0

Misi Besar Arsenal, Gagalkan Back To Back PSG di Liga Champions!

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Panggung akbar sepak bola Eropa, final Liga Champions musim 2025/2026, akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara dua raksasa: Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG). Pertandingan puncak yang dinanti-nantikan ini dijadwalkan akan memukau penonton di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu, 30 Mei 2026, malam WIB. PSG, sebagai pemegang mahkota juara bertahan, akan berhadapan dengan Arsenal, tim yang musim lalu harus menelan pil pahit setelah disingkirkan oleh wakil Prancis tersebut di babak semifinal.

Tragedi musim lalu masih membekas di benak para penggawa The Gunners. Kekalahan agregat 1-3 dari PSG di semifinal Liga Champions 2024/2025 menjadi luka yang mendalam. Di sisi lain, PSG berhasil merajai Eropa setelah menggilas raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor telak 5-0 di partai final. Kini, Arsenal bertekad membalas dendam sekaligus mengukir sejarah baru di kompetisi paling prestisius ini.

Semangat juang Arsenal tengah membara. Keberhasilan mereka merengkuh gelar Premier League 2025/2026, yang telah dinanti selama 22 tahun, telah menyuntikkan kepercayaan diri luar biasa. Perjalanan mereka di Liga Champions musim ini pun tak kalah impresif. Di bawah komando Mikel Arteta, The Gunners tampil tak terkalahkan dalam 14 pertandingan, membukukan 11 kemenangan dan 3 hasil imbang. Kapten tim, Martin Odegaard, dengan tegas menyatakan ambisi timnya untuk tampil habis-habisan demi meraih trofi Liga Champions pertama bagi klub. "Saya merasa sangat luar biasa, saya merasa sangat antusias. Suasana hati dan energi tim berada di level tertinggi, jadi kami hanya perlu membawa hal tersebut ke laga final, bersiap menghadapinya, dan tampil menggila," ungkap Odegaard, mengutip dari situs resmi UEFA yang dilansir detikSport.

Kekokohan lini pertahanan Arsenal menjadi sorotan tersendiri. Mantan pelatih legendaris, Arsene Wenger, yang pernah membawa Arsenal meraih gelar fenomenal "Invincibles", memberikan pujian setinggi langit. Ia menilai bahwa kemampuan Arsenal dalam menjaga gawang tetap steril dari kebobolan merupakan aset berharga, terutama di pertandingan final. "Kekuatan utama mereka adalah kemampuan untuk menjaga gawang tetap bersih dari kebobolan (clean sheet) dan dalam sebuah laga final, hal itu sangatlah penting. Momen Anda akan tiba di dalam pertandingan dan saat itu terjadi, Anda harus tampil mematikan, dan para pemain berkualitas bisa mewujudkan hal tersebut. Arsenal selalu bisa tampil berbahaya kapan saja," ujar Wenger, seperti yang dilaporkan oleh situs UEFA dan dilansir detikSport.

Menyinggung kiprah PSG di final, Wenger mengakui kekuatan tim asuhan pelatih baru mereka tersebut, meskipun ia merasa ada sedikit perbedaan dibandingkan musim sebelumnya. "Mereka adalah tim hebat dengan para pemain luar biasa dan potensi yang sangat besar. Mereka bisa bangkit dan mengalahkan Anda. Namun, entah bagaimana, saya merasa mereka tidak berada di level yang benar-benar sama dalam hal konsistensi seperti tahun lalu," papar Wenger, kembali mengutip dari detikSport.

Meskipun demikian, PSG bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Status juara bertahan Liga Champions musim lalu bukan tanpa alasan. Les Parisiens menjelma menjadi tim paling produktif di kompetisi ini, mencatatkan rekor 44 gol dalam 14 pertandingan, sebuah pencapaian luar biasa dalam satu musim Liga Champions. Di fase grup, mereka telah membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Barcelona, Atalanta, dan Tottenham Hotspur. Perjalanan mereka di fase gugur pun tak kalah gemilang, menyingkirkan raksasa Eropa seperti Chelsea, Liverpool, dan FC Bayern Munich.

Kabar baik bagi PSG adalah membaiknya kondisi salah satu pemain bintang mereka, Ousmane Dembele. Meskipun sempat mengalami "sedikit ketidaknyamanan" saat sesi latihan, penyerang tim nasional Prancis ini optimis dapat tampil penuh di final melawan Arsenal. Selain lini depan yang mematikan, PSG juga diperkuat oleh lini tengah yang solid. Kolaborasi apik antara Vitinha, Joao Neves, dan Bryan Ruiz menjadi kunci dominasi mereka di sektor tengah lapangan musim ini. Meskipun lini pertahanan mereka tidak sekokoh Arsenal, kehadiran kapten Marquinhos diharapkan dapat menjaga kedalaman lini belakang PSG tetap rapat.

Pertarungan di Puskas Arena bukan hanya sekadar perebutan trofi Liga Champions. Bagi Arsenal, ini adalah misi besar untuk mengukir sejarah sebagai juara Liga Champions untuk pertama kalinya. Sementara itu, PSG berambisi menyamai rekor legendaris Real Madrid dengan meraih gelar Liga Champions secara beruntun atau "back to back". Duel ini menjanjikan drama, taktik, dan aksi-aksi spektakuler dari para pemain terbaik Eropa.

Bagaimana prediksi dan analisis mendalam jelang pertandingan final Liga Champions musim 2025/2026? Seberapa kuat masing-masing tim dalam menghadapi misi bersejarah ini? Simak obrolan seru dan mendalam dalam segmen d’Hattrick.

Beralih ke ranah nusantara, program detikSore akan membawa Anda menelusuri persiapan perayaan Waisak di Candi Borobudur. Menjelang puncak perayaan hari besar umat Buddha ini, sebuah fenomena menarik telah menarik perhatian publik. Sejumlah biksu terlihat melakukan ritual berjalan kaki di bawah terik matahari, sebuah tradisi yang dikenal sebagai Jalan Thudong, dengan Candi Borobudur sebagai tujuan akhir mereka. Tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan Waisak ini telah menjadi bagian dari ritual tahunan para biksu dan pemuka agama Buddha. Saksikan laporan langsung dari jurnalis detikJateng mengenai situasi terkini di Borobudur jelang peringatan Hari Raya Waisak, serta persiapan yang telah dilakukan.

detikSore juga akan mengupas berbagai kebijakan strategis terkait penyelenggaraan upacara Waisak dan peran Candi Borobudur sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat momentum perayaan Waisak, dengan suguhan kegiatan yang eksotis dan religius, sebagai daya tarik utama bagi para wisatawan, yang berpotensi mendongkrak perekonomian lokal.

Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran proses ritual Waisak yang puncaknya akan dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei mendatang. Pertanyaan penting yang mengemuka adalah apa refleksi Hari Raya Waisak terhadap kebebasan beragama di Indonesia? Temukan jawabannya dalam diskusi mendalam bersama Wakil Redaktur Pelaksana detikTravel.

Saksikan ulasan berita-berita hangat detikcom yang disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ragu untuk menyampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia. Ingat, "Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(gub/vys)