BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Setahun lebih berlalu sejak kemunculannya sebagai sosok "Cinta" dalam film fenomenal "Rangga & Cinta", Leya Princy kini menjalani kehidupan yang penuh warna dan dinamika baru. Peran yang melejitkan namanya di industri hiburan tanah air ini, tak disangka-sangka, justru menjadi gerbang bagi Leya untuk membuka pandangan dan pengalaman yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam benaknya. Dalam sebuah perbincangan eksklusif yang diunggah di kanal YouTube Harper’s Bazaar Indonesia, Leya Princy berbagi cerita mengenai perubahan yang ia rasakan, baik secara personal maupun profesional, setelah setahun menyandang identitas sebagai "Cinta".
"Mungkin apa yang aku tahu dalam industri perfilman sih. Banyak hal yang aku discover ternyata seru, ternyata orang-orangnya gimana, industrinya gimana," ujar Leya Princy, mengawali penjelasannya tentang transformasi yang ia alami. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa sebelum terjun ke dunia akting, Leya memiliki stereotip tertentu tentang industri film. Namun, realitas di lapangan membawanya pada sebuah kesadaran baru, di mana ia menemukan aspek-aspek yang jauh lebih menarik dan kompleks dari yang ia bayangkan. Ia mengakui bahwa bermain film awalnya tidak pernah masuk dalam daftar impiannya. Peran "Cinta" seolah datang secara tak terduga, membuka pintu ke dunia yang selama ini hanya ia lihat dari luar.

Leya Princy merasa sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk memerankan karakter "Cinta" dan terlibat dalam sebuah produksi film yang dianggapnya keren. "Aku senangnya aku jadi banyak ngedapetin hal-hal baru dari industri film yang dulu aku stereotype industri film cuma sekadar reading, syuting, promo. Tapi ternyata sisi proses reading-nya gak sesimple itu, proses syutingnya juga seru banget, promonya juga sepanjang dan se-complicated itu," tuturnya dengan antusias. Pengalaman ini mengajarkan Leya bahwa setiap tahapan dalam pembuatan film memiliki kedalaman dan kerumitannya sendiri. Proses reading naskah, yang mungkin terlihat sederhana, ternyata melibatkan pendalaman karakter yang mendalam dan diskusi intens. Sesi syuting pun bukan sekadar menjalankan adegan, melainkan sebuah proses kolaboratif yang penuh dengan tantangan dan kegembiraan. Tak ketinggalan, promosi film, yang seringkali dianggap sebagai bagian akhir, ternyata memiliki strategi dan kompleksitas yang tidak bisa dianggap remeh. Semua ini menjadi pelajaran berharga bagi Leya dalam memahami ekosistem industri perfilman.
Lebih lanjut, Leya Princy menyoroti bagaimana keterlibatannya dalam "Rangga & Cinta" telah memperluas wawasannya mengenai dinamika industri hiburan. Ia menemukan bahwa di balik layar, terdapat kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak yang terlibat. Ia juga menyadari bahwa industri film tidak hanya tentang penampilan di depan kamera, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi, belajar terus-menerus, dan membangun hubungan baik dengan sesama profesional. Perubahan ini tidak hanya terasa pada pemahamannya tentang industri, tetapi juga pada pola pikir dan cara pandangnya terhadap berbagai peluang yang muncul. Leya kini lebih terbuka untuk mengeksplorasi berbagai aspek dalam dunia seni peran dan siap untuk terus berkembang.
Menanggapi anggapan bahwa Leya Princy meraih ketenaran secara instan berkat perannya sebagai "Cinta", ayahnya, Ferry Maryadi, memberikan klarifikasi. "Mungkin orang tahunya dia sebagai Cinta, tapi sebelum-sebelum itu dia juga sudah pernah main web series, kadang orang melupakan. Ada runutan, tapi meledaknya di Rangga & Cinta," ungkap Ferry Maryadi. Pernyataan ini menegaskan bahwa kesuksesan Leya bukanlah hasil dari kebetulan semata, melainkan buah dari perjalanan karirnya yang sudah dimulai sebelumnya. Ia telah melalui berbagai tahapan, termasuk keterlibatan dalam proyek web series, sebelum akhirnya mendapatkan peran yang signifikan dan dikenal luas. Ini menunjukkan bahwa di balik sorotan publik, terdapat kerja keras dan pengalaman yang telah dibentuk sebelumnya.

Ferry Maryadi melanjutkan, bahwa ia selalu mendukung pilihan putrinya. "Saya sih tidak pernah membatasi apa pun yang dia mau kerjakan. Yang penting positif. Sampai saat ini pun apa yang dia kerjakan, saya mendukung saja. Dan saya lihat juga dia happy," jelas Ferry Maryadi. Dukungan tanpa syarat dari orang tua seperti ini tentu menjadi pondasi penting bagi Leya dalam menjalani karirnya. Ia merasa bebas untuk berekspresi dan mengeksplorasi bakatnya tanpa tekanan yang berlebihan, asalkan semua yang ia lakukan membawa dampak positif. Kebahagiaan Leya dalam menjalani profesinya menjadi prioritas utama bagi Ferry Maryadi, yang tercermin dari sikapnya yang selalu mendukung setiap langkah sang putri.
Perjalanan Leya Princy sebagai "Cinta" bukan hanya tentang penemuan jati diri dalam industri hiburan, tetapi juga tentang bagaimana ia belajar mengelola popularitas dan pandangan publik. Ia menyadari bahwa setiap langkahnya kini akan selalu menjadi sorotan. Namun, dengan dukungan keluarga dan pengalaman yang terus bertambah, Leya terlihat siap untuk menghadapi tantangan dan terus berkarya. Ia tidak ingin terjebak dalam citra "Cinta" semata, melainkan ingin terus bertumbuh sebagai seorang aktris yang serba bisa dan memiliki identitasnya sendiri.
Di tengah kesibukannya yang kian meningkat, Leya Princy tidak lupa akan pentingnya pengembangan diri. Ia secara aktif mencari kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang seni peran, mulai dari teknik akting, improvisasi, hingga pemahaman mendalam tentang karakter yang ia bawakan. Ia menyadari bahwa industri perfilman adalah arena yang dinamis, di mana inovasi dan adaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang. Leya bertekad untuk tidak hanya menjadi wajah yang dikenal, tetapi juga menjadi aktris yang memiliki kedalaman dan kemampuan akting yang mumpuni.

Lebih jauh, Leya Princy juga mengungkapkan harapannya untuk bisa terus terlibat dalam proyek-proyek film yang menantang dan memiliki pesan moral yang kuat. Ia ingin perannya tidak hanya sekadar menghibur, tetapi juga mampu memberikan inspirasi dan refleksi bagi para penonton. Ia percaya bahwa film memiliki kekuatan untuk menyentuh hati dan pikiran banyak orang, dan ia ingin menjadi bagian dari kekuatan positif tersebut. Leya berambisi untuk dapat memerankan berbagai macam karakter yang berbeda, sehingga ia dapat terus mengasah kemampuannya dan menunjukkan keragaman bakatnya.
Dalam hal kehidupan pribadi, Leya Princy berusaha menjaga keseimbangan antara tuntutan karir dan kebutuhan pribadi. Ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk keluarga dan teman-teman, serta melakukan aktivitas yang membuatnya bahagia di luar dunia hiburan. Ia menyadari bahwa kesehatan mental dan fisik adalah aset berharga yang harus dijaga agar dapat terus berkarya secara optimal. Leya juga belajar untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memastikan bahwa ia dapat tetap terhubung dengan penggemarnya tanpa kehilangan ruang privasinya.
Melihat perjalanan Leya Princy sejauh ini, terlihat jelas bahwa ia adalah sosok yang memiliki potensi besar. Dari peran "Cinta" yang fenomenal, ia telah belajar banyak hal berharga dan mengalami perubahan yang signifikan. Dengan semangat belajar yang tinggi, dukungan keluarga yang kuat, dan kemauan untuk terus berkembang, Leya Princy diprediksi akan terus bersinar di industri hiburan tanah air. Ia membuktikan bahwa ketenaran bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah awal dari perjalanan panjang untuk menemukan jati diri dan memberikan kontribusi yang berarti dalam dunia seni peran. Perubahan yang ia alami setelah setahun dikenal sebagai "Cinta" adalah bukti nyata dari kedewasaan dan ambisinya untuk menjadi lebih baik lagi.

