BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ferrari, pabrikan mobil sport legendaris yang identik dengan deru mesin V8 dan V12, akhirnya merilis mobil listrik (EV) pertamanya yang diberi nama Luce. Peluncuran ini menandai era baru bagi Maranello, sekaligus menghadirkan sebuah mahakarya yang memecah kebiasaan desain Ferrari tradisional. Luce tidak hanya menawarkan performa buas khas kuda jingkrak, tetapi juga tampilan futuristik yang revolusioner, yang digarap oleh tangan-tangan jenius di balik kebangkitan desain Apple.

Desain Luce adalah sebuah lompatan radikal dari identitas visual Ferrari yang telah mengakar kuat selama puluhan tahun. Keberanian ini datang dari kolaborasi Ferrari dengan LoveFrom, studio desain yang didirikan oleh Jony Ive dan Marc Newson. Kedua tokoh ini adalah otak di balik desain ikonik produk-produk Apple, termasuk iPhone dan Apple Watch, yang dikenal dengan kesederhanaan, keindahan minimalis, dan fungsionalitas yang intuitif. Kebebasan penuh yang diberikan Ferrari kepada LoveFrom menghasilkan sebuah mobil yang tampil sangat berbeda dari apa pun yang pernah keluar dari pabrik Maranello.
Kesan pertama saat melihat Ferrari Luce adalah kebersihan garis desainnya yang luar biasa. Konsep "glass house" mendominasi tampilan depan dan samping, menciptakan ilusi ruang yang luas dan transparan. Atap mobil menyatu mulus dengan kaca depan dan samping, memberikan pandangan panorama yang memukau bagi penumpang. Bagian aerodinamika juga ditata ulang secara dramatis. Alih-alih sayap belakang konvensional, Luce mengadopsi elemen aerodinamis yang melayang, baik di bagian depan maupun belakang, yang terintegrasi secara elegan ke dalam bodi mobil. Desain ini bukan sekadar estetika, namun juga krusial untuk mengoptimalkan aliran udara dan menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi.

Detail lain yang mencuri perhatian adalah pintu penumpang belakang. Ferrari Luce mengadopsi gaya "suicide doors" yang khas, mirip dengan yang digunakan oleh Rolls-Royce. Pintu ini membuka ke arah berlawanan, memberikan akses yang lebih mudah dan elegan bagi penumpang belakang, sekaligus memperkuat kesan kemewahan dan eksklusivitas mobil ini. Ini adalah sebuah pernyataan desain yang berani, menunjukkan bahwa Ferrari bersedia mengeksplorasi solusi yang tidak konvensional untuk meningkatkan fungsionalitas dan pengalaman pengguna.
Velg pada Ferrari Luce juga patut diacungi jempol. Mobil ini dilengkapi dengan velg berukuran raksasa, 23 inci di bagian depan dan 24 inci di bagian belakang. Ukuran ini adalah yang terbesar yang pernah dipasang pada mobil jalan raya Ferrari, menegaskan postur agresif dan performa tinggi yang ditawarkan. Desain velg yang aerodinamis dan futuristik semakin melengkapi tampilan Luce yang memukau.

Meskipun tampilannya berbeda, jiwa Ferrari tetap terjaga dalam performa Luce. Sebagai mobil listrik, Luce ditenagai oleh empat motor listrik yang bekerja secara sinkron untuk menghasilkan tenaga luar biasa. Akselerasi 0 hingga 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 2,5 detik, sebuah angka yang sangat impresif bahkan untuk standar mobil sport berperforma tinggi. Kecepatan puncak dan jangkauan jarak tempuh tentu menjadi aspek yang sangat dinantikan perkembangannya dari mobil listrik Ferrari ini.
Salah satu perubahan signifikan lainnya adalah kapasitas penumpang. Ferrari Luce adalah Ferrari pertama dalam sejarah yang dirancang untuk menampung lima orang penumpang sekaligus. Ini menjadikannya pilihan yang lebih praktis bagi keluarga yang menginginkan kombinasi antara kemewahan, performa, dan ruang. Konfigurasi lima penumpang ini menegaskan ambisi Ferrari untuk memperluas jangkauan pasarnya tanpa mengorbankan esensi mereknya.

Pengembangan Ferrari Luce memakan waktu yang tidak sebentar. Menurut Chief Executive Ferrari, Benedetto Vigna, mobil ini membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk dikembangkan. Nama "Luce" sendiri memiliki arti "cahaya" dalam bahasa Italia, sebuah metafora yang sangat tepat untuk sebuah mobil listrik yang membawa era baru dalam sejarah pabrikan asal Italia ini.
Menariknya, Ferrari menolak tren yang mendominasi industri mobil listrik saat ini, yaitu dominasi layar sentuh (touchscreen). Luce justru memadukan tombol fisik (manual) dengan layar digital. Keputusan ini diambil untuk mempertahankan pengalaman berkendara yang taktil dan intuitif, sebuah elemen penting bagi para penggemar Ferrari yang menghargai koneksi langsung dengan mesin dan kontrol kendaraan. Kombinasi ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara teknologi modern dan nuansa klasik Ferrari.

Dari sisi harga, Ferrari Luce tidak akan mengecewakan para penggemar yang menginginkan kemewahan dan eksklusivitas. Ferrari akan mulai membuka pemesanan di Eropa pada akhir tahun 2026 dengan harga mulai dari €520.000, yang setara dengan sekitar Rp 12 miliar. Harga ini mencerminkan posisi Luce sebagai hypercar listrik mewah yang berada di puncak segmen otomotif.
Ferrari Luce bukan sekadar mobil listrik; ia adalah pernyataan ambisi Ferrari untuk berinovasi dan beradaptasi dengan masa depan otomotif. Dengan desain yang berani, performa yang menggugah selera, dan sentuhan kemewahan khas Italia, Luce siap untuk mendefinisikan ulang apa artinya menjadi sebuah Ferrari di era elektrifikasi. Kontroversi desain yang mungkin timbul justru menjadi bukti bahwa Ferrari tidak takut untuk mendobrak batas dan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan berkesan. Mobil ini adalah perpaduan antara warisan masa lalu dan visi masa depan, sebuah mahakarya yang akan terus dibicarakan dan dikagumi.

