0

Chelsea Lagi Memble, Arsenal dan Aston Villa Menanti

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Fase krusial dalam perburuan tiket Liga Champions Eropa musim depan tengah dihadapi Chelsea. Namun, performa inkonsisten yang kembali menghantui The Blues, terbukti dari dua hasil imbang beruntun di kandang sendiri, menimbulkan kekhawatiran besar. Setelah sempat merangkai empat kemenangan impresif, laju positif Chelsea tersendat secara dramatis. Pertandingan melawan Leeds United di Stamford Bridge berakhir dengan skor imbang 2-2, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan mengingat keunggulan dua gol yang sempat mereka miliki. Situasi serupa terulang pada laga kandang berikutnya melawan Burnley, di mana Chelsea hanya mampu meraih hasil imbang 1-1, bahkan harus kecolongan gol di menit-menit akhir pertandingan.

Kelemahan Chelsea yang paling menonjol dalam dua pertandingan terakhir adalah ketidakmampuan mereka untuk "membunuh" pertandingan. Melawan Leeds, Chelsea membuang keunggulan dua gol di babak kedua, membiarkan tim tamu menyamakan kedudukan berkat dua gol balasan. Momentum negatif ini berlanjut saat menjamu Burnley. Gol cepat dari Joao Felix sempat membawa The Blues unggul dan memegang kendali permainan hampir sepanjang laga. Namun, pertahanan Chelsea yang lengah di injury time harus rela melihat Zion Flemming mencetak gol penyeimbang yang memupus harapan kemenangan.

Meskipun dua poin yang terbuang ini masih menempatkan Chelsea di posisi empat besar klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 45 poin, posisi mereka sangat rentan. Manchester United, yang akan menghadapi Everton pada Selasa (24/2) dini hari WIB, berpeluang menyalip jika meraih kemenangan. Sementara itu, Liverpool yang berada di peringkat keenam juga mengintai dengan jumlah poin yang sama. Kondisi ini semakin mempertegas betapa pentingnya setiap poin yang diraih, dan bagaimana kesalahan sekecil apapun dapat berakibat fatal dalam persaingan ketat menuju kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa.

Jadwal pertandingan yang akan datang semakin menambah beban dan tekanan bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino. Chelsea dijadwalkan menghadapi ujian terberat dalam pekan mendatang. Pada tanggal 1 Maret, mereka akan bertandang ke Stadion Emirates untuk menantang pemimpin klasemen sementara, Arsenal. Tiga hari kemudian, tepatnya pada 4 Maret, The Blues kembali harus melakoni laga tandang, kali ini ke Villa Park untuk menghadapi tim peringkat ketiga, Aston Villa. Kedua pertandingan ini merupakan laga "enam poin" yang sangat krusial dalam menentukan siapa yang berhak finis di zona Liga Champions.

Bek Chelsea, Trevoh Chalobah, mengakui adanya masalah yang perlu segera dibenahi. "Inilah kesulitan kami dalam dua pertandingan terakhir," ujarnya kepada laman resmi klub. "Kami punya banyak peluang. Inilah yang perlu kami perbaiki ke depan — bagaimana membunuh lawan." Pernyataan Chalobah mencerminkan frustrasi para pemain atas ketidakmampuan mereka untuk mengkonversi peluang menjadi gol dan mempertahankan keunggulan. Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga, namun Chelsea tidak punya banyak waktu untuk meratapi.

"Kami fokus pada diri sendiri dan kami harus menatap pertandingan berikutnya dan tidak khawatir dengan tim-tim lain," lanjut Chalobah. "Pertandingan ini kan sudah selesai. Kami akan fokus pada pertandingan selanjutnya karena kami akan melakoni laga yang penting di depan." Sikap Chalobah yang mengedepankan fokus pada perbaikan internal dan optimisme menyambut laga berikutnya patut diapresiasi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa memperbaiki mentalitas dan ketenangan dalam pertandingan, terutama saat menghadapi tekanan, adalah kunci utama bagi Chelsea untuk bisa bersaing di papan atas.

Performa Chelsea di bawah asuhan Mauricio Pochettino memang menunjukkan grafik yang naik turun. Setelah periode awal musim yang sulit, The Blues sempat menemukan momentum positif dengan serangkaian kemenangan yang mengantarkan mereka ke papan atas klasemen. Kemenangan-kemenangan tersebut dibangun di atas pertahanan yang solid dan serangan yang efektif. Namun, seperti yang terlihat dalam dua laga kandang terakhir, konsistensi menjadi masalah utama. Kehilangan poin di kandang sendiri, terutama ketika sudah unggul, adalah sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan.

Absennya beberapa pemain kunci akibat cedera juga turut mempengaruhi kedalaman skuad dan stabilitas tim. Pemain seperti Reece James, Ben Chilwell, Wesley Fofana, dan Romeo Lavia menjadi beberapa nama yang harus menepi dalam jangka waktu yang cukup lama. Kehilangan pemain-pemain berpengalaman dan berkualitas ini tentu saja mengurangi opsi Pochettino dalam meracik strategi dan melakukan rotasi pemain. Meskipun demikian, tim-tim besar diharapkan mampu mengatasi masalah cedera dan tetap menunjukkan performa terbaiknya.

Pertandingan melawan Arsenal dan Aston Villa akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan kualitas skuad Chelsea. Arsenal di bawah Mikel Arteta menunjukkan performa yang sangat matang dan konsisten. Mereka memiliki lini serang yang tajam dan pertahanan yang solid, serta mentalitas juara yang semakin terbangun. Bermain di kandang sendiri, Emirates Stadium, akan menjadi keuntungan tambahan bagi The Gunners. Chelsea harus menemukan cara untuk meredam kekuatan Arsenal dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Di sisi lain, Aston Villa asuhan Unai Emery juga telah bertransformasi menjadi tim yang sangat tangguh. Mereka memiliki gaya bermain yang disiplin, transisi yang cepat, dan kemampuan untuk bermain efektif baik di kandang maupun tandang. Villa Park adalah benteng yang sulit ditembus, dan Chelsea harus siap menghadapi atmosfer yang intimidatif. Pertandingan melawan Villa akan menjadi duel taktik antara dua pelatih yang memiliki filosofi berbeda.

Menghadapi dua tim kuat berturut-turut, Chelsea perlu menunjukkan performa yang jauh lebih baik dari dua laga terakhir. Perbaikan dalam hal efektivitas penyelesaian akhir, kedisiplinan pertahanan, dan mentalitas untuk tidak mudah menyerah adalah kunci. Ketergantungan pada individu-individu tertentu juga perlu dikurangi, dengan pemain lain harus mampu tampil konsisten dan memberikan kontribusi positif.

Pesan dari Trevoh Chalobah mengenai fokus pada diri sendiri dan perbaikan internal adalah hal yang tepat. Namun, untuk bisa memenangkan pertandingan krusial melawan Arsenal dan Aston Villa, Chelsea juga harus mampu membaca permainan lawan, beradaptasi dengan situasi, dan menunjukkan determinasi yang lebih tinggi. Kegagalan untuk bangkit dari tren negatif ini dapat berakibat fatal terhadap ambisi mereka untuk tampil di Liga Champions musim depan, sebuah target yang sudah dicanangkan sejak awal musim. Perjalanan masih panjang, namun setiap laga kini terasa seperti final bagi The Blues.