0

Dulu Sahabat, Kini Jauh: Bill Gates & Warren Buffett dan Kisah Kupon McD

Share

Jakarta – Kisah persahabatan antara dua ikon dunia, Bill Gates dan Warren Buffett, adalah legenda yang tak hanya memukau dengan kekayaan mereka yang luar biasa, tetapi juga dengan nilai-nilai unik yang mereka junjung. Namun, seiring berjalannya waktu dan terungkapnya beberapa insiden, terutama terkait dengan Jeffrey Epstein, hubungan yang dulunya erat itu kini merenggang, meninggalkan kenangan manis yang kini terasa getir. Salah satu kenangan paling berkesan adalah momen sederhana di sebuah gerai McDonald’s di Hong Kong, yang kini menjadi simbol dari era keemasan persahabatan mereka.

Sebelum badai skandal Jeffrey Epstein mengguncang hubungan Bill Gates dan Melinda French Gates, serta memengaruhi reputasi Gates secara keseluruhan, ada banyak kisah inspiratif dan lucu yang menggambarkan kedekatan antara co-founder Microsoft dan Oracle of Omaha tersebut. Salah satu kisah yang paling sering diceritakan adalah momen ketika Warren Buffett, sang investor legendaris, mentraktir Bill Gates makan siang di McDonald’s Hong Kong. Kisah ini tidak hanya menarik karena melibatkan dua orang terkaya di dunia yang memilih makanan cepat saji, tetapi juga karena sentuhan unik yang diberikan oleh Buffett.

Dalam sebuah surat yang ia tulis kepada Buffett pada tahun 2017, Bill Gates dengan lugas menceritakan kembali momen kocak tersebut. Dengan nada yang penuh nostalgia dan tawa, Gates menuliskan, "Ingat tawa kita saat bepergian bersama ke Hong Kong dan memutuskan untuk makan siang di McDonald’s? Kamu menawarkan untuk membayar, merogoh sakumu, dan mengeluarkan…kupon!" Detail kecil ini, dari seorang pria yang kekayaannya bisa membeli seluruh jaringan McDonald’s berkali-kali lipat, adalah inti dari karakter Warren Buffett yang sangat dikagumi. Ini bukan sekadar tindakan hemat, melainkan sebuah filosofi hidup yang menolak kemewahan yang tidak perlu, bahkan dalam hal-hal kecil.

Momen tersebut, di mana seorang miliarder kelas dunia dengan santai mengeluarkan kupon diskon untuk membayar makanan di McDonald’s, menjadi perbincangan hangat dan sebuah anekdot yang sering diulang untuk menggambarkan Warren Buffett. Melansir Benzinga, hal ini memang sangat menarik perhatian publik. Warren Buffett secara konsisten masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Per April 2024, Buffett diperkirakan memiliki kekayaan bersih mencapai sekitar USD 130-135 miliar (sekitar Rp 2.100 hingga 2.200 triliun, dengan kurs Rp 16.000 per USD). Dengan jumlah kekayaan yang fantastis ini, penggunaan kupon untuk makan siang terasa seperti ironi yang indah dan sangat khas Buffett.

Namun, kisah McDonald’s mereka tidak berhenti di situ. Yang makin seru lagi, faktanya, Bill Gates dan Warren Buffett ternyata sama-sama memegang salah satu ‘Kartu Emas’ McDonald’s yang ultra-eksklusif. Kartu ini memungkinkan pemiliknya untuk makan gratis di McDonald’s. Ada beberapa perbedaan signifikan terkait kartu mereka. Kartu Emas milik Bill Gates dapat digunakan di McDonald’s mana pun di seluruh dunia, memberinya akses tak terbatas ke menu cepat saji favoritnya di berbagai belahan bumi. Sementara itu, kartu Emas milik Buffett hanya dapat dia gunakan di Omaha, Nebraska, kota kelahirannya dan pusat operasional Berkshire Hathaway.

Pada tahun 2007, Buffett pernah memamerkan Kartu McGold miliknya kepada CNBC, menjelaskan keistimewaan kartu tersebut. "Hanya ada beberapa di antaranya. Bill Gates punya satu. Kartunya bisa dipakai di seluruh dunia, kalau tidak salah. Kartuku hanya bisa di Omaha, tetapi aku tidak pernah meninggalkan Omaha, jadi kartuku sama bagusnya dengan miliknya," ujarnya dengan nada humor khasnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa Buffett selalu menemukan cara untuk melihat sisi positif dan praktis dari setiap situasi, bahkan dengan sedikit lelucon tentang preferensi geografisnya. Keberadaan kartu ini, di samping insiden kupon, semakin menyoroti kepribadian Buffett yang kompleks: ia bisa menggunakan kupon, namun juga memiliki akses ke makanan gratis tanpa batas di tempat yang sama. Ini bukan tentang kemampuan finansial, melainkan tentang kebiasaan dan prinsip.

Meskipun terlihat ‘hemat’ atau bahkan ‘pelit’ karena membayar McD pakai kupon, pandangan tersebut jauh dari kebenaran jika melihat gambaran besar kehidupan Warren Buffett. Tindakan hematnya tidak didasari oleh keserakahan, melainkan oleh kebiasaan dan disiplin yang telah tertanam dalam dirinya. Lebih dari sekadar miliarder, Buffett adalah seorang filantropis besar. Bill & Melinda Gates Foundation adalah penerima janji seumur hidup Buffett untuk menyumbangkan 99% kekayaannya. Bersama-sama, Bill Gates dan Warren Buffett telah menyumbangkan lebih dari USD 100 miliar untuk berbagai upaya kesehatan global, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Ini adalah jumlah yang luar biasa, menunjukkan bahwa prioritas mereka bukanlah akumulasi kekayaan pribadi, melainkan dampaknya bagi kemanusiaan.

Frugalitas Buffett adalah sebuah kebiasaan yang konsisten. Ia terkenal memulai harinya dengan sarapan McDonald’s, dan pilihannya bahkan ditentukan oleh kinerja pasar saham. Ia akan memilih antara sandwich bacon seharga USD 3,17 (sekitar Rp 54.000-an) atau patty sosis seharga USD 2,61 (sekitar Rp 44.000-an), tergantung pada bagaimana pasar saham saat itu. Apabila Dow Jones mengalami penurunan, ia akan memilih makanan yang lebih murah. Kedisiplinan semacam ini, di mana keputusan sarapan seorang miliarder dipengaruhi oleh fluktuasi pasar, adalah cerminan dari pola pikir investasi nilai yang ia anut: setiap sen memiliki nilai, dan pengeluaran harus dipertimbangkan dengan cermat.

Namun, di balik semua kenangan manis dan kisah inspiratif ini, awan gelap mulai menyelimuti persahabatan legendaris Bill Gates dan Warren Buffett. Frasa "Dulu Sahabat, Kini Jauh" merujuk pada perubahan drastis dalam hubungan mereka, yang sebagian besar dipicu oleh terungkapnya keterlibatan Bill Gates dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seks yang dihukum. Hubungan Gates dengan Epstein menjadi sorotan tajam setelah kematian Epstein dan perceraian Bill Gates dengan Melinda French Gates pada tahun 2021.

Melinda French Gates secara terbuka menyatakan ketidaknyamanannya dan kekhawatirannya terhadap hubungan Bill dengan Epstein. Laporan-laporan mengindikasikan bahwa pertemuan Gates dengan Epstein, bahkan setelah Epstein dihukum, adalah salah satu faktor pemicu keretakan dalam pernikahannya. Skandal ini tidak hanya memengaruhi kehidupan pribadi Bill Gates, tetapi juga citra publiknya dan, secara tidak langsung, hubungannya dengan para mitranya, termasuk Warren Buffett.

Warren Buffett, yang dikenal dengan integritasnya dan etika bisnis yang ketat, adalah salah satu sosok yang sangat menghargai moralitas. Meskipun Buffett tidak pernah secara eksplisit mengomentari hubungan Gates dengan Epstein, implikasi dari skandal tersebut terhadap yayasan filantropi mereka dan reputasi para pemimpinnya tidak dapat diabaikan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan mungkin juga karena tekanan dari berbagai pihak, Bill Gates kemudian mengundurkan diri dari dewan direksi Microsoft dan Berkshire Hathaway pada tahun 2020, sebelum perceraiannya diumumkan. Pengunduran diri dari Berkshire Hathaway, perusahaan yang dipimpin oleh Warren Buffett, secara luas diinterpretasikan sebagai langkah untuk menjauhkan Buffett dan perusahaannya dari kontroversi yang melanda Gates.

Peristiwa ini secara efektif mengakhiri era persahabatan yang erat dan kemitraan filantropi yang sangat produktif antara Gates dan Buffett. Hubungan yang dulunya diwarnai oleh tawa di McDonald’s dan visi bersama untuk mengubah dunia, kini digantikan oleh jarak dan kerenggangan. Kisah kupon McD, yang dulunya adalah simbol dari kesederhanaan dan keunikan Buffett yang mengikat dua sahabat, kini menjadi pengingat pahit akan sebuah masa lalu yang mungkin tidak akan terulang lagi.

Legasi Bill Gates dan Warren Buffett akan selalu dikenang bukan hanya karena inovasi dan investasi mereka, tetapi juga karena filosofi hidup dan filantropi mereka. Namun, kisah persahabatan mereka, dari tawa di Hong Kong hingga kerenggangan karena skandal, menjadi pelajaran bahwa bahkan hubungan paling kuat pun dapat diuji dan berubah oleh peristiwa tak terduga. McDonald’s Hong Kong dan kupon sederhana itu akan tetap menjadi penanda sebuah era, ketika dua raksasa dunia bisa duduk bersama, berbagi tawa, dan menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan, sebelum bayangan gelap menghampiri dan mengubah segalanya.

(ask/afr)