0

Harry Kiss Berbagi Kabar Mengejutkan: Shireen Sungkar Wakafkan Sumur Atas Nama Vidi Aldiano, Simbol Persahabatan Abadi dan Kebaikan Tak Terduga

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kabar mendalam dan mengharukan datang dari dunia hiburan tanah air, di mana aktris ternama Shireen Sungkar dilaporkan telah mewakafkan sebuah sumur di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Yang membuat kabar ini semakin spesial adalah sumur tersebut diwakafkan atas nama mendiang Vidi Aldiano, sahabat dekat Shireen yang telah berpulang. Informasi ini pertama kali dibagikan oleh ayah Vidi, Harry Kiss, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, memicu gelombang simpati dan kekaguman dari publik. Harry Kiss, dalam sebuah kesempatan wawancara di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu, 22 Maret 2026, memberikan detail lebih lanjut mengenai rencana mulia ini. Ia menjelaskan bahwa pembangunan sumur wakaf tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan aktif. "Oh itu tunggu, ini lagi digarap. Nanti kalau sudah jadi, kita kabarin sumurnya kayak apa ya," ujar Harry Kiss, menunjukkan bahwa proyek ini adalah sebuah komitmen yang sedang diwujudkan. Ia menambahkan bahwa gagasan wakaf sumur ini muncul secara tiba-tiba dari Shireen Sungkar, yang secara pribadi menghubunginya untuk menyampaikan niat baik tersebut. "Ya tiba-tiba saja Shireen ngabarin saya, ‘Om saya mau bikin ini, ini, ini, ini’. Ya silakan deh," tuturnya, menyambut baik inisiatif yang datang dari hati tersebut.

Harry Kiss juga mengungkapkan bahwa inisiatif Shireen Sungkar ini merupakan cerminan dari kedekatan emosional yang telah terjalin lama antara Vidi Aldiano dan Shireen Sungkar. Persahabatan mereka bukan hanya sekadar hubungan antar individu, melainkan telah merambah hingga ke ranah keluarga besar. "Vidi sama Shireen kan hopeng (teman akrab) dari dulu. Shireen dan Zaskia ya sama keluarganya itu kita selalu kalau ada acara-acara itu kita diundang," jelas Harry Kiss, menggarisbawahi betapa eratnya tali silaturahmi yang mengikat kedua keluarga ini. Hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang ini menjadi latar belakang yang kuat bagi tindakan Shireen Sungkar untuk mengabadikan nama Vidi Aldiano melalui sebuah amal jariyah yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sumur wakaf ini diharapkan dapat menjadi sumber air bersih yang berkelanjutan bagi warga Gunungkidul, sekaligus menjadi amal yang terus mengalir pahalanya bagi almarhum Vidi Aldiano.

Di luar kabar mengenai wakaf sumur, Harry Kiss juga berbagi sebuah cerita menarik yang ia temukan saat berziarah ke makam sang putra tercinta di hari kedua Lebaran. Pengalaman spiritual ini menjadi momen refleksi dan sekaligus menambah kehangatan dalam kesedihannya. Harry Kiss menemukan sebuah anggrek putih yang tergeletak di area makam Vidi Aldiano. Keberadaan anggrek putih ini cukup mencuri perhatiannya, terutama karena tidak ada identitas pengirim yang tertera. "Itu tiba-tiba kita nemu anggrek putih di makam. Saya nggak tahu siapa yang ngirim," ungkapnya, menunjukkan rasa penasaran dan apresiasi yang mendalam.

Lebih lanjut, Harry Kiss menjelaskan bahwa anggrek putih tersebut dikirim tanpa nama, sehingga keluarganya tidak memiliki informasi mengenai siapa sosok di balik pemberian yang indah tersebut. "Karena yang ngirim anggrek putih itu nggak dikasih nama. Lain kali kalau ngirim kasih nama ya, supaya kita biar tahu," ujarnya sambil tersenyum, sebuah permintaan yang disampaikan dengan nada ringan namun penuh makna. Ia menyadari bahwa dalam budaya memberi, seringkali ada keinginan untuk diketahui, namun dalam kasus ini, kebaikan tersebut justru datang tanpa pamrih.

Pengalaman menemukan anggrek putih di makam Vidi Aldiano ternyata memiliki resonansi emosional yang kuat bagi keluarga Harry Kiss. Harry mengungkapkan bahwa anggrek putih memiliki makna tersendiri yang sangat personal bagi keluarganya. Sang istri, ibu dari Vidi Aldiano, memiliki kecintaan yang besar terhadap tanaman anggrek putih. Ia bahkan gemar menanam anggrek putih di rumah mereka, dan jumlahnya pun terbilang sangat banyak. "Anggrek putih itu istri saya selalu nanam anggrek putih di rumah. Tahu nggak dari mana? Dari orang ngirim anggrek putih, habis itu dia tanam lagi. Jadi anggrek putih di rumah banyak banget. Nah kok tiba-tiba ada di sini? Orang nyangka itu pasti bawaan dari rumah, nggak," pungkasnya, menceritakan bagaimana kecintaan sang istri terhadap anggrek putih berawal dari pemberian orang lain.

Kisah anggrek putih di makam Vidi Aldiano ini menjadi sebuah metafora yang indah. Seolah-olah, kebaikan dan keindahan yang pernah dibagikan oleh Vidi Aldiano semasa hidupnya kini kembali kepadanya dalam bentuk yang tak terduga, melalui persembahan dari orang-orang yang peduli. Anggrek putih, yang melambangkan kemurnian, keindahan, dan ketulusan, menjadi simbol yang tepat untuk mengenang sosok Vidi Aldiano. Kemunculannya yang misterius di makamnya seolah menjadi pesan bahwa Vidi Aldiano terus dikenang dan dicintai, bahkan setelah kepergiannya. Kebaikan sekecil apapun yang pernah ia terima, atau yang pernah ia lakukan, seolah tumbuh dan mekar kembali, memberikan keindahan dan ketenangan bagi orang-orang yang ditinggalkannya.

Tindakan Shireen Sungkar yang mewakafkan sumur atas nama Vidi Aldiano ini bukan hanya sekadar sebuah gestur persahabatan, tetapi juga merupakan perwujudan dari nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh agama dan budaya. Wakaf adalah salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Dengan memberikan sumur air bersih, Shireen Sungkar tidak hanya memberikan manfaat fisik bagi masyarakat Gunungkidul, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Vidi Aldiano untuk terus mendapatkan pahala dari setiap tetes air yang digunakan. Ini adalah cara yang sangat mulia untuk mengenang dan menghormati seorang sahabat yang telah tiada, dengan memastikan bahwa warisan kebaikannya terus hidup dan memberikan manfaat.

Dukungan Harry Kiss terhadap inisiatif Shireen Sungkar menunjukkan betapa harmonisnya hubungan antara kedua keluarga ini. Di tengah duka kehilangan, mereka saling menguatkan dan merayakan kehidupan melalui tindakan-tindakan positif. Pengakuan Harry Kiss terhadap kedekatan Vidi dan Shireen, serta keterlibatan keluarga besar, menegaskan bahwa persahabatan yang tulus dapat melampaui batas-batas pribadi dan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Lebih dari sekadar berita tentang selebriti, kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya persahabatan sejati, kebaikan tanpa pamrih, dan kekuatan amal jariyah. Sumur wakaf di Gunungkidul akan menjadi saksi bisu dari hubungan yang abadi antara Vidi Aldiano dan Shireen Sungkar, sebuah pengingat bahwa cinta dan kebaikan dapat terus bersemi melalui tindakan nyata. Anggrek putih yang ditemukan di makam Vidi Aldiano, meskipun misterius, menambah lapisan keindahan dan misteri pada kisah ini, seolah alam semesta turut merayakan kebaikan yang terus mengalir.

Kisah Shireen Sungkar mewakafkan sumur atas nama Vidi Aldiano dan penemuan anggrek putih misterius di makamnya adalah pengingat yang kuat bagi kita semua. Di dunia yang seringkali dipenuhi dengan kesibukan dan pencarian diri, tindakan kebaikan yang tulus seperti ini menjadi mercusuar yang menerangi jalan. Ini adalah bukti bahwa persahabatan dapat diabadikan melalui tindakan yang berarti, dan bahwa kebaikan yang kita tabur akan selalu menemukan jalannya untuk kembali kepada kita, dalam berbagai bentuk yang tak terduga. Harry Kiss, dengan segala keikhlasannya, telah berbagi kisah yang menyentuh hati, menginspirasi kita untuk terus berbuat baik dan menghargai hubungan yang telah terjalin. Kepergian Vidi Aldiano memang meninggalkan duka, namun melalui tindakan mulia seperti wakaf sumur ini, semangat kebaikannya akan terus hidup dan memberikan manfaat bagi banyak orang, selamanya.