan ego pribadi. "Harus berdamai dulu dengan diri sendiri. Berdamai dulu dengan diri kita. Kalau kita terus mau bersitegang terus kita mau membalas apa yang sudah dia lakukan buat apa," jelasnya dengan bijak.
Lebih lanjut, Sule mengungkapkan komitmennya untuk tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Nathalie Holscher, meskipun kini mereka hidup terpisah. Ia menyadari betul bahwa meskipun secara fisik jarak memisahkan antara dirinya dengan Adzam, kedekatan batin harus tetap terjaga. "Aku gak mau anak aku kecewa. Aku kecewa walaupun jauh, tapi hati kita tetap dekat karena tahu aku masih berkomunikasi sama mamanya," pungkasnya, menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional demi sang anak.
Pernikahan Sule dan Nathalie Holscher yang berakhir pada 10 Agustus 2022 memang menyisakan satu buah hati, Adzam, yang kini berada dalam pengasuhan Nathalie. Keputusan Nathalie untuk menikah lagi tentu menjadi babak baru dalam kehidupannya, dan dukungan serta restu dari Sule menjadi faktor penting yang membuat proses ini berjalan lancar dan penuh kebahagiaan, terutama bagi Adzam.
Kehadiran sosok ayah baru dalam kehidupan Adzam diharapkan dapat memberikan warna dan kebahagiaan tambahan. Sikap Sule yang legowo dan mendukung penuh keputusan mantan istrinya ini patut diapresiasi. Ia telah membuktikan bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah proses yang bisa membawa pada pendewasaan dan pengertian yang lebih dalam, terutama ketika menyangkut kebahagiaan anak.
Sule, sebagai seorang publik figur, memberikan contoh yang sangat baik tentang bagaimana mengelola hubungan pasca perceraian. Daripada terjebak dalam konflik dan saling menyalahkan, ia memilih untuk fokus pada kebaikan bersama, yaitu kesejahteraan Adzam. Komunikasinya yang terbuka dengan Nathalie, meskipun sudah tidak terikat pernikahan, menunjukkan bahwa niat baik dan kedewasaan dapat mengatasi segala perbedaan.
Dukungan Sule terhadap pernikahan Nathalie juga mencerminkan pemahamannya akan kebutuhan emosional Adzam. Anak-anak yang orang tuanya bercerai seringkali membutuhkan figur ayah dan ibu yang stabil dan penuh kasih. Dengan merestui dan bahkan menyambut baik kehadiran sosok ayah baru, Sule memastikan bahwa Adzam akan mendapatkan cinta dan dukungan yang utuh dari kedua orang tuanya, meskipun dalam struktur keluarga yang berbeda.
Kabar pernikahan Nathalie Holscher ini sendiri memang telah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan penggemar. Banyak yang penasaran dengan siapa sosok pria yang akan menjadi suami Nathalie dan ayah tiri bagi Adzam. Namun, fokus utama dalam pemberitaan kali ini adalah bagaimana reaksi dan sikap Sule yang begitu positif dan dewasa dalam menghadapi situasi ini.
Bagi Sule, kebahagiaan Adzam adalah prioritas utama. Ia tidak ingin Adzam merasa terpecah belah atau merasa memiliki masalah karena orang tuanya berpisah. Sebaliknya, ia ingin Adzam tumbuh menjadi anak yang bahagia dan dicintai, dengan dukungan penuh dari kedua belah pihak. Ucapan Adzam yang dengan bangga mengatakan "punya papa dua" adalah bukti nyata bahwa pendekatan yang dipilih Sule dan Nathalie telah berhasil menciptakan lingkungan yang positif bagi sang anak.
Proses pendewasaan diri yang diungkapkan Sule bukan sekadar ucapan belaka, melainkan sebuah perjalanan emosional yang kompleks. Melepaskan ego, menerima kenyataan, dan memprioritaskan kepentingan anak membutuhkan kekuatan mental yang luar biasa. Sule telah menunjukkan bahwa ia mampu melewati fase tersebut dengan gemilang, menjadikannya teladan bagi banyak orang yang mungkin mengalami situasi serupa.
Pesan yang disampaikan Sule mengenai pentingnya "berdamai dengan diri sendiri" adalah inti dari kebahagiaan dalam hubungan pasca perceraian. Ketika seseorang telah menemukan kedamaian dalam dirinya sendiri, ia akan lebih mudah untuk menerima dan beradaptasi dengan perubahan, serta mampu melihat kebaikan dalam situasi yang mungkin terasa sulit di awal.
Hubungan komunikasi yang baik antara Sule dan Nathalie juga menjadi pondasi penting. Hal ini memastikan bahwa mereka dapat saling bertukar informasi, berdiskusi mengenai perkembangan Adzam, dan memberikan dukungan satu sama lain sebagai orang tua. Komunikasi yang efektif mencegah kesalahpahaman dan memperkuat ikatan kekeluargaan yang terjalin demi anak.
Kisah ini mengajarkan bahwa perceraian bukanlah akhir dari sebuah keluarga, melainkan sebuah transformasi. Keluarga dapat terus eksis dalam bentuk yang berbeda, namun tetap berlandaskan cinta dan kasih sayang, terutama untuk anak-anak. Sikap Sule yang lapang dada dan mendukung pernikahan Nathalie Holscher adalah bukti nyata dari komitmennya sebagai seorang ayah yang ingin melihat anaknya tumbuh bahagia dalam lingkungan yang kondusif.
Lebih jauh lagi, pengakuan Sule bahwa ia tidak ingin Adzam kecewa, meskipun ia sendiri mungkin pernah merasakan kekecewaan, menunjukkan tingginya tingkat empati dan pengorbanannya sebagai seorang ayah. Ia rela menomorduakan perasaannya sendiri demi kebahagiaan sang putra. Hal ini tentu akan menjadi pelajaran berharga bagi Adzam kelak, tentang arti cinta orang tua yang tanpa syarat.
Sebagai penutup, berita ini tidak hanya memberitakan tentang rencana pernikahan Nathalie Holscher, tetapi juga menyoroti sisi kematangan emosional dan kebijaksanaan Sule dalam menghadapi pasca perceraian. Sikapnya yang positif dan penuh pengertian patut menjadi inspirasi, membuktikan bahwa perceraian bisa menjadi awal dari babak kehidupan yang lebih baik, terutama jika dijalani dengan hati yang lapang dan fokus pada kebahagiaan buah hati.

