0

Al Ghazali Sebut Alyssa Daguise Miliki Aura Keibuan Kuat dan Ingin Rawat Anak Sendiri Tanpa Babysitter, Siap Hadapi Tantangan Baru sebagai Ayah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Al Ghazali, putra dari musisi ternama Ahmad Dhani dan Maia Estianty, baru-baru ini berbagi cerita mengenai pengalaman pertamanya menjadi seorang ayah setelah kelahiran buah hati mereka, Soleil Zephora Ghazali, pada Minggu, 19 Mei 2026. Al Ghazali tak henti-hentinya memuji aura keibuan yang terpancar dari sang istri, Alyssa Daguise, yang menurutnya sudah terlihat bahkan sejak sebelum mereka resmi mengikat janji suci pernikahan. Pernyataan ini diungkapkan Al Ghazali saat ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, pada Jumat, 15 Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa jauh sebelum menikah, dirinya sudah merasakan dan melihat secara jelas bahwa Alyssa memiliki naluri keibuan yang sangat kuat dalam dirinya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Al Ghazali sangat yakin dengan kemampuan sang istri dalam menjalani peran barunya sebagai seorang ibu.

"Kalau Alyssa mah aku melihat aura keibuannya dari belum nikah sih udah ngerasa dia emang jiwa ibunya kuat," ungkap Al Ghazali dengan penuh keyakinan. Lebih lanjut, Al Ghazali menceritakan bahwa Alyssa memang memiliki impian yang sangat besar untuk menjadi seorang ibu. Keinginan yang kuat ini, menurut Al Ghazali, menjadi modal utama bagi Alyssa dalam menghadapi segala proses yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Ia mengaku sangat mempercayai sepenuhnya kemampuan dan kesiapan sang istri dalam menjalani setiap tahapan yang penuh tantangan tersebut. "Dia emang bermimpi banget jadi seorang ibu, jadi ya… aku sangat percaya sama dia lah. Apa yang dia jalani, atau yang dia lakuin, lahiran, apa pun bakal lancar karena dia udah bersiap," tuturnya, menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi pada Alyssa.

Meskipun baru saja menyandang status sebagai seorang ayah, Al Ghazali menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi kesibukannya, terutama dalam urusan pekerjaan. Ia bahkan harus segera kembali menjalani jadwal kerja yang padat, termasuk bepergian ke luar kota dalam waktu dekat. "Mmm… nggak sih, kalau aku tetap kerja, ini minggu depan udah ada kerjaan luar kota. Jadi aku lihat kayak aduh… udah keluar kota lagi nih," ujarnya, menggambarkan dilema yang harus dihadapinya antara tanggung jawab sebagai ayah baru dan tuntutan profesionalisme.

Menariknya, Al Ghazali mengungkapkan bahwa dirinya dan Alyssa memiliki keputusan yang tegas mengenai pengasuhan buah hati mereka. Pasangan ini sepakat untuk terlibat langsung dalam merawat Soleil tanpa bergantung sepenuhnya pada jasa babysitter. Keputusan ini didorong oleh keinginan kuat Alyssa untuk membangun ikatan emosional yang erat dengan sang anak. "Babysitter… nggak, Alyssa nggak mau pakai babysitter," tegas Al Ghazali, menunjukkan komitmen sang istri dalam memberikan perhatian penuh kepada buah hati mereka.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan tersebut, Al Ghazali menjelaskan bahwa Alyssa kemungkinan besar ingin merasakan dan menikmati setiap momen berharga bersama buah hati mereka. Hal ini dianggap sebagai cara terbaik untuk memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. "Iya mungkin untuk bonding. Mungkin kan ada mamanya juga di sini. Paling dipakai babysitter itu bukan yang mandiin atau ngapain, paling buat ngebantu-bantu aja," jelasnya, memberikan gambaran bahwa jika pun ada bantuan, sifatnya akan sangat terbatas dan hanya untuk meringankan pekerjaan rumah tangga, bukan untuk tugas pengasuhan inti.

Al Ghazali mengakui bahwa perasaannya saat ini campur aduk, penuh dengan kebahagiaan sekaligus rasa tak percaya setelah resmi menjadi seorang ayah. Momen-momen melihat buah hatinya, Soleil, seringkali membuatnya masih terheran-heran. "Aku nyangka cuma… kadang nggak nyangka," katanya sambil tertawa, menggambarkan rasa takjub yang masih menyelimutinya. "Nggak nyangka aja kayak kita punya satu yang baru dan hidup, susah dijelasin," tuturnya, berusaha menggambarkan perasaan mendalam yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Peran baru sebagai ayah tentu membawa banyak perubahan dan pelajaran bagi Al Ghazali. Ia belajar untuk menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan profesional, serta menemukan cara untuk tetap terlibat dalam pengasuhan buah hati meskipun jadwal pekerjaannya padat. Keinginan Alyssa untuk tidak menggunakan babysitter juga menjadi motivasi tambahan bagi Al Ghazali untuk lebih berperan aktif dalam merawat Soleil. Ia melihat bagaimana semangat dan dedikasi Alyssa dalam memberikan yang terbaik untuk anak mereka, dan hal ini semakin memperkuat komitmennya sebagai seorang ayah.

Meskipun menghadapi tantangan baru, Al Ghazali tampak siap dan antusias menyambut peran barunya. Ia dan Alyssa berkomitmen untuk menjadi orang tua yang hadir sepenuhnya bagi Soleil, memberikan cinta, perhatian, dan bimbingan yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak mereka. Pengalaman ini diharapkan akan menjadi babak baru yang penuh kebahagiaan dan pembelajaran bagi keluarga kecil mereka. Al Ghazali menyadari bahwa menjadi orang tua adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan cinta yang tak terbatas.

Kisah Al Ghazali dan Alyssa ini menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda yang baru memulai keluarga. Komitmen mereka untuk terlibat langsung dalam pengasuhan anak, meskipun memiliki kesibukan masing-masing, menunjukkan betapa pentingnya ikatan keluarga yang kuat. Keputusan untuk tidak menggunakan babysitter secara penuh mencerminkan keinginan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang, di mana orang tua menjadi pilar utama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Lebih jauh lagi, Al Ghazali juga terbuka mengenai perasaan pribadi dan tantangan yang dihadapinya. Ia tidak ragu untuk mengakui bahwa terkadang ia masih merasa terkejut dan tak percaya dengan realitas baru ini. Namun, di balik rasa tak percaya itu, tersimpan kebahagiaan yang mendalam dan rasa syukur atas kehadiran buah hati mereka. Pengalaman ini tidak hanya membentuknya sebagai seorang ayah, tetapi juga sebagai individu yang semakin dewasa dalam menghadapi tanggung jawab kehidupan.

Kehadiran Soleil Zephora Ghazali tidak hanya membawa kebahagiaan bagi Al Ghazali dan Alyssa, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kelanjutan generasi. Kisah mereka yang dibagikan kepada publik memberikan gambaran yang jujur dan relatable tentang suka duka menjadi orang tua baru, serta nilai-nilai penting dalam membangun keluarga. Semangat Al Ghazali untuk tetap bekerja sambil memprioritaskan keluarga, serta komitmen Alyssa dalam pengasuhan langsung, menjadi contoh positif yang patut diapresiasi.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang figur publik, Al Ghazali dan Alyssa menunjukkan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama. Mereka berupaya keras untuk menciptakan keseimbangan yang sehat antara kehidupan pribadi dan profesional, sebuah tantangan yang dihadapi banyak orang tua di era modern ini. Keputusan mereka untuk fokus pada bonding dengan Soleil tanpa terlalu bergantung pada bantuan eksternal adalah bukti nyata dari dedikasi mereka sebagai orang tua. Ini adalah sebuah komitmen yang memerlukan pengorbanan, namun imbalannya adalah ikatan keluarga yang tak ternilai harganya.

Dengan kelahiran Soleil, Al Ghazali dan Alyssa kini memulai sebuah perjalanan baru yang penuh dengan petualangan dan pembelajaran. Mereka siap menghadapi segala tantangan yang mungkin muncul, dengan cinta dan dukungan satu sama lain sebagai landasan utama. Kisah mereka adalah pengingat bahwa menjadi orang tua adalah sebuah anugerah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalani dengan sepenuh hati.