0

Peneguhan Arah Strategis Pendidikan Rifa’iyah melalui Peluncuran Kurikulum Diniah dan TPQ

Share

Peluncuran Kurikulum Madrasah Diniah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) oleh Pimpinan Pusat Rifa’iyah pada 12 April 2026 di Gedung Pusat Rifa’iyah, Batang, menandai babak baru dalam standarisasi pendidikan keagamaan di lingkungan organisasi. Momentum bersejarah ini diselenggarakan beriringan dengan agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ummahatur Rifa’iyah (UMRI) 2026, sebuah forum besar yang mempertemukan elemen penggerak organisasi dalam semangat konsolidasi dan penguatan visi pendidikan masa depan.

Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni, melainkan realisasi konkret dari amanat organisasi yang telah dirumuskan secara mendalam. Landasan operasional kurikulum ini berpijak pada keputusan Muktamar X Rifa’iyah dan Muktamar UMRI V yang dihelat pada 22–24 September 2023, serta dipertegas kembali melalui forum Mukernas Pimpinan Pusat Rifa’iyah pada 27–28 April 2024. Dengan legitimasi organisatoris yang kuat, program ini kini resmi menjadi bagian dari cetak biru rencana strategis nasional di tingkat pusat.

Penyusunan kurikulum ini merupakan hasil sinergi lintas sektoral yang melibatkan Pimpinan Pusat Rifa’iyah, UMRI, serta dukungan teknis dari AMRI. Secara operasional, mandat pengembangan kurikulum diberikan kepada Biro Pendidikan dan Biro Dakwah. Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh K. M. Syafi Al Muarrof, S.Fil., M.A., sementara pendampingan serta bimbingan teknis dijalankan di bawah komando Kyai Nur Farid, S.Sos., M.Pd. Tata kelola yang terstruktur ini mencerminkan profesionalisme organisasi dalam mengelola isu-isu krusial terkait pendidikan umat.

Peneguhan Arah Strategis Pendidikan Rifa’iyah melalui Peluncuran Kurikulum Diniah dan TPQ

Secara substantif, lahirnya kurikulum ini adalah respons atas aspirasi yang tumbuh dari akar rumput. Berbagai Pimpinan Daerah Rifa’iyah telah lama mendambakan adanya standar metodologi serta acuan kurikulum formal yang seragam dalam penyelenggaraan Madrasah Diniah dan TPQ. Kebutuhan akan standarisasi ini dipandang sangat mendesak demi menjamin kualitas pendidikan yang lebih sistematis, terukur, dan memiliki daya saing, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan agama tidak lagi berjalan secara parsial di tiap daerah.

Untuk tahap awal, kurikulum ini difokuskan pada materi ushul fiqih dan tasawuf yang disusun secara bertahap untuk jenjang Ula kelas 1 hingga kelas 4. Sementara itu, untuk jenjang Wustha dan Ulya, saat ini sedang dalam proses penggodokan mendalam oleh tim ahli. Pemilihan materi tersebut bukan tanpa alasan; Rifa’iyah berkomitmen kuat membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual (ilmu) dan kedalaman spiritual (akhlak). Pendidikan dalam perspektif Rifa’iyah bukan sekadar tentang penguasaan teks, tetapi lebih pada pembentukan kepribadian santri yang berkarakter, berbudi luhur, dan berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran organisasi.

Dalam pelaksanaannya, UMRI ditetapkan sebagai motor penggerak utama di lapangan. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas peran vital perempuan dalam ekosistem pendidikan. Perempuan, melalui UMRI, dianggap sebagai garda terdepan dalam membina generasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan pelibatan UMRI, diharapkan implementasi kurikulum ini akan lebih masif, efektif, dan berkelanjutan, mengingat UMRI memiliki jaringan akar rumput yang sangat kuat.

Peneguhan Arah Strategis Pendidikan Rifa’iyah melalui Peluncuran Kurikulum Diniah dan TPQ

Sikap bijaksana ditunjukkan oleh Pimpinan Pusat Rifa’iyah dengan tidak menerapkan kebijakan ini secara kaku atau memaksakan keseragaman mutlak. Lembaga pendidikan atau daerah yang telah memiliki kurikulum mandiri dengan standar yang baik tetap diberikan ruang untuk meneruskan praktiknya. Kurikulum nasional ini hadir sebagai referensi dan pedoman utama, namun tetap menghormati kearifan lokal serta dinamika pendidikan yang telah berkembang di masing-masing wilayah. Ini menunjukkan fleksibilitas organisasi dalam menjaga harmoni sekaligus meningkatkan kualitas secara inklusif.

Proses penyusunan kurikulum ini melibatkan proses intelektual yang panjang dan komprehensif. Tim yang terlibat terdiri dari para pakar, ulama, dan praktisi pendidikan yang memiliki kompetensi tinggi. Jajaran pentashih yang terdiri dari Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, M.Ag., KH. Afief Afadhol, dan Dewan Syuro PP Rifa’iyah memastikan validitas keilmuan setiap materi yang disusun. Tim redaksi yang terdiri dari Kyai Nur Farid, S.Sos., M.Pd., Gus M. Syafi Al Muarrof, S.Fil., MA., Dr. Rosikin, M.Ag., Hakimudin, S.Pd., M.Si., Gus Muhammad Fahdi, S.H., M.Kn., Latif Qomarudin, S.Fil., M. Sukahar, S.Pd., dan Nur Azim, S.Pd.I., bekerja keras memastikan relevansi metodologis kurikulum tersebut. Selain itu, aspek logistik ditangani oleh Mukhafidzin, S.T., dan Ahmad Ibrahim, M.B.A., sementara aspek koordinasi kegiatan dipimpin langsung oleh Ny. Hj. Evi Khusniayatul Kholisoh, AH, Ny. Hj Tri Mas’udah, dan Nikma Lailatul Qodar, S.Sn., M.Pd. dari PP Ummahatur Rifa’iyah.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendidikan Rifa’iyah dikelola dengan manajemen yang akuntabel dan berbasis pada riset. Koordinasi yang dilakukan di kediaman Ketua PP Rifa’iyah pada 13 November 2024 menjadi bukti nyata keseriusan tim dalam merumuskan naskah kurikulum yang solutif bagi kebutuhan umat.

Peneguhan Arah Strategis Pendidikan Rifa’iyah melalui Peluncuran Kurikulum Diniah dan TPQ

Peluncuran ini hanyalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang pembenahan sistem pendidikan Rifa’iyah. Tantangan di masa depan tentu tidak mudah; keberhasilan kurikulum ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan, efektivitas koordinasi antar jenjang organisasi, serta komitmen penuh dari seluruh pendidik di Madrasah Diniah dan TPQ seluruh Indonesia.

Dengan fondasi yang telah diletakkan secara matang, kurikulum ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Rifa’iyah ingin memastikan bahwa setiap santri tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akar spiritual yang kuat dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Harapannya, melalui kurikulum yang terstandardisasi ini, akan lahir generasi Rifa’iyah yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi, yang mampu menjaga marwah organisasi sekaligus berkontribusi positif bagi kemajuan umat dan bangsa.

Ke depan, Pimpinan Pusat Rifa’iyah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi kurikulum ini. Proses adaptasi dan penyempurnaan akan terus dilakukan seiring dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan agama di era digital. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan kolektif, pendidikan Rifa’iyah optimis akan melangkah lebih jauh dalam mencetak kader-kader masa depan yang tangguh, moderat, dan berintegritas.

Peneguhan Arah Strategis Pendidikan Rifa’iyah melalui Peluncuran Kurikulum Diniah dan TPQ

Baca juga: Ketua PP Rifa’iyah: Silatnas Ummahatur Rifa’iyah 2026 dan Launching Kurikulum Jadi Langkah Strategis Pendidikan


Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali