BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Akhir pekan ini menjadi penanda momen krusial dan penuh harapan bagi Sean Gelael beserta rekan-rekannya di Team WRT 32, saat mereka bersiap untuk menguji ketahanan dan kehebatan mereka di salah satu sirkuit paling legendaris di dunia balap, 24 Hours of Le Mans. Perhelatan balap ketahanan ikonik ini bukan sekadar ajang adu cepat, melainkan sebuah ujian pamungkas atas strategi, kerja sama tim, ketahanan fisik dan mental, serta keandalan kendaraan dalam menghadapi tantangan waktu yang tak kenal ampun. Bagi Sean Gelael, pembalap kebanggaan Indonesia, partisipasi di Le Mans selalu memiliki makna tersendiri, sebuah kesempatan untuk mengukir sejarah dan membuktikan diri di panggung dunia. Musim 2026 ini, Sean akan kembali berjuang bersama duo tangguhnya, Augusto Farfus dan Darren Leung, yang membentuk trio solid di kokpit mobil Team WRT 32.
Keberhasilan Team WRT 32 di masa lalu, khususnya pencapaian mereka sebagai runner-up di Le Mans dua tahun silam, menjadi modal berharga yang tak ternilai. Pengalaman pahit manis, pelajaran berharga, dan pemahaman mendalam tentang seluk-beluk sirkuit Le Mans yang menantang, semuanya terakumulasi menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi edisi kali ini. "Kami pernah merasakan nikmatnya berdiri di podium Le Mans, dan itu adalah sensasi yang luar biasa. Tentunya, impian terbesar kami adalah bisa merasakan kemenangan di sini," ungkap Augusto Farfus, yang pengalamannya di dunia balap ketahanan sudah tak diragukan lagi. Pengalaman sebagai runner-up bukan hanya sekadar catatan statistik, melainkan sebuah bukti nyata bahwa mereka memiliki kapabilitas untuk bersaing di level tertinggi, dan kini, ambisi mereka tertuju pada tangga juara.
Sean Gelael sendiri menunjukkan optimisme yang membuncah, didorong oleh performa BMW yang semakin kompetitif di kelas-kelas utama WEC, baik di Hypercar maupun LMGT3. Ia meyakini bahwa sinergi antara tim yang solid, pembalap yang memiliki chemistry kuat, dan dukungan pabrikan yang mumpuni akan membuka pintu menuju segala kemungkinan. "Anything is possible. Kami memiliki tim yang luar biasa, yang sudah saling mengenal dan memahami satu sama lain dengan baik. Senang rasanya melihat Team WRT, yang sudah kami anggap sebagai keluarga, bersama dengan BMW sebagai pabrikan, menunjukkan performa yang sangat kompetitif," ujar Sean dengan penuh keyakinan. Pernyataannya mencerminkan kepercayaan diri yang tumbuh dari hasil kerja keras dan pengembangan yang berkelanjutan.
Lebih jauh lagi, Darren Leung, pembalap asal Inggris yang menjadi bagian integral dari trio ini, mengungkapkan rasa percaya diri yang semakin matang menjelang seri Le Mans 2026. Ia mengakui bahwa seluruh fokus dan energi tim selama ini telah tercurah untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang prestisius ini. "Tahun ini kami memiliki rasa percaya diri yang lebih besar. Sepanjang tahun ini, rasanya kami hanya memikirkan Le Mans. Dan ketika kami bisa kembali bersatu sebagai tim, dengan chemistry yang semakin kuat, sangat wajar jika kami menaruh harapan besar untuk meraih hasil terbaik," jelas Darren. Pernyataannya menegaskan bahwa Le Mans bukan hanya sebuah balapan, tetapi sebuah tujuan akhir yang menjadi prioritas utama.
Sean, Farfus, dan Leung akan kembali beradu nasib di kelas LMGT3, kelas yang sama saat mereka berhasil meraih posisi runner-up pada tahun 2024. Di kelas ini, mereka akan menghadapi persaingan ketat dari 18 mobil lainnya, yang semuanya memiliki ambisi yang sama untuk meraih predikat juara. Persaingan di kelas LMGT3 selalu menjadi salah satu yang paling menarik dan tak terduga, karena melibatkan berbagai pabrikan dan tim dengan strategi yang beragam. Taktik pit stop, pengelolaan ban, strategi bahan bakar, hingga kemampuan pembalap dalam menghadapi lalu lintas mobil dari kelas yang berbeda, semuanya akan menjadi faktor penentu dalam balapan yang panjang ini.
Balapan 24 Hours of Le Mans tahun 2026 ini akan disiarkan secara langsung dan dapat dinikmati oleh para penggemar balap di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, melalui platform gelaelized.com. Siaran langsung akan dimulai pada Sabtu, 13 Juni, tepatnya pukul 21.00 WIB, menandai dimulainya 24 jam penuh aksi, drama, dan persaingan sengit di Sirkuit de la Sarthe. Para penggemar akan dapat menyaksikan setiap tikungan, setiap momen menegangkan, dan setiap strategi yang dijalankan oleh Sean Gelael dan timnya.
Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai rangkaian acara 24 Hours of Le Mans 2026, berikut adalah jadwal lengkapnya:
Rabu, 10 Juni:
- 19.00 – 22.00 WIB: Free Practice 1 (Sesi Latihan Bebas Pertama)
- 23.45 – 00.15 WIB: Qualifying 1 LMP2/LMGT3 (Sesi Kualifikasi Pertama untuk kelas LMP2 dan LMGT3)
Pada hari pertama sesi latihan bebas, tim akan memiliki kesempatan untuk menguji pengaturan dasar mobil mereka, memahami kondisi lintasan, dan mulai membangun ritme balap. Sesi kualifikasi pertama akan menjadi penentu posisi awal dalam sesi kualifikasi berikutnya, di mana setiap sepersekian detik akan sangat berharga.
Kamis, 11 Juni:
- 03.00 – 05.00 WIB: Free Practice 2 (Sesi Latihan Bebas Kedua)
- 19.45 – 22.45 WIB: Free Practice 3 (Sesi Latihan Bebas Ketiga)
Sesi latihan bebas kedua dan ketiga biasanya digunakan oleh tim untuk melakukan simulasi balap yang lebih panjang, menguji daya tahan komponen, dan menyempurnakan setelan mobil. Ini adalah momen penting untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin sebelum sesi kualifikasi yang lebih krusial.
Jumat, 12 Juni:
- 01.00 – 01.20 WIB: Hyperpole 1 LMP2/LMGT3 (Sesi Hyperpole Pertama untuk kelas LMP2/LMGT3)
- 01.35 – 01.50 WIB: Hyperpole 2 LMP2/LMGT3 (Sesi Hyperpole Kedua untuk kelas LMP2/LMGT3)
- 04.00 – 05.00 WIB: Free Practice 4 (Sesi Latihan Bebas Keempat)
Sesi Hyperpole adalah sesi kualifikasi lanjutan yang hanya diikuti oleh para pembalap tercepat dari sesi kualifikasi sebelumnya. Ini adalah kesempatan terakhir bagi para pembalap untuk meraih posisi start terbaik di grid. Sesi latihan bebas terakhir sebelum balapan memberikan kesempatan terakhir untuk penyesuaian kecil.
Sabtu, 13 Juni:
- 17.00 – 17.15 WIB: Warm-up (Sesi Pemanasan)
- 21.00 WIB: Race 24H of Le Mans dimulai. Balapan akan berlangsung selama 24 jam hingga Minggu, 14 Juni, pukul 21.00 WIB.
Sesi pemanasan adalah kesempatan terakhir bagi para pembalap untuk merasakan mobil mereka di kondisi lintasan yang sebenarnya sebelum balapan dimulai. Ini adalah momen untuk memastikan segalanya berjalan lancar dan para pembalap merasa nyaman. Pukul 21.00 WIB pada hari Sabtu adalah momen yang ditunggu-tunggu, di mana bendera hijau akan dikibarkan dan 24 jam perjuangan tanpa henti akan dimulai.
24 Hours of Le Mans bukan hanya sekadar balapan. Ini adalah sebuah epik yang tertulis dalam sejarah otomotif, sebuah ujian bagi semangat manusia dan kecanggihan teknologi. Bagi Sean Gelael dan Team WRT 32, tahun 2026 ini adalah kesempatan emas untuk menorehkan nama mereka dalam legenda balap ketahanan ini. Dukungan dari penggemar di seluruh dunia, termasuk dari tanah air, akan menjadi bahan bakar semangat tambahan bagi Sean dan timnya untuk berjuang meraih impian tertinggi di Sirkuit de la Sarthe. Pertarungan ini bukan hanya tentang memenangkan balapan, tetapi tentang membuktikan ketahanan, ketekunan, dan kehebatan tim dalam menghadapi salah satu tantangan terbesar di dunia motorsport.

