BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kisah cinta pesinetron Evan Marvino dan Uffridatun Nitami atau yang akrab disapa Tami, yang berawal dari interaksi penggemar, kini tengah menghadapi ujian berat. Pernikahan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan, berubah menjadi sorotan publik akibat dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diungkapkan oleh Tami. Perjalanan cinta mereka yang unik, dari pesan singkat di media sosial hingga ikrar suci pernikahan, kini diuji oleh isu serius yang mengguncang rumah tangga mereka.

Kisah mereka dimulai jauh sebelum Evan Marvino dikenal luas seperti sekarang. Tami, yang kala itu masih duduk di bangku SMA, telah menjadi penggemar setia Evan sejak ia membintangi sinetron "Anak Jalanan". Sejak tahun 2015, Tami tak pernah berhenti memberikan dukungan, seringkali melalui pesan langsung (DM) di media sosial. Ia menjadi saksi perjalanan karier Evan, termasuk saat Evan dikabarkan akan menikah dengan wanita lain. Tami selalu ada, memberikan dukungan tanpa pamrih, bahkan ketika Evan sedang mengalami kegalauan. Pesan-pesan Tami ini, yang awalnya hanya dianggap sebagai bentuk apresiasi penggemar, ternyata menjadi benih awal dari hubungan yang lebih dalam.

Evan Marvino sendiri mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa ia sempat terkejut melihat banyaknya pesan dari Tami yang sudah terakumulasi selama empat tahun. "Awal pas gue buka kok DM mulu sudah 4 tahun. Dia ngesupport. Dia nyaksiin gue mau nikah sama cewek siapa, dia tahu kok nggak jadi. Pas gue galau dia masuk," ujar Evan. Interaksi yang intens ini akhirnya membuka pintu komunikasi yang lebih personal antara keduanya. Meskipun sempat ada momen Tami meng-unfollow akun Evan, namun takdir tampaknya punya rencana lain, dan Tami kembali mengikuti akun Evan, memperpanjang tali silaturahmi digital mereka.

Titik balik hubungan mereka terjadi ketika Tami mengungkapkan keinginannya untuk datang ke Jakarta dan berjalan-jalan. Namun, Evan justru mengambil inisiatif untuk mendatangi Tami di Aceh. Pertemuan pertama ini menjadi momen krusial yang membuat Evan yakin akan perasaannya. Kesetiaan Tami yang telah ia tunjukkan selama enam tahun, mendukungnya dari jauh tanpa pernah bertemu langsung, membuat Evan jatuh hati. Ia merasa menemukan sosok yang tepat untuk mendampingi hidupnya. Keyakinan ini mendorong Evan untuk segera membicarakan jenjang pernikahan.

Setelah pertemuan pertama yang singkat namun berkesan, Evan merasa mantap untuk mempersunting Tami. Keduanya kemudian melangsungkan pernikahan pada tanggal 17 Januari 2021 di Aceh. Proses menuju pernikahan ini pun terbilang unik, karena mereka lebih banyak berkomunikasi melalui pesan singkat WhatsApp dan panggilan video. Jarak yang memisahkan mereka tak menghalangi tekad untuk membangun bahtera rumah tangga. Evan memberikan mahar kepada Tami berupa 15 mayam emas, sebagai simbol keseriusannya. Pernikahan mereka yang digelar di sebuah masjid di Kota Sigli, Pidie, Aceh, sempat menjadi sorotan karena kisah cinta yang berawal dari penggemar menjadi istri.

Pasangan ini kemudian dianugerahi kebahagiaan dengan kehadiran putri pertama mereka pada tanggal 12 September 2022. Dua tahun kemudian, pada 29 Februari 2024, kebahagiaan mereka bertambah dengan kelahiran putri kedua. Kehidupan rumah tangga mereka tampak harmonis, setidaknya dari apa yang sering mereka bagikan di media sosial. Namun, di balik senyum dan potret kebahagiaan itu, tersembunyi masalah yang lebih serius.

Memasuki usia pernikahan yang belum genap lima tahun, rumah tangga Evan Marvino dan Tami diterpa badai. Tami secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Unggahan Tami ini sontak mengejutkan banyak pihak, terutama penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan cinta mereka. Detail mengenai kekerasan yang dialaminya belum sepenuhnya terungkap ke publik, namun pernyataan Tami tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan simpati yang luas.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Evan Marvino pun sempat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas situasi yang menimpa rumah tangganya. Ia menyatakan harapannya untuk dapat memperbaiki dan menjaga kelangsungan rumah tangganya bersama Tami. Pernyataan Evan ini menunjukkan adanya upaya untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi, meskipun detail mengenai akar permasalahan dan langkah penyelesaiannya masih menjadi tanda tanya bagi publik.

Kasus dugaan KDRT yang menimpa pasangan selebriti ini kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya kesehatan mental dalam rumah tangga, pencegahan kekerasan, serta dukungan bagi para korban. Kisah Evan Marvino dan Tami, yang dulunya menjadi inspirasi bagi banyak penggemar tentang cinta yang bisa tumbuh dari interaksi sederhana, kini menjadi pengingat bahwa di balik setiap hubungan, ada dinamika kompleks yang memerlukan perhatian, komunikasi, dan rasa hormat yang mendalam untuk bertahan. Perjuangan mereka dalam menghadapi cobaan ini akan terus menjadi perhatian publik, dengan harapan agar masalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan adil bagi kedua belah pihak, terutama demi masa depan kedua putri mereka. Kehidupan rumah tangga, seperti halnya karier di dunia hiburan, selalu penuh kejutan, dan ujian kali ini akan menjadi penentu sejauh mana kekuatan cinta dan komitmen mereka diuji.

