BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) baru saja menginjak usia tiga tahun, sebuah tonggak sejarah yang dirayakan dengan penuh semangat dan harapan di Padeloom, Jakarta Selatan, pada Senin, 29 Juni 2026. Perayaan ulang tahun yang sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh para pengurus inti dan atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas). Momen potong tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui dan tekad untuk terus melangkah maju demi meraih prestasi gemilang serta memajukan olahraga padel di tanah air.
Meskipun tergolong sebagai olahraga yang relatif baru di Indonesia, PBPI telah menunjukkan geliat perkembangan yang luar biasa. Pengakuan resmi dari pemerintah sebagai badan olahraga padel nasional menjadi fondasi kuat bagi PBPI untuk menjalankan berbagai program strategis. Tanggung jawab besar kini diemban, mulai dari penyusunan program pembinaan atlet yang komprehensif, pembangunan struktur organisasi yang solid di tingkat pusat hingga daerah, hingga upaya masif untuk mengenalkan dan memperluas jangkauan olahraga padel ke seluruh lapisan masyarakat. Langkah-langkah ini krusial untuk menciptakan ekosistem padel yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Keberhasilan padel Indonesia dalam meraih medali perunggu pada Piala Asia di Qatar tahun lalu menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat. Namun, PBPI tidak berpuas diri. Prestasi tersebut justru menjadi cambuk penyemangat untuk terus berinovasi dan menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan. Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, mengungkapkan optimisme sekaligus kesadaran akan tekanan yang dihadapi. "Bayangkan, kami ini adalah olahraga baru, baru lahir, tetapi sudah mendapat tekanan karena padel merupakan olahraga dengan perkembangan paling cepat di dunia," ujar Galih, menggambarkan dinamika yang harus dihadapi PBPI.
Galih juga menyoroti dukungan kuat dari berbagai pihak yang turut mendorong percepatan perkembangan padel Indonesia. "Pada saat itu, KONI dan Menpora, Bang Dito (Ariotedjo), sangat menginginkan sejak awal agar Indonesia menjadi salah satu rumah terkuat padel di Asia. Pelan-pelan kami menyusun program dan bekerja dengan serius hingga akhirnya sampai di tahun ini," imbuhnya, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin.
Menatap ke depan, agenda padel Indonesia sangat padat dan ambisius. Atlet-atlet padel kebanggaan bangsa akan segera unjuk gigi di kancah internasional, dimulai dari partisipasi di Asian Games 2026. Selain itu, Indonesia juga akan bersaing dalam kualifikasi Piala Dunia padel, sebuah ajang prestisius yang akan menguji kemampuan para atlet di level tertinggi. Lebih membanggakan lagi, Indonesia akan mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah Piala Asia Junior, sebuah kesempatan emas untuk menunjukkan potensi bibit-bibit muda padel Indonesia kepada dunia.
Untuk mempersiapkan kontingen terbaik dalam menghadapi berbagai ajang bergengsi tersebut, PBPI saat ini tengah gencar menggelar seleksi nasional. Proses seleksi yang ketat ini dirancang untuk menjaring atlet-atlet unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis mumpuni, tetapi juga mental juara yang kuat untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah global. "Melihat perkembangan tiga tahun terakhir, saya bisa bilang sangat bangga. Bangga terhadap tim PBPI, bangga terhadap seluruh atlet, bukan hanya atlet profesional tetapi juga seluruh industri padel di Indonesia. Perkembangannya sangat pesat dan berjalan seiring dengan kebutuhan. Saya yakin ini akan terus berkembang," ucap Galih dengan nada bangga.
Proses seleksi nasional ini memang terbilang cukup panjang dan terstruktur, mencakup beberapa fase untuk memastikan kualitas atlet yang terpilih. Saat ini, PBPI sedang memasuki fase kedua seleksi nasional. Salah satu tujuan utama dari seleksi yang komprehensif ini adalah untuk memilih tim yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia. Dari tim besar yang akan terbentuk melalui seleksi ini, nantinya akan mengerucut menjadi tim inti yang akan mewakili Indonesia di Asian Games 2026.
Mengingat ini adalah penampilan perdana Indonesia di beberapa nomor pada ajang internasional besar, fokus persiapan akan diarahkan pada nomor-nomor yang dipertandingkan. "Karena ini penampilan perdana, kita baru mendapatkan dua nomor yang dipertandingkan, yaitu ganda putra dan ganda putri. Artinya, fokus persiapan kita ada di dua nomor tersebut beserta para atlet cadangannya," jelas Galih, menegaskan strategi pembinaan yang akan diterapkan. Strategi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada dan memberikan hasil terbaik bagi Merah Putih.
Perjalanan tiga tahun PBPI merupakan sebuah narasi tentang semangat juang, kerja keras, dan kolaborasi. Dari sebuah organisasi yang baru lahir, PBPI telah menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan dinamika olahraga padel yang sangat cepat perkembangannya di dunia. Dukungan dari pemerintah, KONI, serta antusiasme masyarakat dan para pelaku industri padel menjadi modal berharga dalam menyongsong era baru prestasi. Dengan program pembinaan yang terstruktur, kompetisi yang semakin intensif, dan partisipasi aktif di berbagai ajang internasional, PBPI optimis bahwa padel Indonesia akan terus merangkai prestasi gemilang dan menjadi salah satu kekuatan dominan di Asia, bahkan di kancah dunia. Tantangan di depan memang besar, namun dengan fondasi yang kuat dan semangat yang membara, PBPI siap untuk terus berkembang dan mengukir sejarah baru bagi olahraga padel Indonesia.

