0

Penjualan Mobil Listrik Maret 2026 Anjlok, BYD Atto 1 Merosot Tajam, Namun Ada Pengecualian Mengejutkan di Segmen Lain

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Penjualan mobil listrik di Indonesia pada bulan Maret 2026 dilaporkan mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Februari 2026. Fenomena ini terlihat jelas pada salah satu model yang sebelumnya mendominasi pasar, BYD Atto 1, yang penjualannya merosot drastis dari ribuan unit menjadi hanya ratusan unit. Data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total penjualan mobil listrik pada bulan Maret 2026 mencapai 10.572 unit. Angka ini merupakan penurunan sebesar 14,15 persen jika dibandingkan dengan rekor 12.314 unit yang tercatat pada bulan Februari 2026.

Penurunan paling mencolok terlihat pada BYD Atto 1. Model hatchback listrik yang sebelumnya menjadi tulang punggung penjualan BYD, dengan angka distribusi yang rutin menembus ribuan unit setiap bulannya, kini hanya mampu mencatatkan pengiriman sebanyak 672 unit pada bulan Maret 2026. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan performanya di bulan Februari yang mencapai 3.700 unit, dan bahkan di bulan Januari 2026 yang membukukan 3.361 unit. Penurunan tajam ini tentu menjadi perhatian serius bagi BYD dan industri otomotif listrik secara umum, menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan merosotnya popularitas model ini.

Meskipun segmen mobil listrik hatchback seperti BYD Atto 1 mengalami penurunan, menariknya, segmen mobil listrik Multi-Purpose Vehicle (MPV) 7-seater justru menunjukkan tren kenaikan yang menggembirakan. Salah satu contohnya adalah BYD M6. Model MPV listrik ini mencatatkan total pengiriman sebanyak 976 unit pada bulan Maret 2026, sebuah peningkatan yang signifikan dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 523 unit. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa ada pergeseran preferensi konsumen atau adanya daya tarik baru pada segmen MPV listrik yang lebih fungsional dan berkapasitas lebih besar.

Lebih lanjut, BYD berhasil menempatkan salah satu modelnya sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia pada bulan Maret 2026, yaitu BYD Sealion 07. Model ini berhasil terdistribusi sebanyak 1.236 unit, menunjukkan performa yang kuat dan mampu mengisi celah pasar yang mungkin ditinggalkan oleh model lain atau menarik konsumen baru. Keberhasilan BYD Sealion 07 ini menjadi bukti bahwa BYD memiliki portofolio produk yang beragam dan mampu bersaing di berbagai segmen pasar mobil listrik.

Selain BYD Sealion 07, sub-brand BYD, Denza, juga menunjukkan pertumbuhan positif. Model MPV pintu geser dari Denza, yang merupakan salah satu lini flagship BYD, mencatatkan distribusi sebanyak 455 unit pada bulan Maret 2026. Angka ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang hanya menyentuh 270 unit. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen mulai melirik segmen mobil listrik premium dengan fitur dan kenyamanan yang lebih baik, yang ditawarkan oleh Denza.

Di sisi lain, merek otomotif Tiongkok lainnya, Geely, secara diam-diam berhasil menarik perhatian pasar Indonesia dengan model Geely EX2. Mobil listrik ini mencatatkan distribusi yang cukup impresif, yaitu sebanyak 949 unit. Meskipun bukan yang terlaris, angka ini menunjukkan bahwa Geely EX2 memiliki daya tarik tersendiri di pasar Indonesia dan mampu bersaing dengan pemain yang sudah lebih mapan.

Namun, kejutan terbesar datang dari Jaecoo J5. SUV listrik ini secara mengejutkan menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia pada bulan Maret 2026, dengan total distribusi mencapai 2.959 unit. Angka ini hanya mengalami kenaikan tipis dari bulan Februari yang tercatat sebanyak 2.926 unit. Keberhasilan Jaecoo J5 ini menyoroti semakin meningkatnya permintaan terhadap SUV listrik di pasar Indonesia, serta kemampuan Jaecoo dalam menawarkan produk yang sesuai dengan selera konsumen lokal.

Meskipun ada penurunan pada bulan Maret, secara keseluruhan, pasar mobil listrik di Indonesia masih menunjukkan tren positif sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Total penjualan mobil listrik dari Januari hingga Maret 2026 telah terdistribusi sebanyak 33.150 unit. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 95,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap mobil listrik terus bertumbuh secara eksponensial, meskipun ada fluktuasi bulanan.

Jika dibandingkan dengan penjualan nasional secara wholesales untuk semua jenis kendaraan pada periode kuartal pertama tahun 2026, totalnya mencapai 209.021 unit. Angka ini menunjukkan bahwa mobil listrik, meskipun masih merupakan bagian yang lebih kecil dari total pasar, terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan berpotensi menjadi pemain utama di masa depan.

Menanggapi penurunan penjualan pada bulan Maret, Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, memberikan penjelasan yang logis. Menurutnya, bulan Maret merupakan bulan yang sangat singkat secara operasional. Adanya libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama yang jatuh pada bulan Maret 2026 menyebabkan jumlah hari kerja aktif di pabrik dan proses pengiriman ke dealer menjadi berkurang drastis. Hal ini secara langsung berdampak pada angka penjualan yang tercatat. "Ada penurunan dibanding bulan Februari 2026 mengingat ada libur Hari Raya Idul Fitri di bulan Maret 2026," ujar Jongkie D Sugiarto saat dihubungi detikOto pada Jumat, 11 April 2026.

Penjelasan ini memperkuat pandangan bahwa penurunan yang terjadi pada bulan Maret lebih bersifat musiman dan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti hari libur, bukan karena hilangnya minat konsumen terhadap mobil listrik secara umum. Dengan demikian, proyeksi pertumbuhan positif untuk pasar mobil listrik di Indonesia sepanjang tahun 2026 kemungkinan besar akan tetap terjaga.

Berikut adalah daftar lengkap mobil listrik terlaris di Indonesia pada bulan Maret 2026 berdasarkan data wholesales Gaikindo:

  1. Jaecoo J5: 2.959 unit. SUV listrik ini memimpin pasar dengan angka penjualan yang solid, menunjukkan popularitasnya di kalangan konsumen Indonesia.
  2. BYD Sealion 07: 1.236 unit. Model ini menjadi penantang kuat dan berhasil menduduki peringkat kedua, mengukuhkan dominasi BYD di beberapa segmen.
  3. BYD M6: 976 unit. MPV 7-seater listrik ini menunjukkan performa yang impresif dengan kenaikan penjualan yang signifikan, membuktikan daya tariknya di segmen keluarga.
  4. Geely EX2: 949 unit. Model hatchback ini berhasil menarik perhatian pasar dengan angka penjualan yang cukup baik, mengindikasikan potensi Geely di Indonesia.
  5. BYD Atto 1: 672 unit. Meskipun mengalami penurunan drastis, model ini masih mampu masuk dalam daftar 10 besar terlaris, menunjukkan bahwa permintaan dasarnya masih ada, meskipun ada faktor-faktor yang menekan penjualannya.
  6. Denza D9: 455 unit. MPV mewah ini menunjukkan pertumbuhan positif, mengisyaratkan bahwa segmen mobil listrik premium mulai mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia.
  7. Wuling Darion EV: 301 unit. Model city car listrik dari Wuling ini terus menunjukkan kehadirannya di pasar, meskipun tidak segemerlap model-model baru lainnya.
  8. VinFast VF3: 258 unit. Merek baru asal Vietnam ini mulai mendapatkan pijakan di pasar Indonesia dengan model VF3 yang kompak.
  9. AION UT: 242 unit. Model dari GAC AION ini juga berhasil masuk dalam daftar 10 besar, menunjukkan persaingan yang semakin ketat di segmen mobil listrik.
  10. AION V: 238 unit. Bersama dengan AION UT, AION V juga menunjukkan performa yang cukup baik, mengukuhkan kehadiran GAC AION di pasar Indonesia.

Analisis data ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dinamika pasar mobil listrik di Indonesia pada bulan Maret 2026. Meskipun ada penurunan bulanan yang disebabkan oleh faktor musiman, tren jangka panjang tetap positif, dengan munculnya pemain baru dan pergeseran preferensi konsumen antar segmen. Perlu dicatat bahwa angka-angka ini adalah data wholesales, yang mencerminkan pengiriman dari pabrik ke dealer, dan angka penjualan ritel atau kepada konsumen akhir mungkin sedikit berbeda. Namun, data wholesales ini merupakan indikator utama yang paling akurat untuk mengukur tren pasar secara keseluruhan. Perlu juga diperhatikan bahwa tahun 2026 masih sangat awal dalam kalender penjualan, dan tren sepanjang tahun akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja setiap merek dan model mobil listrik.