BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kasih sayang mendalam dari seorang ayah mertua terpancar jelas dari ucapan Harry Kiss, ayah dari mendiang Vidi Aldiano, terhadap menantunya, Sheila Dara Aisha. Di momen menjelang peringatan 40 hari kepergian Vidi, Harry Kiss menegaskan bahwa posisi Sheila Dara dalam keluarga mereka tidak akan pernah tergantikan. Bagi beliau, aktris yang dikenal lewat film "Sore: Istri dari Masa Depan" itu adalah menantu terbaik yang akan selamanya menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar mereka. "Sheila itu menantu terbaik saya. Kalau Sheila bilang Vidi itu suami selamanya, kalau buat saya Sheila itu menantu selamanya," ungkap Harry Kiss dengan nada penuh kehangatan saat ditemui di TPU Tanah Kusir pada Selasa, 14 April 2026.
Ungkapan tersebut bukan sekadar kata-kata manis, melainkan cerminan ikatan emosional yang kuat dan rasa penerimaan yang tulus dari keluarga Vidi Aldiano terhadap Sheila Dara. Kehilangan Vidi Aldiano tentu menjadi pukulan berat bagi seluruh keluarga, namun di tengah kesedihan tersebut, ikatan yang terjalin dengan menantu justru semakin menguat. Harry Kiss melihat Sheila Dara bukan hanya sebagai istri mendiang putranya, tetapi sebagai anggota keluarga yang dicintai dan dihargai. Pernyataan ini memberikan gambaran betapa dalamnya rasa hormat dan kasih sayang yang dirasakan oleh Harry Kiss terhadap Sheila Dara, bahkan di saat-saat terberat sekalipun.
Mengenai kondisi terkini Sheila Dara, Harry Kiss menjelaskan bahwa menantunya tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda bangkit dari keterpurukan. Meskipun rasa kehilangan yang mendalam masih menyelimuti, Sheila Dara mulai beradaptasi dengan situasi baru dan kembali menjalani aktivitasnya bersama orang-orang terdekat. Ia terlihat mulai berkumpul dengan ibu mertuanya, menunjukkan bahwa ia masih memiliki hubungan yang erat dan suportif dengan keluarga Vidi Aldiano. "Sheila saya belum pernah ketemu sejak kemarin ini ya, cuma ketemu sama istri saya aja. Dia apa, ladies night, apa namanya? Kayak gitu, bertemu hanya dengan perempuan-perempuan saja," terang Harry Kiss, memberikan gambaran tentang upaya Sheila Dara untuk tetap terhubung dengan lingkungan sosialnya.
Harry Kiss tidak menampik bahwa proses pemulihan hati setelah ditinggalkan oleh pasangan hidup bukanlah perkara mudah. Ia memahami betul betapa beratnya kehilangan seseorang yang dicintai, terutama seorang suami. Sebagai orang tua, ia terus memberikan dukungan moral dan doa yang tak henti-hentinya, serta memberikan ruang bagi Sheila Dara untuk menata kembali hidupnya di masa depan. "Ya getting better-lah ya. Getting better. Tapi ya kalau saya lihat, ya namanya ditinggalkan suami ya, saya kira ya tetap saja masih seperti itu. Kita doakan saja Sheila makin lama makin baik," ujar Harry Kiss dengan penuh keprihatinan namun juga harapan. Dukungan ini menunjukkan peran penting keluarga besar dalam membantu Sheila Dara melewati masa sulit ini.
Di luar dukungan pribadi kepada Sheila Dara, keluarga Vidi Aldiano juga memiliki rencana untuk meneruskan semangat hidup dan kebaikan yang telah ditunjukkan oleh Vidi Aldiano selama hidupnya. Hal ini diwujudkan dalam berbagai inisiatif yang akan mereka jalankan. "Kita mengupayakan bagaimana supaya Vidi itu tetap hidup. Baik itu kebaikan-kebaikan-nya, baik itu kita punya acara-acara misalnya gak hanya ikan ya, nanti mungkin ada tanaman ya, mungkin kita ke panti-panti asuhan," pungkas Harry Kiss. Rencana ini mencakup berbagai kegiatan sosial dan amal yang diharapkan dapat menjadi representasi dari nilai-nilai positif yang dipegang teguh oleh Vidi Aldiano.
Ide untuk meneruskan semangat hidup Vidi Aldiano melalui berbagai kegiatan positif ini patut diapresiasi. Ini bukan sekadar cara untuk mengenang mendiang, tetapi juga sebuah upaya untuk menginspirasi orang lain dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan seperti "tidak hanya ikan" menyiratkan adanya keberagaman program yang akan dijalankan, mungkin merujuk pada kegiatan yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Vidi atau sesuai dengan minat dan kepeduliannya. Pengadaan kegiatan seperti penanaman pohon atau kunjungan ke panti asuhan menunjukkan komitmen keluarga untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Dalam konteks ini, "ikan" mungkin merujuk pada salah satu kegiatan amal atau proyek yang pernah Vidi Aldiano ikuti atau inisiasi, yang melibatkan pemberian bantuan berupa ikan atau produk perikanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan menyebutkan "gak hanya ikan", Harry Kiss mengindikasikan bahwa mereka akan memperluas cakupan kegiatan amal tersebut agar lebih beragam dan menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat. Ini bisa berarti mereka akan terlibat dalam program penyediaan pangan yang lebih luas, pemberdayaan ekonomi, atau bahkan program pendidikan dan kesehatan.
Selanjutnya, penyebutan "tanaman" sebagai salah satu fokus kegiatan mendatang, membuka interpretasi yang menarik. Hal ini bisa diartikan sebagai upaya untuk melanjutkan atau memulai program penghijauan, pelestarian lingkungan, atau bahkan program pertanian urban yang bisa memberdayakan komunitas. Menanam pohon, misalnya, adalah simbol kehidupan, pertumbuhan, dan keberlanjutan, yang sejalan dengan upaya untuk meneruskan semangat Vidi Aldiano. Mungkin Vidi memiliki ketertarikan pada isu lingkungan, atau keluarga ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam kepada generasi mendatang.
Lebih lanjut, rencana untuk "ke panti-panti asuhan" menunjukkan adanya kepedulian yang kuat terhadap anak-anak yang membutuhkan. Kunjungan ke panti asuhan dapat berupa pemberian bantuan materiil, mengadakan kegiatan edukatif dan rekreatif, atau sekadar memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak tersebut. Ini adalah cara yang sangat mulia untuk meneruskan semangat kebaikan Vidi Aldiano, dengan menyentuh kehidupan anak-anak yang mungkin kurang beruntung dan memberikan mereka harapan.
Upaya keluarga Vidi Aldiano untuk meneruskan semangat hidup mendiang melalui berbagai kegiatan ini bukan hanya menjadi penghormatan bagi Vidi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di tengah duka yang mendalam, mereka mampu bangkit dan mengubah kesedihan menjadi kekuatan untuk berbuat baik. Ini menunjukkan ketangguhan mental dan kebesaran hati keluarga tersebut.
Dalam sebuah acara mengenang mendiang, seringkali ada upaya untuk mengabadikan memori melalui berbagai cara. Namun, meneruskan semangat hidup melalui tindakan nyata yang berdampak positif jauh lebih bermakna. Keluarga Vidi Aldiano tampaknya memahami hal ini dengan baik. Mereka tidak hanya ingin mengenang Vidi, tetapi juga ingin memastikan bahwa warisan kebaikan dan semangat positifnya terus hidup dan berkembang.
Setiap kegiatan yang direncanakan, baik itu yang berkaitan dengan pangan, lingkungan, maupun kesejahteraan anak-anak, memiliki potensi untuk menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa kehilangan Vidi Aldiano tidak berarti berakhirnya segala sesuatu, melainkan awal dari sebuah babak baru di mana semangatnya akan terus hidup melalui karya dan kebaikan yang dilakukan oleh keluarganya.
Proses menuju peringatan 40 hari ini tentu menjadi momen yang sarat dengan emosi. Namun, di tengah kesedihan tersebut, terselip kehangatan dan harapan yang terpancar dari keluarga Vidi Aldiano. Pernyataan Harry Kiss tentang Sheila Dara sebagai menantu selamanya, serta rencana untuk meneruskan semangat Vidi melalui berbagai kegiatan positif, menjadi bukti nyata bahwa cinta dan kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk terus hidup, bahkan setelah kepergian seseorang.
Keputusan untuk tidak hanya fokus pada ikan, tetapi juga pada tanaman dan panti asuhan, menunjukkan visi yang luas dari keluarga ini dalam berkontribusi pada masyarakat. Mereka ingin menciptakan dampak yang holistik, menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pelestarian lingkungan, hingga perhatian terhadap generasi muda. Ini adalah sebuah dedikasi yang luar biasa, yang lahir dari rasa cinta dan kehilangan yang mendalam.
Kehidupan terus berjalan, dan cara keluarga Vidi Aldiano merespons kehilangan ini patut menjadi contoh. Mereka memilih untuk merangkul masa depan dengan harapan, meneruskan kebaikan, dan menjaga ikatan keluarga yang kuat.
Semoga inisiatif-inisiatif yang akan dijalankan oleh keluarga Vidi Aldiano dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Semangat Vidi Aldiano, melalui kebaikan-kebaikan yang akan terus bergulir, akan senantiasa hidup dan menginspirasi.

