BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Anthony Sinisuka Ginting, pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang pernah menghuni jajaran elit dunia, kini menatap tantangan baru dengan tekad bulat untuk kembali menembus 20 besar peringkat dunia. Penurunan ranking yang drastis dalam enam bulan terakhir menjadi cambuk baginya untuk bangkit dan mengembalikan performa terbaiknya di arena internasional. "Kalau sekarang memang enggak terlalu berpikiran terlalu jauh tapi pasti target pribadi ada. Saya ingin kembali ke top 20 tahun ini dan itu jadi acuan tujuan saya," ujar Ginting dengan penuh keyakinan, Sabtu (20/3/2026), usai melakoni laga di Orleans Masters 2026.
Tekad kuat tersebut dilontarkan Ginting setelah menelan kekalahan di babak kedua Orleans Masters 2026 dari wakil Taiwan, Chou Tien Chen. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Kamis (19/3) waktu setempat, Ginting takluk dua gim langsung dengan skor 14-21, 10-21. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Ginting, yang mengakui bahwa lawannya mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal. "Secara keseluruhan bisa dibilang pola permainan dari awal sampai selesai, dia yang kontrol semua. Memang masuk ke pola permainan dia semua. Sudah mencoba buat adu semua strategi tapi ya kurang bisa cerdik dalam menyusun strategi yang tepat dan melakukannya. Hari ini Chou bermain lebih baik," ungkapnya dengan jujur.
Pertemuan antara Ginting dan Chou Tien Chen bukanlah hal baru dalam dunia bulu tangkis profesional. Keduanya adalah pemain berpengalaman yang telah belasan kali berhadapan di berbagai turnamen internasional. Hingga pertemuan terbaru di Orleans Masters 2026, rekor pertemuan head-to-head masih memihak Ginting dengan keunggulan 10-7 dari total 17 pertandingan. Namun, fakta bahwa Chou Tien Chen, yang usianya terpaut lebih senior dari Ginting, masih mampu bertahan di jajaran 10 besar dunia menjadi motivasi tersendiri bagi Ginting untuk terus berjuang dan membuktikan bahwa ia masih memiliki potensi besar.
Perjalanan Ginting menuju pemulihan dan kebangkitan tidaklah mulus. Cedera bahu yang dialaminya memaksa ia harus menepi dari lapangan selama kurang lebih enam bulan untuk proses pemulihan. Untuk mengantisipasi penurunan ranking yang signifikan, Ginting bahkan telah melakukan proteksi ranking agar saat kembali bertanding, ia masih bisa menggunakan ranking terakhirnya sebagai patokan. Namun, memasuki pertengahan hingga akhir tahun 2025, performanya belum sepenuhnya stabil. Sejak mengikuti Japan Open pada Juli tahun lalu, Ginting belum pernah berhasil menembus babak perempat final, dengan hasil terbaiknya hanya mencapai babak 16 besar. Kondisi ini berdampak langsung pada ranking dunianya yang terus merosot hingga ke peringkat 76. Memasuki tahun 2026, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo ini mulai menunjukkan grafik peningkatan. Pekan sebelumnya, ia berhasil menembus semifinal Swiss Open, yang merupakan pencapaian terbaiknya di awal tahun 2026, dan membawanya naik ke peringkat 47 dunia.
Kualitas permainan Chou Tien Chen di usianya yang tidak muda lagi menjadi pelajaran berharga bagi Ginting. "Chou dengan usianya sekarang masih ada di level atas menjadi pelajaran juga buat saya bagaimana cara dia jaga badannya. Itu yang juga harus saya terapkan ke diri saya," ujar Ginting. Ia menyadari pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebagai fondasi utama untuk bisa tampil optimal di lapangan. "Saya harus aware dengan kondisi, apa yang mesti dilakukan karena kembali lagi saya percaya kalau badannya sehat pasti bisa bermain dengan baik dan bagus. Maksudnya fokusnya lebih ke strategi di lapangan, tidak terpecah," tambahnya. Ginting menekankan bahwa dengan kondisi fisik yang prima, ia dapat lebih fokus pada strategi permainan tanpa terganggu oleh rasa sakit atau kelelahan, sehingga dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Ambisi Ginting untuk kembali ke 20 besar dunia bukan hanya sekadar keinginan sesaat, melainkan sebuah target strategis yang akan menjadi panduan dalam setiap latihan dan turnamen yang ia ikuti. Ia memahami bahwa persaingan di sektor tunggal putra sangat ketat, dengan munculnya banyak pemain muda berbakat dari berbagai negara. Namun, dengan pengalaman yang dimilikinya, serta semangat juang yang tak pernah padam, Ginting optimis dapat melewati fase sulit ini dan kembali bersaing di papan atas. Perjuangannya di Orleans Masters 2026, meski berakhir dengan kekalahan, menjadi bagian dari proses panjang untuk mencapai target tersebut. Ia bertekad untuk terus belajar dari setiap pertandingan, menganalisis kelemahan diri, dan memperbaiki aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Perjalanan Ginting ke depan akan dipenuhi dengan tantangan. Ia harus mampu konsisten meraih hasil positif di setiap turnamen yang ia ikuti, terutama pada turnamen-turnamen level BWF World Tour yang menawarkan poin ranking lebih besar. Dukungan dari pelatih, tim medis, dan tentu saja, para penggemar bulu tangkis Indonesia, akan menjadi sumber motivasi tambahan baginya. Dengan mental baja dan kerja keras yang berkelanjutan, Anthony Ginting memiliki potensi besar untuk mewujudkan ambisinya kembali menembus 20 besar dunia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah bulu tangkis internasional. Fokus pada pemulihan fisik, peningkatan strategi permainan, dan menjaga mentalitas juang akan menjadi kunci utama kesuksesannya di masa mendatang. Ia tidak hanya ingin kembali ke posisi sebelumnya, tetapi juga berambisi untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Perjalanan kembali ke puncak tentu membutuhkan waktu dan kesabaran, namun Ginting telah menunjukkan bahwa ia memiliki kedua hal tersebut, ditambah dengan determinasi yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan.

