BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Cremonese berhasil mengakhiri tren negatif mereka di Serie A dengan meraih kemenangan penting 2-0 saat bertandang ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini, Sabtu (21/3/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun, tetapi juga menandai debut yang menjanjikan bagi pelatih baru Marco Giampaolo. Kiper andalan Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, tampil solid dan dipercaya menjadi starter dalam laga krusial ini, membuktikan perannya sebagai benteng pertahanan La Cremo.
Pertandingan Giornata ke-30 Serie A antara Parma melawan Cremonese berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim saling jual beli serangan, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum. Babak pertama berjalan tanpa gol, menyisakan ketegangan bagi para pendukung kedua tim yang berharap tim kesayangan mereka bisa memecah kebuntuan. Parma, yang bermain di kandang sendiri, tentu berambisi untuk memanfaatkan dukungan publik, sementara Cremonese datang dengan misi untuk menghentikan momentum buruk.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Cremonese menunjukkan semangat juang yang lebih tinggi, dan upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Youssef Maleh menjadi pahlawan bagi tim tamu setelah melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola tembakannya memantul sebelum akhirnya bersarang di gawang Parma yang dijaga oleh Zion Suzuki. Gol ini menjadi momentum penting bagi La Cremo, memecah kebuntuan dan memberikan keunggulan 1-0.
Tidak lama berselang, Cremonese berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-68. Kali ini, Jari Vandeputte yang mencatatkan namanya di papan skor. Vandeputte menunjukkan ketenangan dan ketajaman di depan gawang lawan. Ia menerima umpan terobosan cerdas dari Jamie Vardy, yang berhasil menembus pertahanan Parma. Dengan sigap, Vandeputte menaklukkan kiper Zion Suzuki dengan tendangan terarahnya, membawa Cremonese memimpin 2-0. Gol kedua ini semakin memukul mental para pemain Parma dan memberikan kepercayaan diri ekstra bagi skuad Giampaolo.
Di sisa waktu pertandingan, Parma berusaha keras untuk memperkecil ketertinggalan. Mereka mencoba berbagai taktik dan melakukan pergantian pemain untuk mengubah jalannya pertandingan, namun pertahanan solid Cremonese yang dikomandoi oleh Emil Audero Mulyadi tampil gemilang. Audero, dengan refleksnya yang cepat dan kepemimpinannya di bawah mistar gawang, berhasil mementahkan setiap ancaman yang datang. Skor 2-0 untuk kemenangan Cremonese tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini memiliki arti yang sangat besar bagi Cremonese. Ini bukan hanya sekadar tiga poin, tetapi juga mengakhiri catatan kekalahan beruntun yang cukup membebani tim. Terakhir kali La Cremo meraih kemenangan adalah pada 7 Desember 2025, sehingga kemenangan ini menjadi oase di tengah dahaga akan poin penuh. Hasil positif ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen.
Secara klasemen, kemenangan ini membawa Cremonese naik ke posisi 17 dengan mengumpulkan 27 poin. Peningkatan posisi ini sangat krusial dalam upaya mereka untuk menjauh dari zona degradasi. Sementara itu, Parma harus tertahan di urutan ke-12 dengan raihan 34 poin. Meskipun kalah, Parma tetap berada di posisi yang relatif aman, namun kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting bagi tim untuk kembali bangkit di pertandingan selanjutnya.
Keberhasilan Cremonese dalam pertandingan ini juga tidak lepas dari performa apik para pemainnya. Selain gol dari Maleh dan Vandeputte, Jamie Vardy patut diapresiasi atas assist krusialnya. Di lini pertahanan, Emil Audero Mulyadi menunjukkan kapasitasnya sebagai kiper berkualitas. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi lini belakang, dan beberapa penyelamatannya menjadi kunci clean sheet bagi tim. Debut Marco Giampaolo sebagai pelatih juga terbilang sukses, menunjukkan bahwa ia mampu memberikan sentuhan segar dan strategi yang efektif bagi La Cremo.
Dari kubu Parma, kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak. Mereka gagal memanfaatkan status tuan rumah dan harus mengakui keunggulan lawan. Posisi mereka di klasemen yang semula cukup nyaman kini perlu diwaspadai agar tidak tergelincir. Evaluasi mendalam akan dilakukan oleh tim pelatih Parma untuk mengidentifikasi kelemahan dan memperbaiki performa di sisa musim.
Susunan pemain kedua tim dalam pertandingan ini adalah sebagai berikut:
Parma: Zion Suzuki; Alessandro Circati, Mariano Troilo, Lautaro Valenti; Sascha Britschgi, Mandela Keita, Oliver Sorensen, Emanuele Valeri; Jacob Ondrejka, Mateo Pellegrino, Gabriel Strefezza.
Cremonese: Emil Audero Mulyadi; Sebastiano Luperto, Matteo Bianchetti, Filippo Terracciano; Giuseppe Pezzalla, Yossef Maleh, Alberto Grassi, Jari Vandeputte, Alessio Zerbin; Antonio Sanabria, Federico Bonazzoli.
Pertandingan antara Parma dan Cremonese ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, segala sesuatu bisa terjadi. Semangat juang, strategi yang tepat, dan performa individu yang brilian dapat membalikkan keadaan. Kemenangan Cremonese ini menjadi catatan penting dalam perjalanan mereka di Serie A musim ini, memberikan harapan baru untuk menghadapi sisa pertandingan dengan lebih optimis. (bay/rin)

