BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komedian Dede Sunandar kini tengah menghadapi kenyataan pahit perceraian setelah 12 tahun membangun bahtera rumah tangga bersama sang istri, Karen Hertatum. Keputusan perpisahan ini diambil setelah berbagai problematika rumah tangga yang sempat mengemuka ke publik, mulai dari isu perselingkuhan hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Meski tak merinci secara mendalam, Dede mengakui bahwa dinamika kehidupannya bersama sang istri tidaklah mudah. Ia menegaskan bahwa ia telah mengerahkan segala upaya untuk mempertahankan rumah tangganya, bahkan tak segan berjuang keras demi kelangsungan ikatan pernikahan mereka.
"Ya itu kerja teh effort, sono sini minjem, nggak effort gimana?" ungkap Dede Sunandar dengan nada getir saat ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada suatu kesempatan. Pernyataannya ini menyiratkan betapa besar pengorbanan dan usaha yang telah ia curahkan, termasuk dalam hal finansial, demi menjaga keutuhan rumah tangga. Ia tak hanya berbicara tentang upaya mempertahankan secara emosional, namun juga secara konkret dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perjuangan ini, menurutnya, adalah bukti nyata dari keseriusannya untuk mempertahankan apa yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.
Meskipun rumah tangga yang dibinanya harus kandas, Dede Sunandar menyatakan bahwa rasa sayang dan tanggung jawabnya terhadap anak-anak tidak akan pernah luntur. Ia menekankan bahwa anak-anak adalah prioritas utama, dan ia akan terus hadir serta memberikan dukungan terbaik bagi mereka, meskipun tidak lagi bersama ibu mereka. "Karena mungkin udah jalannya ya mungkin nyampe 12 tahun ini. Anak-anak walaupun akan besar tetap geding anak-anak bareng, tetap sayang anak-anaklah intinya kayak gitu," tuturnya dengan penuh kepedihan namun juga keteguhan hati. Ia berharap agar perpisahan ini dapat berjalan dengan baik demi masa depan anak-anak mereka, dan ia siap untuk tetap berperan sebagai ayah yang bertanggung jawab.
Menyinggung soal kemungkinan mencari pasangan hidup baru, Dede Sunandar mengaku belum memikirkan hal tersebut. Fokusnya saat ini adalah bagaimana ia dapat bangkit dan terus berkarya untuk menafkahi diri dan keluarganya. Ia bahkan sempat memberikan pesan bijak kepada sang istri, Karen Hertatum, agar lebih fokus pada pengembangan karirnya dan menghindari kebiasaan yang dapat merugikan finansial keluarga. "Belum saatnyalah Dede juga belum saatnya buat cari yang lain, mungkin masing-masing nyari kerjaan. Dede bilang semangat podcast di tempat lain kalau bisa tabungin dan jangan buat top up main game," ujar Dede, menyiratkan kekecewaannya terhadap kebiasaan sang istri yang dinilai boros dan tidak produktif. Ia berharap agar Karen dapat lebih bijak dalam mengelola keuangannya dan fokus pada pekerjaan yang dapat memberikan pemasukan.
Lebih lanjut, Dede Sunandar menunjukkan sikap profesional dan suportif dengan menyatakan bahwa ia tetap mendukung pekerjaan sang istri. Ia siap membantu jika ada tawaran kerja yang masuk melalui dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan rumah tangga mereka telah berakhir, Dede tidak menutup pintu komunikasi dan kolaborasi profesional. Ia ingin memastikan bahwa sang istri tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan mendapatkan penghasilan. "Tuh ambil tuh aku bilang gitu kerjaan. Tuh nanti dari tim ini Trans Corp banyak yang menghubungi ke Dede, Dede kasih ke siapa nomornya, kan ada di IG gue manajer gue," pungkasnya, menunjukkan kesiapannya untuk menjadi perantara informasi pekerjaan bagi Karen. Sikap ini patut diapresiasi, mengingat banyaknya gesekan yang seringkali terjadi antar mantan pasangan dalam urusan pekerjaan.
Di tengah badai perceraian ini, Dede Sunandar justru menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk terus berkarya. Ia sadar betul bahwa tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarga tidak berhenti hanya karena status pernikahannya berubah. Ia terus aktif di dunia hiburan, baik sebagai komedian maupun melalui berbagai kanal digital seperti podcast. Dede juga tak ragu untuk membuka diri terhadap peluang-peluang baru yang dapat meningkatkan pendapatannya. Hal ini mencerminkan ketangguhannya dalam menghadapi cobaan hidup.
Pesan Dede Sunandar kepada Karen Hertatum untuk fokus pada pekerjaan dan menabung, serta tidak menghamburkan uang untuk permainan game online, menjadi sorotan penting. Ini bukan sekadar teguran, melainkan sebuah refleksi dari perjuangan Dede yang harus menanggung beban finansial keluarga seorang diri. Ia ingin sang istri turut berkontribusi dalam membangun kembali stabilitas ekonomi keluarga, bukan justru menjadi beban tambahan. Keinginan Dede agar Karen dapat menyisihkan uang untuk tabungan menunjukkan visi jangka panjangnya untuk masa depan anak-anak.
Pengakuan Dede Sunandar bahwa ia "minjem" atau berhutang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga semakin menggarisbawahi betapa berat perjuangannya selama ini. Hal ini juga bisa menjadi alasan mengapa ia ingin sang istri lebih mandiri secara finansial. Ia tidak ingin terus menerus menanggung beban sendirian, terutama ketika rumah tangga yang dibina bersama harus berakhir.
Perjalanan Dede Sunandar dalam mempertahankan rumah tangganya selama 12 tahun bukanlah hal yang mudah. Berbagai isu yang sempat menerpa, seperti perselingkuhan dan KDRT, tentu saja memberikan luka dan tantangan tersendiri. Namun, ia memilih untuk terus berjuang, menunjukkan bahwa komitmen dalam pernikahan adalah sesuatu yang sangat berharga baginya. Keputusannya untuk berpisah mungkin merupakan jalan terakhir setelah berbagai upaya tak membuahkan hasil.
Kini, Dede Sunandar harus menata kembali hidupnya. Fokusnya adalah pada karir dan tanggung jawabnya terhadap anak-anak. Ia berupaya untuk tetap positif dan optimis, meskipun dihadapkan pada situasi yang sulit. Dukungannya terhadap karir sang istri, meskipun mereka akan berpisah, menunjukkan kedewasaan dan kematangan emosional Dede. Ia berharap agar perpisahan ini dapat memberikan ruang bagi keduanya untuk menemukan jalan terbaik bagi kehidupan masing-masing.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi publik untuk tidak menghakimi Dede Sunandar atau sang istri. Setiap rumah tangga memiliki dinamika dan masalahnya sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana mereka berdua dapat menyelesaikan urusan ini dengan baik, terutama demi anak-anak mereka. Dede Sunandar, dengan segala usahanya untuk mempertahankan rumah tangga dan kini berjuang mencari nafkah, patut mendapatkan dukungan dan apresiasi atas ketangguhannya. Ia adalah contoh nyata dari seorang pria yang berusaha keras demi keluarganya, bahkan di tengah badai kehidupan.

