Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa’iyah (PD AMRI) Kabupaten Demak secara resmi menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Baranusa serta Latihan Kader Dasar (LKD) AMRI sebagai langkah strategis dalam penguatan struktur kaderisasi organisasi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu–Ahad, 28–29 Maret 2026, di Gedung Ranting Rifa’iyah Bomo, Desa Getas, Kecamatan Demak ini, menjadi momentum krusial bagi regenerasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Rifa’iyah.
Inisiatif ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan tindak lanjut konkret (RTL) dari Training Fasilitator Pengkaderan (TFK) yang telah dilaksanakan oleh Pengurus Pusat AMRI pada 28 Juni 2025 di Gedung PP Rifa’iyah, Batang. Melalui pelatihan yang intensif ini, PD AMRI Demak berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai moral, ideologi organisasi, serta membentuk embrio kader yang memiliki dedikasi tinggi dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah Rifa’iyah.
Sebanyak 53 peserta hadir memadati arena kegiatan, yang terdiri dari 33 peserta Diklatsar Baranusa dan 20 peserta LKD AMRI. Para kader ini merupakan perwakilan dari berbagai ranting, meliputi Ranting Bomo, Surodadi, Bunderan, hingga delegasi dari wilayah Pati. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam upaya memupuk loyalitas terhadap organisasi.
Acara ini berada di bawah komando langsung Ketua PD AMRI Demak, Ahmad Taufiq, S.Ag., dan dibuka secara resmi oleh Ketua PD Rifa’iyah Demak, Ali Rohmadin. Dalam sambutannya, Ali Rohmadin memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kaderisasi ini. Ia menekankan bahwa keberlangsungan organisasi sangat bergantung pada kualitas kader yang dihasilkan dari proses pendidikan yang terstruktur. Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat setempat dalam pembukaan acara juga memberikan dukungan moral yang signifikan, memperkuat sinergi antara organisasi dengan masyarakat luas.
Mengusung tema besar "Menanam Nilai, Menumbuhkan Loyalitas, Mengokohkan Perjuangan," kegiatan ini menghadirkan tokoh sentral dari tingkat pusat, yakni Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., beserta jajaran pengurus pusat lainnya. Kehadiran pimpinan pusat menjadi magnet tersendiri sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi seluruh peserta.
Sesi materi dalam Diklatsar Baranusa dipandu secara mendalam oleh Komandan Bakornas Baranusa, Rofiq Zainul Usman. Fokus utamanya adalah pembentukan fisik dan mental yang tangguh, serta kesiapsiagaan dalam mengawal program-program dakwah di lapangan. Sementara itu, untuk LKD AMRI, materi disampaikan oleh para pakar dan praktisi organisasi yang berpengalaman, antara lain Nur Faizin (Ketua PP AMRI periode kedua), Ismail, Ali Suyarno, Ali Rahmadin, Abdul Kholiq, serta Ahmad Zahid Ali. Materi-materi tersebut dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman mengenai ideologi ke-Rifa’iyah-an, manajemen organisasi, dan kepemimpinan transformasional.
Dalam keterangannya, Ahmad Taufiq menegaskan bahwa urgensi kegiatan ini terletak pada pembangunan fondasi kaderisasi yang kokoh. "Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keorganisasian, nilai-nilai ke-Rifa’iyah-an, serta nilai-nilai ke-AMRI-an. Lebih dari itu, kami ingin memperkokoh perjuangan dan menjaga komitmen di setiap langkah kader. Nampak sekali semangat kebersamaan yang saling menguatkan di antara para peserta," ujarnya dengan penuh optimisme.

Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras panitia pelaksana. Ahmad Taufiq secara khusus memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang dipimpin oleh M. Abdul Kohar. "Terima kasih atas kebersamaan, kekompakan, fokus, dan kerja keras seluruh panitia. Semoga setiap lelah yang dikerahkan dalam kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua dan menjadi amal jariyah dalam perjuangan dakwah Rifa’iyah," tambahnya.
Selama dua hari, peserta tidak hanya dicekoki dengan teori, tetapi juga dilatih untuk memecahkan masalah organisasi melalui simulasi lapangan dan diskusi interaktif. Hal ini bertujuan agar para kader tidak hanya memahami nilai-nilai secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
Diklatsar Baranusa, sebagai sayap penggerak organisasi, diberikan pelatihan khusus terkait kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai garda terdepan. Sementara itu, LKD AMRI lebih difokuskan pada manajemen kepemimpinan dan strategi dakwah modern yang relevan dengan tantangan zaman. Perpaduan antara kedisiplinan fisik dan kematangan intelektual inilah yang diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang militan.
Setelah rangkaian acara berakhir, diharapkan para kader yang telah lulus dari Diklatsar dan LKD ini mampu menjadi motor penggerak di rantingnya masing-masing. Loyalitas yang telah tertanam diharapkan tidak luntur oleh tantangan eksternal, melainkan justru semakin kuat seiring dengan banyaknya pengabdian yang dilakukan.
PD AMRI Demak berkomitmen untuk terus menjadikan program kaderisasi ini sebagai agenda berkelanjutan. Mengingat kompleksitas tantangan zaman, penguatan basis kader menjadi mutlak diperlukan agar organisasi tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Dengan selesainya kegiatan ini, Kabupaten Demak kini memiliki tambahan energi baru dalam barisan AMRI dan Baranusa. Kader-kader baru ini diharapkan segera berbaur dan bersinergi dengan senior-senior mereka untuk memperluas jangkauan dakwah Rifa’iyah. Semangat yang terpancar dari para peserta selama kegiatan berlangsung menjadi bukti nyata bahwa masa depan perjuangan organisasi berada di tangan generasi yang siap berkorban, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai perjuangan.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi besar bagi keberlanjutan Rifa’iyah di masa depan. Melalui sinergi yang terbangun antara pengurus pusat, daerah, hingga tingkat ranting, AMRI Demak telah menunjukkan kelasnya sebagai salah satu basis kaderisasi yang dinamis dan terarah. Setiap lelah yang dirasakan peserta selama Diklatsar dan LKD, diharapkan berbuah pada kesiapan mereka dalam memikul tanggung jawab dakwah yang lebih besar di masa depan. Semangat "Menanam Nilai, Menumbuhkan Loyalitas, Mengokohkan Perjuangan" kini telah tertanam di dada setiap kader, siap untuk diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Yusril Mahendra

