0

Asha Shara Kembali Nikmati Fase Mengurus Bayi dan Toddler dengan Penuh Syukur dan Keterlibatan Penuh

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktris cantik Asha Shara kini tengah merasakan kebahagiaan ganda sekaligus tantangan baru dalam mengurus buah hatinya. Setelah sekian lama melewati fase mengurus anak balita, kini ia kembali dihadapkan pada rutinitas mengurus bayi mungil yang baru berusia empat bulan, sembari tetap membagi perhatian dengan dua putri sulungnya yang sudah beranjak remaja dan seorang anak yang kini memasuki usia toddler. Kehadiran si bungsu memberikan nuansa berbeda dalam kehidupan aktris yang dikenal dengan paras rupawan ini, memaksanya untuk kembali beradaptasi dengan ritme kehidupan yang serba sibuk namun penuh makna.

Dalam sebuah kesempatan wawancara yang hangat, Asha Shara tampil memukau sambil menggendong bayinya yang mungil. Ia dengan antusias menceritakan perkembangan terkini dari anak-anaknya, terutama sang putra bungsu yang ternyata memiliki paras sangat mirip dengannya. "Dia itu bawel, centil, doyan makeup, terus gayanya selangit, tapi mukanya sih kayak bapaknya banget," ujar Asha sambil tertawa geli, membingkai karakternya dengan sentuhan humor khas seorang ibu. Pengakuan ini menjadi gambaran betapa ia menikmati setiap tingkah polah buah hatinya, meski terkadang harus diwarnai dengan celotehan jenaka.

Asha mengungkapkan bahwa anak ketiganya lahir dengan jeda usia yang cukup signifikan dari kakak-kakaknya. Hal ini menciptakan dinamika keluarga yang unik. Putri sulungnya kini telah berusia 13 tahun, disusul oleh anak kedua yang berumur 11 tahun. Kemudian, anak ketiga kini telah memasuki fase toddler yang penuh energi dan rasa ingin tahu, sementara sang bungsu masih bayi yang membutuhkan perawatan ekstra. Perbedaan usia yang cukup lebar ini, menurut Asha, membuatnya kembali merasakan perjuangan seorang ibu dari awal. "Banyak ya? Pantas tadi gue ngap-ngapan, lumayan jauh ya umurnya," ucapnya sambil tertawa, menyadari betapa ia harus kembali mengerahkan tenaga dan kesabaran ekstra.

Namun, pengalaman mengurus anak keempat ini terasa sangat berbeda baginya dibandingkan saat membesarkan dua anak pertamanya. Di masa lalu, ketika Salima dan Samara masih kecil, Asha mengaku sangat aktif dan sibuk di dunia hiburan. Jadwal syuting yang padat membuat ia nyaris tidak memiliki banyak waktu luang di rumah. "Waktu Salima dan Samara itu aku banyak di luar, syuting dan gak berhenti-berhenti. Paling libur seminggu sehari," kenangnya. Kesibukan tersebut tentu saja membatasi keterlibatannya secara langsung dalam aktivitas sehari-hari anak-anaknya.

Kini, situasi berbalik 180 derajat. Asha Shara justru diberikan kesempatan emas untuk lebih banyak terlibat langsung dalam mengurus kedua putri kecilnya yang masih balita dan bayi. "Sekarang dikasih kesempatan lagi punya baby. Kalau dulu aku gak pegang banget, paling siang malam pas tidur. Kalau ini benar-benar full, jadi aku gunain sebaik-baiknya," ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia memanfaatkan momen ini untuk memberikan perhatian penuh, merasakan setiap detik pertumbuhan anak-anaknya yang dulu sempat terlewatkan.

Meskipun mengakui adanya bantuan dari orang lain dalam mengurus anak-anaknya, Asha tetap memilih untuk terlibat secara langsung dalam keseharian mereka. Ia ingin meresapi setiap momen berharga yang dulu tidak sempat ia nikmati sepenuhnya. Pengalaman kembali mengurus bayi setelah lama tidak menjalaninya memang menjadi tantangan tersendiri, namun bagi Asha, fase ini justru terasa sangat berharga dan penuh makna. Ia menikmati setiap pelukan hangat, setiap tawa renyah, dan setiap celoteh polos yang keluar dari bibir mungil buah hatinya.

"Sekarang aku bisa ngelihatin, bisa ngurusin, benar-benar hands-on banget," tuturnya dengan senyum lebar. Keterlibatan penuh ini tidak hanya memberikan kepuasan batin bagi Asha, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara dirinya dan anak-anaknya. Ia sadar bahwa masa-masa ini tidak akan datang dua kali, sehingga ia bertekad untuk menjalaninya dengan sepenuh hati. Perbedaan usia yang cukup jauh antar anak justru menjadi berkah tersendiri, memungkinkan Asha untuk memberikan perhatian yang berbeda namun tetap optimal kepada setiap anaknya sesuai dengan fase perkembangan mereka.

Fase mengurus bayi dan toddler memang dikenal menuntut fisik dan mental. Namun, Asha Shara mampu menjalaninya dengan penuh energi positif. Ia tidak mengeluh, melainkan merangkul setiap tantangan sebagai bagian dari perjalanan keibuannya yang luar biasa. Perubahan gaya hidup dari seorang aktris yang serba sibuk menjadi ibu rumah tangga yang terlibat langsung dalam setiap detail kehidupan anak-anaknya, menunjukkan kedewasaan dan prioritasnya yang telah bergeser. Ia menemukan kebahagiaan sejati dalam momen-momen sederhana bersama buah hatinya, jauh dari gemerlap dunia hiburan yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Kehadiran empat orang anak dengan rentang usia yang berbeda memberikan dinamika yang kaya dalam keluarga Asha Shara. Ia harus mampu menyeimbangkan kebutuhan masing-masing anak, memberikan perhatian yang adil, dan memastikan setiap anak merasa dicintai dan dihargai. Bagi anak-anak yang lebih besar, Asha tetap berusaha menjadi figur ibu yang bijak dan suportif, membimbing mereka dalam masa transisi menuju kedewasaan. Sementara itu, untuk si bungsu dan toddler, ia kembali merasakan kehangatan dan keajaiban masa bayi dan balita yang penuh dengan tawa dan celoteh.

Keputusannya untuk lebih banyak terlibat langsung dalam mengurus anak-anaknya juga menunjukkan bahwa ia telah menemukan keseimbangan baru dalam hidupnya. Ia tidak lagi merasa terbebani oleh kesibukan masa lalu, melainkan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan dan keintiman keluarga. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya dirinya sebagai seorang ibu, tetapi juga memberinya perspektif baru tentang arti kehidupan dan kebahagiaan. Ia belajar untuk lebih menghargai waktu, momen, dan kehadiran orang-orang terkasih.

Asha Shara kini menjadi contoh inspiratif bagi banyak wanita, terutama para ibu yang mungkin pernah merasakan kehilangan momen berharga karena kesibukan. Ia membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menikmati setiap fase kehidupan, termasuk fase mengurus anak. Dengan sikap positif, rasa syukur, dan keterlibatan penuh, ia mampu mengubah tantangan menjadi berkah, dan momen-momen biasa menjadi kenangan yang tak ternilai harganya. Ia telah menemukan kembali "nirwana" keibuannya, merangkul setiap momen dengan penuh cinta dan kebahagiaan.