0

GIIAS 2026 Tetap di BSD, Wacana Pindah ke PIK 2 Masih Dikaji Mendalam

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun 2026 telah dipastikan akan kembali digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Kepastian ini sekaligus meredakan spekulasi mengenai kemungkinan perpindahan venue pameran otomotif akbar ini ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang berlokasi di PIK 2, Jakarta Utara. Meskipun demikian, wacana perpindahan lokasi GIIAS di masa mendatang tetap menjadi topik yang ramai dibicarakan dan terus dikaji oleh pihak penyelenggara.

Andy Wismarsyah, CEO Seven Event, selaku penyelenggara GIIAS, menegaskan bahwa keputusan mengenai perpindahan venue GIIAS di masa depan belum diambil. Menurutnya, ada beberapa faktor krusial yang menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan apakah GIIAS akan berpindah dari BSD City. "Kami belum tentukan karena (GIIAS) tahun 2026 saja kan belum jalan. Tapi memang yang kami perhatikan itu, secara keseluruhan itu adalah akses, itu nomor satu," ujar Andy dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Pernyataan ini menekankan betapa pentingnya kemudahan aksesibilitas bagi pengunjung, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GIIAS. Akses yang lancar menjadi fondasi utama keberhasilan sebuah pameran berskala internasional. Kemudahan untuk menjangkau lokasi pameran, baik dari dalam maupun luar kota, menjadi pertimbangan fundamental yang tidak bisa diabaikan. Pengunjung harus merasa nyaman dan tidak terbebani oleh kesulitan transportasi untuk dapat menikmati seluruh rangkaian acara yang disajikan.

Selain faktor aksesibilitas, ketersediaan akomodasi yang memadai juga menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara. GIIAS bukan hanya menarik minat masyarakat umum dari berbagai penjuru daerah, tetapi juga dihadiri oleh ribuan peserta pameran dari berbagai merek otomotif ternama, ratusan awak media, serta tamu penting dari luar negeri. "Yang kedua itu keterbatasan lodging atau penginapan. Kalau memang sudah ada (penginapan) dengan kapasitas lebih baik serta harganya terjangkau. Itu mungkin bukan jadi satu halangan. Tapi sampai hari ini, kami masih terus menggali informasi-informasi tersebut," jelas Andy. Ketersediaan hotel dan penginapan yang memadai dengan harga yang kompetitif sangat krusial untuk menunjang kenyamanan para peserta dan pengunjung, terutama bagi mereka yang datang dari luar kota atau luar negeri. Penginapan yang berkualitas dan terjangkau akan meminimalkan biaya perjalanan dan membuat pengalaman mereka selama mengikuti pameran menjadi lebih positif. Hal ini juga secara tidak langsung akan meningkatkan daya tarik GIIAS sebagai destinasi pameran otomotif internasional.

Untuk sementara waktu, GIIAS 2026 telah dipastikan akan tetap berlangsung di ICE BSD City, Tangerang. Lokasi ini telah terbukti menjadi venue yang representatif dan mampu menampung seluruh kebutuhan pameran otomotif terbesar di Indonesia ini selama bertahun-tahun. Namun, untuk penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya, seperti tahun 2027 dan seterusnya, keputusan mengenai venue masih akan dikaji lebih lanjut. "Jadi tahun 2026 sudah pasti akan di situ (ICE BSD City lagi), untuk tahun 2027 will see (akan kita lihat dulu)," ungkap Andy. Keputusan ini menunjukkan bahwa pihak penyelenggara sangat berhati-hati dalam mengambil langkah strategis terkait lokasi pameran. Mereka tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang berpotensi merugikan kelancaran dan kesuksesan acara di masa depan. Pengkajian yang matang menjadi kunci untuk memastikan GIIAS tetap berada di jalur yang tepat.

Wacana perpindahan venue GIIAS ke NICE PIK 2 muncul seiring dengan pengenalan kawasan pameran dan konvensi baru yang memiliki kapasitas besar di wilayah Pantai Indah Kapuk 2. NICE PIK 2 diklaim memiliki area yang lebih luas dibandingkan ICE BSD City, menjadikannya sebagai kandidat kuat sebagai venue pameran otomotif masa depan. Perbandingan luas lahan antara kedua venue ini memang cukup signifikan. ICE BSD City memiliki luas kawasan sekitar 220 ribu meter persegi. Sementara itu, NICE PIK 2 dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 400 ribu meter persegi, yang berarti hampir dua kali lipat lebih besar dari ICE BSD City. Luas lahan yang lebih besar ini memberikan potensi pengembangan yang lebih luas untuk berbagai fasilitas pendukung, seperti area parkir, area pameran outdoor, dan area komersial.

Pameran GIIAS Masih di BSD, Nggak Jadi Pindah ke PIK?

Namun, ketika membandingkan khusus area exhibition hall atau ruang pamer indoor, selisih antara ICE BSD City dan NICE PIK 2 sebenarnya tidak terlalu jauh. ICE BSD City memiliki area hall pameran sekitar 50 ribu meter persegi. Di sisi lain, NICE PIK 2 memiliki exhibition hall sekitar 55.100 meter persegi. Perbedaan sekitar 5.100 meter persegi ini mungkin tidak terlalu terasa signifikan dari segi kapasitas pameran indoor, namun tetap memberikan sedikit keunggulan bagi NICE PIK 2. Keunggulan kapasitas hall yang sedikit lebih besar ini berpotensi memungkinkan penyelenggara untuk menata booth peserta dengan lebih leluasa atau bahkan menambah jumlah peserta jika diperlukan.

Dengan kapasitas yang lebih besar dan area pengembangan yang luas, NICE PIK 2 memang dinilai memiliki potensi yang kuat untuk menjadi venue pameran otomotif masa depan. Kemampuannya untuk menampung lebih banyak peserta dan fasilitas yang lebih modern bisa menjadi daya tarik tersendiri. Namun, seperti yang telah ditekankan oleh pihak penyelenggara, faktor aksesibilitas dan ketersediaan penginapan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dipenuhi secara serius sebelum GIIAS benar-benar mempertimbangkan untuk pindah dari BSD City. Aksesibilitas ke PIK 2, terutama pada jam-jam sibuk, perlu dievaluasi secara mendalam. Sistem transportasi publik yang terintegrasi dan memadai akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Selain itu, pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan akses keluar masuk kawasan perlu ditingkatkan.

Ketersediaan penginapan di sekitar PIK 2 juga perlu diperhitungkan. Meskipun kawasan ini terus berkembang, ketersediaan hotel dengan berbagai tingkatan harga yang mampu menampung ribuan pengunjung dan peserta pameran secara bersamaan masih perlu dipastikan. Kolaborasi dengan pengembang properti dan hotel-hotel yang sudah ada, serta insentif untuk pembangunan hotel baru, bisa menjadi solusi. Pihak penyelenggara GIIAS juga perlu melakukan studi kelayakan yang komprehensif untuk menilai kesiapan NICE PIK 2 dalam memenuhi standar internasional yang dibutuhkan oleh sebuah pameran otomotif sebesar GIIAS. Hal ini mencakup aspek keamanan, kebersihan, fasilitas pendukung teknologi informasi, serta kapasitas listrik dan air yang memadai.

Pihak Gaikindo sebagai asosiasi yang menaungi industri otomotif di Indonesia juga memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan ini. Dukungan dan persetujuan dari Gaikindo akan menjadi faktor penentu dalam setiap perubahan signifikan terkait penyelenggaraan GIIAS. Mereka akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak terhadap industri, kemudahan bagi para produsen otomotif untuk berpartisipasi, dan tentunya pengalaman positif bagi para pengunjung. Pengalaman bertahun-tahun menyelenggarakan GIIAS di ICE BSD City telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi Seven Event. Mereka telah berhasil membangun ekosistem yang solid di BSD, mulai dari kerjasama dengan pengelola ICE, penyedia jasa logistik, hingga pelaku industri pendukung lainnya. Perpindahan ke lokasi baru akan membutuhkan penyesuaian dan pembangunan kembali jaringan kerjasama tersebut.

Sementara itu, ICE BSD City sendiri terus berupaya untuk meningkatkan layanannya. Pihak pengelola ICE BSD City kemungkinan akan terus melakukan inovasi dan pengembangan fasilitas untuk mempertahankan daya saingnya sebagai venue pameran terkemuka di Indonesia. Peningkatan kapasitas hall, fasilitas digital, dan area parkir yang lebih luas bisa menjadi beberapa langkah yang diambil. Dengan demikian, persaingan antara ICE BSD City dan NICE PIK 2 akan mendorong kedua belah pihak untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi penyelenggara dan pengunjung pameran.

Keputusan akhir mengenai perpindahan venue GIIAS akan sangat bergantung pada bagaimana NICE PIK 2 mampu menjawab tantangan aksesibilitas dan akomodasi. Jika kedua faktor tersebut dapat dipenuhi dengan baik, maka bukan tidak mungkin GIIAS akan melakukan migrasi dari BSD City ke PIK 2 di masa mendatang. Namun, untuk saat ini, para penggemar otomotif dapat bernapas lega karena GIIAS 2026 dipastikan akan tetap menyapa mereka di ICE BSD City. Kepastian ini memberikan stabilitas bagi para peserta yang sudah merencanakan partisipasinya dan juga bagi para pengunjung yang sudah terbiasa dengan lokasi pameran ini. Perkembangan lebih lanjut mengenai rencana perpindahan venue GIIAS akan terus dipantau dan diinformasikan kepada publik seiring dengan berjalannya waktu dan selesainya kajian yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.