0

Denada Terpuruk karena Hujatan, Kini Mulai Bangkit dengan Cerita Baru

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Penyanyi Denada Lambang Dea, yang akrab disapa Denada, akhirnya membuka diri mengenai masa-masa terkelam dalam hidupnya. Setelah menjadi sorotan publik dan menerima berbagai hujatan, ia kini perlahan bangkit, menemukan kembali kekuatan diri melalui dukungan orang-orang terkasih. Publik sempat menyoroti Denada karena dianggap menelantarkan putranya, Ressa Rizky Rossano, sebuah tudingan yang sangat menyakitkan baginya. Namun, di balik cobaan tersebut, terjalin justru ikatan yang semakin kuat antara ibu dan anak. Kini, Denada tidak hanya fokus pada pemulihan hubungan personal, tetapi juga telah kembali aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk kelas zumba yang menjadi bagian dari rutinitas olahraganya.

Denada menceritakan bagaimana ia sempat berada di titik terendah, sebuah periode yang diakuinya diwarnai dengan tangisan yang tiada henti selama berbulan-bulan. Setiap kali ia memanjatkan doa, air mata selalu mengalir deras. Ia teringat akan didikan sang ibu yang mengajarkannya untuk tidak pernah memprotes atau mempertanyakan kehendak Tuhan. "Aku pada saat kejadian itu ya berbulan-bulan tuh ya aku hampir nggak berhenti nangis. Nangis terus setiap aku sujud gitu berdoa gitu sama Allah gitu ya aku nangis terus. Aku kan diajarin sama Mama gak boleh pernah protes, gak boleh pernah mempertanyakan kepada Allah, ‘Kenapa kok begini?’ Gak pernah, itu didikan Mama," ungkap Denada dengan nada pilu saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

Di tengah jurang kesedihan yang mendalam, Denada memilih untuk menemukan sumber kekuatan dalam rasa syukur. Ia bersyukur atas kehadiran pertolongan Tuhan yang hadir melalui orang-orang terdekatnya. "Jadi pada saat aku nangis aku bilang sama Allah aku sampaikan kepada Allah bahwa terima kasih Engkau telah kirimkan pertolongan-pertolongan untuk hamba di masa-masa yang buat hamba jalani itu sulit sekali, berat. Tapi Engkau kirimkan pertolongan-pertolongan untuk meringankan, untuk menolong hamba," tuturnya. Ia menambahkan bahwa pertolongan itu seringkali datang dalam bentuk kehadiran sahabat-sahabat yang setia mendampinginya.

Denada menjelaskan lebih lanjut bagaimana sahabat-sahabatnya menjadi jangkar di tengah badai kehidupannya. Mereka hadir untuk menghibur, menggenggam tangannya, meringankan beban, dan membantu dalam berbagai urusan. "Dan salah satunya Engkau kirimkan melalui sahabat-sahabat hamba yang mereka datang di sebelah hamba menghibur hamba, memegang tangan hamba, memudahkan urusan hamba dan membantu hamba. Dan aku selalu bilang sama ya Allah jadikan semua kebaikan yang diberikan oleh sahabat-sahabat hamba ini sebagai perhitungan amal ibadah mereka dunia wal akhirat," ujar Denada dengan penuh haru.

Beberapa nama sahabat yang disebut Denada sebagai pilar dukungannya antara lain Risna, Karos, J-Flo, Caren, dan Irfan. Ia mengungkapkan bahwa tanpa kehadiran mereka, ia tidak yakin bisa melewati masa-masa sulit tersebut. Perasaan kesepian yang mungkin menyelimuti tanpa kehadiran keluarga inti, seperti orang tua, terasa begitu berat. "Gak ada Mama, gak ada Papa itu sendiri gitu rasanya banget. Dan kekuatan itu ditemukan di mana-mana tentunya dari Allah itu udah pasti, tapi kehadiran sahabat-sahabat itu aku suka bilang, ‘Duh kalau gak ada ini nih gak ada sahabat-sahabat gak tahu deh gimana kemarin bisa melalui semua,’" kata Denada.

Lebih dalam lagi, Denada mengungkapkan betapa besar peran sahabat dalam mendengarkan segala keluh kesahnya, bahkan hingga larut malam. Ia merasa terharu melihat para sahabatnya rela meluangkan waktu demi mendengarkan cerita, bahkan tangisan dirinya. Dedikasi mereka dalam menemani Denada sungguh luar biasa.

Puncak dari dukungan yang ia terima terlihat dari kebiasaan makan Denada. Ia mengaku sempat enggan makan jika tidak ditemani oleh sahabat-sahabatnya. Kehadiran mereka di sampingnya saat makan menjadi sebuah keharusan. "Aku sempat sekian lama tuh mau makan itu hanya mau makan kalau ditemenin. Jadi emang mesti ada teman-teman gitu mereka duduk bareng-bareng baru, ‘Ayo makan ayo makan,’ baru aku mau makan. Kalau gak tuh sampai gak mau makan gitu dan ini mereka-mereka ini yang sampai lewat-lewat jam 12 malam," pungkas Denada, menunjukkan betapa dalamnya ikatan emosional yang ia miliki dengan para sahabatnya. Perjuangan Denada ini menjadi bukti bahwa kekuatan persahabatan dan dukungan sosial dapat menjadi sumber penyembuhan yang luar biasa, membantunya bangkit dari keterpurukan dan merajut kembali kehidupannya dengan harapan baru. Ia kini fokus pada pemulihan diri, mempererat hubungan dengan putranya, dan merangkul kembali kehidupannya dengan semangat yang lebih kuat, didukung oleh lingkaran pertemanan yang solid. Cerita Denada ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin sedang menghadapi masa sulit, menunjukkan bahwa tidak ada badai yang tidak berlalu, terutama jika kita memiliki orang-orang yang peduli di sisi kita. Ia kini aktif kembali dalam dunia hiburan, memancarkan energi positif dan menunjukkan bahwa masa lalu yang kelam tidak harus mendefinisikan masa depan.