Pengurus Daerah (PD) Rifa’iyah Temanggung bersama jajaran panitia Organising Committee (OC) Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) V melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis dengan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Rifa’iyah Jawa Tengah, K.H. Isrofi Makfud, di Batang, pada Ahad malam (29/3). Pertemuan yang berlangsung hangat di tengah suasana Syawal ini menjadi titik balik penting dalam persiapan pelaksanaan Muskerwil V yang akan dihelat di Kabupaten Temanggung. Rombongan PD Rifa’iyah Temanggung yang dipimpin langsung oleh Ketua PD, K. Shobikun, didampingi Ketua OC Muskerwil V, Ustaz Amin Ridhoi, serta beberapa pengurus harian lainnya, hadir dengan membawa misi utama: melaporkan perkembangan persiapan teknis sekaligus memohon arahan serta bimbingan dari jajaran PW Rifa’iyah Jawa Tengah.

K. Shobikun dalam penyampaiannya menekankan bahwa semangat jemaah di Temanggung sangatlah besar untuk menyukseskan perhelatan tingkat provinsi ini. Namun, ia menyadari bahwa pengalaman dalam mengelola event besar memerlukan supervisi dan masukan dari pengurus wilayah agar setiap tahapan berjalan sesuai dengan koridor organisasi. "Selain silaturahmi sebagai tradisi Syawal, kami datang untuk memohon bimbingan. Kami memiliki semangat juang yang tinggi dan sumber daya manusia yang siap bergerak, namun kami membutuhkan arahan serta pengalaman dari PW agar pelaksanaan Muskerwil V ini tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga berkesan secara organisasi," ujar K. Shobikun.
Persoalan krusial yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah mengenai kepastian lokasi acara. Ketua OC Muskerwil V, Ustaz Amin Ridhoi, memaparkan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi intensif kepada jemaah mengenai penunjukan Temanggung sebagai tuan rumah melalui kegiatan tarawih keliling selama bulan suci Ramadan 1447 H. Namun, tantangan nyata di lapangan muncul terkait ketersediaan gedung yang representatif. Rencana awal untuk menggunakan Pendopo Kabupaten Temanggung terpaksa ditinjau ulang lantaran padatnya agenda kedinasan pemerintah daerah hingga akhir Maret. Sebagai solusinya, panitia kini tengah menjajaki beberapa alternatif lokasi strategis lainnya, seperti Gedung Pemuda, PPSDM Pertanian, Hotel Alyana, hingga gedung serbaguna Graha Bhumi Pahala.

"Kami menyadari bahwa penentuan tempat adalah jantung dari kesuksesan sebuah acara. Kami tidak ingin sekadar mengadakan seremonial, tetapi ingin menciptakan ruang musyawarah yang nyaman bagi para peserta yang hadir dari berbagai daerah. Dalam waktu dekat, kami akan segera melakukan audiensi formal dengan bupati guna memastikan dukungan fasilitas yang memadai," jelas Ustaz Amin Ridhoi. Selain itu, sinkronisasi antara lokasi Muskerwil dengan tempat pelantikan Pengurus Wilayah juga menjadi catatan penting agar efektivitas acara tetap terjaga. Panitia harus memastikan bahwa perpindahan alur acara tidak menimbulkan kendala teknis bagi para peserta maupun tamu undangan yang hadir.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua PW Rifa’iyah Jawa Tengah, K.H. Isrofi Makfud, memberikan dukungan moril dan motivasi kepada seluruh panitia yang hadir. Ia menegaskan bahwa berorganisasi di lingkungan Rifa’iyah adalah bentuk pengabdian yang memiliki nilai ibadah tinggi. Menurutnya, hambatan dalam persiapan adalah hal lumrah yang justru akan menguji soliditas dan keikhlasan pengurus. "Setelah Ramadan yang penuh berkah, kita kembali fokus pada medan perjuangan. Allah SWT pasti akan memberikan jalan keluar bagi mereka yang bergerak dengan niat tulus dan kesungguhan. Dunia ini memang tempatnya berjuang, dan tantangan yang Anda hadapi di Temanggung adalah bagian dari proses pendewasaan organisasi," tutur K.H. Isrofi Makfud dengan penuh bijaksana.

Mengenai lokasi, K.H. Isrofi Makfud memberikan mandat penuh kepada panitia daerah untuk memilih tempat yang paling memungkinkan, dengan catatan harus memenuhi standar kelayakan untuk acara berskala provinsi. Ia mengingatkan agar kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. Setelah diskusi mendalam yang melibatkan masukan dari berbagai pihak, disepakati bahwa pelaksanaan Muskerwil V dan prosesi pelantikan Pengurus Wilayah Jawa Tengah secara resmi dijadwalkan pada Ahad, 26 April 2026. Penundaan jadwal dari rencana awal ini dianggap sebagai langkah taktis untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi panitia dalam mematangkan detail teknis dan memperkuat penggalangan dana kegiatan secara gotong royong.
Penambahan waktu persiapan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jajaran panitia untuk merapikan administrasi, manajemen akomodasi, serta koordinasi lapangan. K.H. Isrofi Makfud menambahkan bahwa persiapan pendanaan yang matang adalah kunci agar beban panitia tidak menumpuk di hari-H. "Dengan waktu yang lebih longgar, mari kita susun rencana yang lebih sistematis. Termasuk dalam hal pendanaan, libatkan seluruh potensi jemaah agar acara ini benar-benar menjadi milik bersama," tambahnya. Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi intensif antara PD Rifa’iyah Temanggung dan PW Rifa’iyah Jawa Tengah.

Turut hadir dalam rombongan delegasi Temanggung, antara lain Sekretaris PD Imron Mujahidin, serta pengurus lainnya seperti Abdul Manan, Budi Utomo, dan M. Dimyatie Asikin. Kehadiran perwakilan panitia wilayah dari Kendal dan Batang, yakni H. Tofa, H. Taufik, dan Ustaz Hanafi, juga menambah soliditas koordinasi tersebut. Semangat kolektif ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang ada, sekaligus menunjukkan bahwa Rifa’iyah adalah organisasi yang dinamis dan terus berkembang. Dengan semangat gotong royong yang digaungkan oleh K.H. Isrofi Makfud, "Marilah kita bersama-sama. Meski hanya bermodal niat dan semangat, jika bukan kita yang bergerak, lalu siapa lagi," menjadi energi baru bagi panitia untuk menyongsong suksesnya Muskerwil V di Temanggung pada bulan April mendatang. Kesuksesan acara ini nantinya diharapkan dapat melahirkan program-program kerja yang inovatif demi kemajuan dakwah Rifa’iyah di seluruh penjuru Jawa Tengah, sekaligus mempererat silaturahmi antarwilayah agar semakin solid dan progresif di masa depan.

