BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ketegangan antara selebgram Na Daehoon dan Safrie Ramadhan, kekasih mantan istrinya, Jule (Julia Prastini), mencapai puncaknya. Na Daehoon, yang memegang hak asuh penuh atas ketiga anak mereka, Na Junho, Na Eunho, dan Na Jena, secara tegas mengumumkan pembatasan pertemuan Jule dengan anak-anak mereka. Keputusan drastis ini diambil menyusul serangkaian unggahan Safrie di media sosial yang dianggap Na Daehoon telah melewati batas, merendahkan martabatnya sebagai ayah, dan berpotensi membahayakan tumbuh kembang anak.
Sebelumnya, Safrie Ramadhan mengunggah serangkaian foto yang menampilkan keakrabannya dengan anak-anak Na Daehoon. Meskipun terkesan menunjukkan kedekatan, unggahan tersebut diselipi oleh sindiran satir yang ditujukan kepada Na Daehoon. Salah satu unggahan yang paling memicu kemarahan Na Daehoon adalah foto bersama anak-anaknya di kasur, yang ia anggap sebagai eksploitasi anak untuk konten media sosial. Na Daehoon merasa anak-anaknya dijadikan alat untuk melancarkan serangan pribadi terhadap dirinya.
"Beberapa kejadian belakangan ini yang menurut saya sudah melewati batas," ujar Na Daehoon dalam pernyataan resminya di akun Instagram pada Jumat, 1 Mei 2026. "Saya sebagai ayah dan pemegang hak asuh, memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak." Pernyataan ini menegaskan keseriusan Na Daehoon dalam menanggapi situasi yang semakin memburuk.
Na Daehoon menjelaskan bahwa meskipun secara hukum hak asuh anak sepenuhnya berada di tangannya, ia selama ini tetap memberikan kesempatan bagi Jule untuk bertemu dengan buah hati mereka. Namun, tindakan Safrie yang dianggap tidak pantas dan merendahkan martabatnya sebagai ayah, serta membiarkan anak-anak terlibat dalam lelucon yang tidak sehat, membuatnya terpaksa mengambil langkah tegas. "Beberapa hal yang menjadi perhatian serius bagi saya antara lain adanya tindakan yang menurut saya tidak pantas terhadap anak… Serta membiarkan anak-anak terlibat atau digunakan untuk bahan lecehan dan merendahkan martabat saya sebagai ayah," tegasnya.
Lebih lanjut, Na Daehoon merinci kekhawatirannya, termasuk dugaan penggunaan kosmetik dewasa pada anak dan penggunaan anak-anak sebagai bahan lelucon. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukanlah didorong oleh emosi semata, dendam, atau keinginan untuk memisahkan anak dari ibu kandungnya. Sebaliknya, prioritas utamanya adalah menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan mental, dan yang terpenting, tumbuh kembang anak-anaknya secara optimal.
"Keputusan ini bukan diambil karena emosi, dendam, atau keinginan untuk memisahkan anak-anak dari ibu kandungnya, melainkan semata-mata demi menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan mental, serta tumbuh kembang anak-anak," tegas Na Daehoon, menunjukkan bahwa keputusannya didasari oleh pertimbangan rasional dan demi kebaikan anak-anak.
Na Daehoon juga tidak ragu untuk mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba merusak nama baiknya. Ia secara spesifik menyebut keluarga mantan istrinya dan pihak lain yang diduga menyebarkan fitnah, menggiring opini publik, atau menggunakan jasa buzzer untuk menyerangnya. "Terhadap pihak keluarga mantan istri maupun pihak-pihak lain yang selama ini menyebarkan fitnah, menggiring opini, atau menggunakan buzzer untuk menyerang nama baik saya, saya akan menempuh jalur hukum yang berlaku," ancamnya, menunjukkan kesiapannya untuk mengambil tindakan hukum jika diperlukan.
Sebagai informasi tambahan, Na Daehoon dan Julia Prastini resmi mengakhiri pernikahan mereka pada akhir tahun 2025. Perceraian tersebut terjadi setelah Julia Prastini mengakui perselingkuhannya dengan Safrie Ramadhan. Pasca perceraian, Na Daehoon mendapatkan hak asuh penuh atas ketiga anak mereka, yang menjadi fokus utamanya dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga kecilnya, meski dalam struktur yang berbeda. Keputusan pembatasan pertemuan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang lebih stabil dan terlindungi dari drama orang dewasa yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis mereka. Na Daehoon berharap melalui langkah ini, semua pihak dapat memahami urgensi perlindungan anak di atas segala kepentingan pribadi. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga batasan yang sehat dalam interaksi media sosial, terutama ketika melibatkan anak-anak yang masih rentan. Dengan keputusan ini, Na Daehoon menunjukkan komitmennya sebagai ayah yang bertanggung jawab, yang mengutamakan kesejahteraan anak-anaknya di atas segalanya, termasuk potensi konflik yang mungkin timbul dengan mantan istri dan kekasihnya.

