0

Ada ‘Barong’ dan ‘Hanoman’ di Jersey Anyar Bali United

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Bali United baru saja meluncurkan seragam tempur terbarunya untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Peluncuran ini bukan sekadar momen pergantian busana tim, melainkan sebuah pernyataan budaya dan filosofi yang kental berakar pada keindahan serta kekayaan Pulau Dewata. Kolaborasi strategis dengan apparel olahraga ternama asal Jerman, adidas, yang terjalin untuk kurun waktu tiga tahun ke depan, menandai babak baru dalam upaya Bali United untuk terus berinovasi dan memperkuat eksistensinya di kancah sepak bola nasional. Peresmian kemitraan prestisius ini disaksikan langsung oleh Ben Handraradjasa, Presiden Direktur dan Manajer Umum adidas Indonesia, serta Yabes Tanuri, CEO Bali United, pada hari Jumat, 24 Juli 2026, di Bali United Training Center, Gianyar.

Langkah inovatif ini merupakan bukti nyata komitmen Bali United dalam merayakan lebih dari satu dekade perjalanannya di dunia sepak bola Indonesia. Sebagai salah satu dari sedikit klub yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Indonesia, Bali United telah menorehkan sejarah yang membanggakan. Lebih dari sekadar prestasi di lapangan hijau, klub berjuluk Serdadu Tridatu ini juga konsisten dalam menyumbangkan talenta-talenta terbaiknya untuk Tim Nasional Indonesia. Keberadaan Bali United sebagai satu-satunya klub sepak bola profesional di Bali, sebuah pulau yang menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara maupun domestik, memberikan potensi bisnis yang luar biasa. Ketika para pengunjung menyaksikan dan mengagumi permainan tim kesayangan mereka, minat untuk membeli jersey dan pernak-pernik lainnya tentu akan meningkat tajam. Kesadaran akan potensi inilah yang mendorong Bali United dan adidas Indonesia untuk mempersiapkan seragam perang musim depan dengan sangat matang, memadukan unsur olahraga, budaya, dan komersial secara harmonis.

Perhatian mendalam terhadap detail terlihat dari persiapan desain ketiga jenis jersey yang akan dikenakan tim: jersey kandang, jersey tandang, dan jersey alternatif. Bali United tidak tanggung-tanggung menggandeng seniman lokal kenamaan Bali, Dewa Gede Raka Jana Nuraga, yang lebih akrab disapa Rakajana, untuk menggarap desain istimewa ini. Kehadiran nama Rakajana yang terukir manis di ujung kiri bawah setiap jersey menjadi penanda kebanggaan dan pengakuan atas mahakarya artistik yang menyertai setiap pergerakan pemain di lapangan. Sesuai tradisi, tiga warna identitas utama Bali United, yakni merah, putih, dan hitam, tetap dipertahankan, namun kali ini diinterpretasikan ulang dengan sentuhan filosofis yang mendalam.

Ada 'Barong' dan 'Hanoman' di Jersey Anyar Bali United

Jersey kandang, yang didominasi warna merah, terinspirasi dari sosok Barong Ket, sebuah simbol kebaikan, keberanian, dan energi pelindung yang sangat ikonik dalam kebudayaan Bali. Visual Barong Ket divisualisasikan dengan gaya ilustrasi khas Rakajana yang unik, mampu memadukan keindahan tradisi Bali dengan nuansa kontemporer yang segar. Kombinasi ini tidak hanya menciptakan tampilan yang memukau, tetapi juga menyiratkan semangat juang dan perlindungan yang akan selalu menyertai setiap langkah pemain di kandang sendiri. Pemilihan Barong Ket sebagai inspirasi utama menunjukkan keinginan Bali United untuk merepresentasikan kekuatan spiritual dan budaya Bali dalam setiap pertandingan kandang mereka, memberikan aura magis dan kepercayaan diri yang lebih besar kepada para pemain.

Berbeda dengan jersey kandang, jersey tandang kali ini mengambil inspirasi dari sosok Hanoman, tokoh pewayangan yang dikenal luas akan kesetiaannya yang tak tergoyahkan, kecerdasannya yang luar biasa, dan semangat juangnya yang pantang padam. Visualisasi Hanoman pada jersey tandang diperkaya dengan elemen budaya Bali lainnya, yaitu Lamak Bali. Lamak Bali sendiri merupakan sebuah elemen budaya yang sarat akan makna, melambangkan doa, rasa syukur, serta harmoni dalam kehidupan. Perpaduan antara ketangguhan Hanoman dan makna spiritual Lamak Bali menciptakan sebuah desain yang tidak hanya menawan secara visual, tetapi juga kaya akan narasi dan nilai-nilai luhur. Jersey tandang ini diharapkan dapat membangkitkan semangat juang, kesetiaan, dan kecerdasan taktis para pemain Bali United, baik saat bertandang maupun saat menghadapi lawan di markas lawan.

Untuk jersey ketiga atau jersey alternatif, pilihan warna hitam dipilih untuk melambangkan keteguhan pertahanan serta kedalaman jiwa para pemain. Warna hitam seringkali diasosiasikan dengan kewibawaan, kekuatan, dan ketenangan emosional. Dalam konteks pertandingan sepak bola, warna ini merepresentasikan kemampuan tim untuk tetap tenang dan fokus di bawah tekanan tinggi dari lawan, serta menunjukkan kekuatan pertahanan yang solid dan tak tergoyahkan. Jersey hitam ini menjadi simbol kedalaman strategi, ketenangan dalam mengambil keputusan krusial, dan ketahanan mental yang luar biasa, elemen-elemen penting yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan dalam setiap laga.

Keindahan desain jersey Bali United musim 2026/2027 ini tidak hanya terletak pada paduan budaya lokal yang kaya, tetapi juga pada integrasi yang harmonis dengan logo tiga garis ikonik dari adidas. Akulturasi visual ini secara jelas menunjukkan bagaimana Bali United mampu menghadirkan sesuatu yang positif dan inovatif bagi persepakbolaan nasional, dengan tetap menjunjung tinggi identitas lokal. Lebih dari sekadar estetika, jersey ini juga dilengkapi dengan teknologi tinggi dari adidas yang membuatnya lebih ringan dan memiliki sirkulasi udara yang optimal. Peningkatan kenyamanan dan performa ini diharapkan dapat secara signifikan mendongkrak performa para pemain di lapangan hijau, memberikan keunggulan kompetitif tambahan.

Ada 'Barong' dan 'Hanoman' di Jersey Anyar Bali United

Rakajana, sang seniman di balik mahakarya ini, mengungkapkan pandangannya mengenai desain jersey Bali United musim ini. "Jersey Bali United musim ini secara keseluruhan masih terinspirasi dari kekayaan budaya Bali yang saya padukan dengan pendekatan visual yang modern. Bagi saya, sebuah jersey bukan hanya sekadar seragam yang dikenakan saat pertandingan, tetapi juga menjadi identitas yang merepresentasikan semangat, karakter, dan kebanggaan, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media. Ia menambahkan bahwa proses desain ini bukan hanya tentang menciptakan visual yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana menerjemahkan cerita dan nilai budaya ke dalam sebuah identitas yang mampu menyatukan banyak orang dalam kebanggaan yang sama.

Kerjasama antara Bali United dan adidas ini tidak hanya menghasilkan jersey yang indah dan sarat makna, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara kebudayaan lokal yang kaya dan inovasi teknologi global. Kehadiran unsur-uns budaya Bali seperti Barong dan Hanoman pada jersey tim sepak bola profesional ini merupakan langkah brilian dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke kancah internasional, sekaligus memperkuat identitas Bali United sebagai klub yang merepresentasikan kebanggaan Pulau Dewata. Dengan jersey baru yang penuh makna dan teknologi canggih, Bali United optimis dapat mengarungi Super League 2026/2027 dengan semangat baru, performa yang lebih baik, dan terus membawa nama baik sepak bola Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Desain jersey ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola dapat menjadi medium yang kuat untuk melestarikan dan mempromosikan budaya, serta membangun kebanggaan kolektif bagi masyarakat. (mrp/ran)